Paradoks Individualitas: Penjelajahan Dekonstruksi Nilai Komunal dan Individual dalam Cerpen Jakarta Karya Totilawati Tjitrawasita
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penafsiran alternatif terhadap cerpen Jakarta untuk menunjukkan bahwa penafsiran terhadap cerpen ini tidak bersifat mutlak. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Dalam proses analisis, penelitian ini menggunakan pendekatan eklektik dengan menggabungkan metode objektif dan diskursif. Teori semiotika Teeuw digunakan untuk analisis objektif, sedangkan teori dekonstruksi Derrida diterapkan dalam analisis diskursif. Dalam melakukan analisis, peneliti menganalisis struktur cerpen dengan teori semiotika Teeuw, mengidentifikasi ideologi yang terkandung dalam cerpen, melakukan decentering dengan teori dekonstruksi Derrida, dan mengidentifikasikan serta merumuskan gagasan baru yang muncul dari proses decentering. Penelitian ini menemukan bahwa penafsiran terhadap cerpen Jakarta tidaklah mutlak. Analisis dengan teori Teeuw menunjukkan bahwa cerpen ini mengedepankan pentingnya keluarga sebagai sebuah komunitas, dengan kata lain kepentingan pribadi ditempatkan sebagai urusan sekunder. Namun, penerapan teori dekonstruksi Derrida berhasil mengungkap sebuah gagasan baru dalam cerpen ini, yaitu bahwa setiap individu memiliki hak untuk mengutamakan kepentingan pribadinya dan menomorduakan urusan komunal yang tidak mendesak. Gagasan ini ditemukan melalui karakter keegoisan Pak Pong yang tercermin dalam konflik cerpen Jakarta.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al-Ma’ruf, A. I., & Nugrahani, F. (2017). Pengkajian Sastra: Teori dan Aplikasi. Djiwa Amarta Press.
Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI. (2010). Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI.
Barker, C., & Jane, E. A. (2021). Kajian Budaya: Teori dan Praktik. Pustaka Pelajar.
Departemen Pendidikan Nasional. (2015). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta.
Faiziyah, N., & Priyambodho, B. L. (2022). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menyelesaikan Soal HOTS Ditinjau dari Metakognisi Siswa. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 11(4), 2823. https://doi.org/10.24127/ajpm.v11i4.5918
Geertz, H. (1961). The Javanese Family: A Study of Kinship and Socialization. The Free Press of Glencoe.
Haryatmoko. (2016). Membongkar Rezim Kepastian: Pemikiran Kritis Post-Strukturalis. Kanisius.
Hendrik, M., & Roslinah, R. (2019). Kemampuan Memahami Bacaan Melalui Teknik Skimming dengan Taktik Menggarisbawahi Ide-Ide Kunci pada Siswa Kelas IV SD Negeri 11 Pangkalpinang. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 5(1), 65. https://doi.org/10.22219/jinop.v5i1.7190
Hidayat, R., & Setiawan, T. (2015). Interferensi Bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia pada Keterampilan Berbicara Siswa Negeri 1 Pleret, Bantul. LingTera, 2(2), 156. https://doi.org/10.21831/lt.v2i2.7374
Imron, A. (2015). Dekonstruksi Kultural terhadap Feminisme dan Dekonstruksi Feminis terhadap Kultur dalam Cerpen Malam Pertama Seorang Pendeta. Transformatika, 11(2), 72–79.
Kurniawati, F., & Annabil, M. N. (2022). Love and Spirituality: The Analysis of the Novel Layla by Candra Malik Based on Jacques Derrida Perspective. Poetika, 10(1), 40. https://doi.org/10.22146/poetika.v10i1.65981
Magnis-Suseno, F. (1984). Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. PT Gramedia.
Manik, R. A. (2020). Dekonstruksi Makna Pelacur dalam Atas Nama Malam Karya Seno Gumira Ajidarma. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 22(2), 87–103. https://doi.org/10.14203/jmb.v22i2.1068
Norris, C. (2017). Membongkar Teori Dekonstruksi Jacques Derrida. Ar-Ruz Media.
Nurgiyantoro, B. (2019). Teori Pengkajian Fiksi. Gadjah Mada University Press.
Respati, A. R. (2017). Dekonstruksi Cerpen Pilihan KOMPAS Tahun 2013 “Klub Solidaritas Suami Hilang”: Perspektif Jacques Derrida. Prosiding Seminar Nasional HISKI 2017 “Membongkar Sastra, Menggugat Rezim Kepastian,” 36–41.
Rokhmansyah, A. (2014). Studi dan Pengkajian Sastra: Perkenalan Awal terhadap Ilmu Sastra. Graha Ilmu.
Siregar, M. (2019). Kritik terhadap Teori Dekonstruksi Derrida. Journal of Urban Sociology, 2(1), 65. https://doi.org/10.30742/jus.v2i1.611
Susilo, J., & Anisa, A. (2017). Penerapan Model Respon Pembaca dalam Pembelajaran Apresiasi Cerpen di SMA. Jurnal Tuturan, 4(1), 667. https://doi.org/10.33603/jt.v4i1.843
Tatalia, R. G., & Yulianti, U. (2020). Dekonstruksi Tokoh Guru Desi dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata (Kajian Dekonstruksi Derrida). Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra, 2(2). https://doi.org/10.25077/majis.2.2.31.2020
Taum, Y. Y. (2017). Kritik Sastra Diskursif. Kritik Sastra yang Memotivasi dan Menginspirasi: Kumpulan Makalah Seminar Nasional Kritik Sastra.
Taum, Y. Y. (2018). Kajian Semiotika Godlob Danarto dalam Perspektif Teeuw. Sanata Dharma University Press.
Teeuw, A. (2017). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Dunia Pustaka Jaya.
Tjitrawasita, T. (1979). Cerita Pendek Indonesia 4. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Trask, L. (1997). Capital Letters. https://www.sussex.ac.uk/informatics/punctuation/capsandabbr/caps
Umar, A. (2007). Stratifikasi Sosial dalam Bahasa Indonesia. Medan Makna, 4, 92–97.
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i1.7872
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur




















