Representasi Citra Perempuan dalam Cerita Rakyat Dayak Kenyah Tilo Enggau

Jogarni Maria Marta, Nina Queena Hadi Putri

Abstract


This study aims to reveal the image of women in the Tilo Enggau folktale from the Dayak Kenyah community as a symbolic, spiritual and socio-cultural discourse. This study uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews with informants from the Dayak Kenyah community and documentation of unpublished folklore texts as objects of study. The data were analyzed using three feminist perspectives: radical feminism, cultural feminism and ecofeminism. The results of the study show that the female characters in the story appear as independent figures who reject the norms of marriage, experience supernatural pregnancies and give birth to descendants from heaven. The female characters in this story not only carry out biological functions, but also represent strong socio-cultural constructions. Women are the center of lineage and have symbolic authority as guardians of social harmony. This representation is emphasized through the sacred ancestral speech "ayen nei kini ni, ameq su yaq alaq tilo enggau labok ni" which means "don't come here because we are the grandchildren of the one who took tilo enggau fell," as a symbol of women's authority over lineage and communal harmony.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap citra perempuan dalam cerita rakyat Tilo Enggau dari masyarakat Dayak Kenyah sebagai wacana simbolik, spiritual dan sosial budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap narasumber dari komunitas Dayak Kenyah serta dokumentasi teks cerita rakyat yang belum pernah dipublikasikan sebagai objek kajian. Data dianalisis menggunakan tiga perspektif feminisme: feminisme radikal, feminisme kultural dan ekofeminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam cerita tampil sebagai figur mandiri yang menolak norma pernikahan, mengalami kehamilan supranatural dan melahirkan keturunan dari kayangan. Tokoh perempuan dalam cerita ini tidak hanya menjalankan fungsi biologis, tetapi juga merepresentasikan konstruksi sosial-budaya yang kuat. Perempuan menjadi pusat garis keturunan dan memiliki otoritas simbolik sebagai penjaga harmoni masyarakat. Representasi ini ditegaskan melalui tuturan sakral leluhur “ayen nei kini ni, ameq su yaq alaq tilo enggau labok ni” yang berarti "jangan datang ke sini karena kami adalah cucu dari yang mengambil tilo enggau jatuh,” sebagai simbol otoritas perempuan atas garis keturunan dan harmoni komunal.

Keywords


Dayak Kenyah; female image; feminism; folklore

Full Text:

PDF

References


Ahmad, & Muslimah. (2021). Memahami Teknik Pengolahan dan Analisis Data Kualitatif.

Ilaa, D. T. (2021). Feminisme dan Kebebasan Perempuan Indonesia dalam Filosofi. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(3), 211—216. https://doi.org/10.23887/jfi.v4i3.31115

Islahuddin, I., Tawandorloh, K. A., & Ha, H. (2021). Citra Perempuan dalam Cerita Rakyat Putri Kemang: Kajian Kritik Sastra Feminis. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 14(2), 220. https://doi.org/10.30651/st.v14i2.8798

Istianingrum, R. (2015). Degradasi Bahasa Dayak Kenyah.

Maulidia, H. (2021). Perempuan dalam Kajian Sosiologi Gender. https://idereach.com/Journal/index.php/polikrasi

Mulyati, E. R., & Saleh, M. (2024). Representasi Alam dan Spiritual dalam Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami (Kajian Ekofeminisme).

Diektis, 4(4), 556—565. https://doi.org/10.53769/deiktis.v4i4.990

Mutawakkil, M. H. (2024). Keadilan Islam dalam Persoalan Gender. KALIMAH, 12(1), 67. https://doi.org/10.21111/klm.v12i1.219

Nadyaaulianingrum, C., Hidayat, N., Liusnimun, T., & Tanjung, F. F. (2023). Analisis Pemikiran Feminisme dalam Pandangan Islam. Zahra Shafira Ismi INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3, 13041–13051.

Nurjana, K., Samhati, S., & Rusminto, N. E. (2022). Citra Perempuan dalam Legenda Serunting Sakti: Kajian Feminisme. Lingua, 18(2), 134—147. https://doi.org/10.15294/lingua.v18i2.36376

Prasetio, E. D. (2017). Feminisme dan Dimensi Kultural. https://www.researchgate.net/publication/366249064

Permatasari, R. Y. A., & Siswadi, G. A. (2022). Ekofeminisme di Indonesia: Sebuah Kajian Reflektif atas Peran Perempuan Terhadap Lingkungan Gede Agus Siswadi. Purwadita Jurnal Agama dan Budaya, 6(1), 59—70. https://doi.org/10.55115/purwadita.v6i1

Prasetya, C., Putrayasa, I. B., & Sudiana, I. N (2021). Membentuk Karakter Anak Melalui Habituasi Dongeng Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 8(2), 68—77. https://doi.org/10.21067/jibs.v8i2.6259

Putra, R. A. (2024). Peran Manajemen Pengawasan di Perusahaan Kota Cilegon dalam Meningkatkan Kapabilitas Karyawan. Indonesian Journal of Multidisciplinary Research and Review Bhinneka Multidisiplin Journal, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.53067/bmj.v1i1

Qur’ani, H. B. (2021). Citra Tokoh Perempuan dalam Cerita Rakyat Jawa Timur. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 10(2), 176. https://doi.org/10.26499/jentera.v10i2.1468

Rajagukguk, C. (2018). Feminisme Kultural dan Peran Perempuan dalam Deradikalisasi di Indonesia. Journal of International Relations, 4(4), 775—783. https://doi.org/10.14710/jirud.v4i4.21991

Rifandini, R., & Triguswinri, K. (2020). Perempuan dan Alam dalam Wacana Pembangunan Berkelanjutan (Studi Ekofeminisme Proyek Mifee). Public Policy and Managament Inquiry, 4(1), 15—22. http://dx.doi.org/10.20884/1.ppmi.2020.4.1.3184

Ruslan, H. (2023). Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerita Rakyat Vova Saggayu di Kabupaten Pasangkayu. Diektis, 3(2), 73—90. https://doi.org/10.53769/deiktis.v3i2.449

Safitri, A. W., & Triyatno, A. (2024). Analisis Feminisme Kultural Program Water for Women di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Sumbawa Tahun 2018-2021. Jurnal Hubungan Internasional Peradaban, 3(1).

Turyani, I., Sugiarto, E., & Naam, M. F. (2024). Nilai-Nilai Seni, Budaya, dan Pendidikan Karakter pada Cerita Rakyat Patih Sampun Asal Kabupaten Pemalang. Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain, 1(3), 139–148. https://doi.org/10.62383/realisasi.v1i3.192

Vinsensius, C, Lawet, P. W., Puka, A. O. B., & Maran, K. U. (2023). Identitas ekofeminisme perempuan Lamaholot dalam mitos Besi Pare Tonu Wujo. KEMBARA Journal of Scientific Language Literature and Teaching, 9(1), 269–284. https://doi.org/10.22219/kembara.v9i1.24302

Wahyuningtyas, B. P. (2014). Representasi Kekuatan, Kecerdasan, dan Cita Rasa Perempuan: Analisis Wacana pada Film “The Iron Lady”. Humaniora, 5(1), 28—38. https://doi.org/10.21512/humaniora.v5i1.2978

Wati, E. A. (2023). Tradisi Lisan sebagai Sumber Sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 2(1), 52–59.

Wayan, N. I. (2022). Resistansi Kultural Feminisme Oka Rusmini dalam Puisi “Patiwangi”. Prosiding Semnalisa II, 97—104.

Wilyanti, L. S., Larlen, L., & Wulandari, S. (2022). Transkripsi Sastra Lisan Melayu Jambi sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra di Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(1), 247. https://doi.org/10.33087/jiubj.v22i1.1889

Zahro, F., Wahyuningsih, R. S., Anggrestia, N. V., & Ahmad, N. (2025). Analisis Ekofeminisme De’Eaubonne terhadap Perjuangan Perempuan dalam Novel Karya Dian Purnomo. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 4(1), 80–97. https://doi.org/10.55606/jurribah.v4i1.4376




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i1.8281

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

DOAJSINTAGoogle ScholarPKP IndexcrossrefDimensionsPKP IndexEBSCO Information ServicescilitMorarefSHERPA / RomeoEBSCO Information ServiceOCLC World Cat BASETROVEGARUDAColumbia University Libraries

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 

@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

View My Stats