Memori Kolektif dalam Novel Secangkir Teh Melati
Abstract
Penelitiann ini berjutuan mendeskripsikan memori kolektif tentang sejarah Indonesia yaitu tentang peristiwa tentang G30S/PKI hingga orde baru. Sumber data dalam penelitian ini merupakan data primer dari novel Secangkir Teh Melati karya Bunjamin Wibisono. Gambaran realitas sejarah indonesia periode 1949 hingga 1970. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan data yang disajikan dalam bentuk deskriptif sehingga pembaca dapat mudah memahami tujuan analisis ini karena data yang diambil merupakan kutipan yang mengandung nilai historis dari novel Secangkir Teh Melati karya Bunjamin Wibisono. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan memori kolektif sejarah indonesia pada masa peralihan orde baru ke orde lama yang ada dalam novel novel Secangkir Teh Melati karya Bunjamin Wibisono yang meliputi beberapa aspek, yaitu (1) masa peralihan orde lama ke orde baru, (2) memori kolektif peristiwa G30S/PKI, dan (3) memori kolektif tentang stereotip kaum komunis.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v10i2.2010
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur





















