Representasi Ideologi dan Kekuasaan dalam Film Gadis Kretek: Model Norman Fairclough

Riska Damayanti, Jufri Jufri, Mahmudah Mahmudah

Abstract


This study aims to describe the representation of ideology and power in the film Gadis Kretek based on experiential values, relational values, and expressive values. This study is a qualitative study using Norman Fairclough's theory. The data sources in this study are all episodes in the film Gadis Kretek obtained from the online media Netflix. Data collection techniques include listening and note-taking techniques. The results of the study show that there are 24 data containing experiential values, which are dominated by ideological words that are fought for. This finding shows how the main characters in the film represent the social world and ideology through the choice of vocabulary and language structure. There are 22 data containing relational values, which are dominated by imperative words. This confirms that the power relations between characters are built through language structures that reflect social positions and authority. Furthermore, 19 data were found containing expressive values, which are dominated by positive and negative evaluations. This expressive value highlights how the characters in the film express emotional attitudes, resistance, or support for certain power structures and ideological values. These three values synergize to form a discourse that emphasizes emancipation, agency, and strong social criticism in the film.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi ideologi dan kekuasaan dalam film Gadis Kretek berdasarkan nilai eksperiensial, nilai relasional, dan nilai ekspresif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Norman Fairclough. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh episode dalam film Gadis Kretek yang diperoleh dari media daring Netflix. Teknik pengumpulan data meliputi teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 24 data yang mengandung nilai eksperiensial, yang didominasi oleh kata-kata ideologis yang diperjuangkan. Temuan ini menunjukkan bagaimana tokoh-tokoh utama dalam film merepresentasikan dunia sosial dan ideologi melalui pilihan kosakata dan struktur bahasa. Terdapat 22 data yang mengandung nilai relasional, yang didominasi oleh kata perintah (imperatif). Hal ini menegaskan bahwa relasi kekuasaan antar tokoh dibangun melalui struktur bahasa yang mencerminkan posisi sosial dan otoritas. Selanjutnya, ditemukan 19 data yang mengandung nilai ekspresif, yang didominasi oleh evaluasi positif dan negatif. Nilai ekspresif ini menyoroti bagaimana tokoh-tokoh dalam film mengekspresikan sikap emosional, resistensi, atau dukungan terhadap struktur kekuasaan dan nilai-nilai ideologis tertentu. Ketiga nilai tersebut bersinergi membentuk wacana yang menegaskan emansipasi, agensi, dan kritik sosial yang kuat dalam film.

Keywords


critical discourse analysis; ideology; power; Norman Fairclough

Full Text:

PDF

References


Angela, M., & Winduwati, S. (2020). Representasi Kemiskinan dalam Film Korea Selatan (Analisis Semiotika Model Saussure pada Film Parasite). Koneksi, 3(2), 478–484. https://doi.org/10.24912/kn.v3i2.6480

Asri, R. (2020). Membaca Film sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI).” Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1(2), 74–86. https://doi.org/10.36722/jaiss.v1i2.462

Baran, S. J. (2012). Pengantar Komunikasi Massa Literasi Media dan Budaya (Terjemahan). Jakarta: Salemba Humanika.

Eagleton, T. (2014). Ideology: An Introduction (Updated ed.). London: Verso Books.

Eriyanto. (2017). Analisis Wacana Teks (Pengantar Analisis Teks Media). Yogyakarta: LkiS Group.

Fairclough, N. (1989). Language and Power, Relasi Bahasa, Kekuasaan, dan Ideologi. Malang: Boyan Publishing.

Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change. Inggris: Polity Press.

Fairclough, N. (1995). Bahasa dan Kekuasaan. Diterjemahkan oleh Indah Rohmani dengan judul Bahasa dan Kekuasaan: Rekasi Bahasa, Kekuasaan, dan Ideologi. Malang: Boyan Publishing.

Fairclough, N. (2013). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language (2nd ed.). London: Routledge.

Gasa, F. M. (2019). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Pernyataan Kontroversial Viktor Laiskodat. SOSIAL: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 20(1), 8–14. https://doi.org/10.33319/sos.v20i1.16

Gusti, E. C. T., & Setiawati, E. (2025). Ideologi dalam Slogan Aksi Demonstrasi Mahasiswa terhadap Revisi UU Pilkada: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. DIGLOSIA: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(1), 197–212.

Hair, M., Ernanda, & Izar, J. (2024). Representasi Tokoh Perempuan dalam Film 3 Srikandi Karya Iman Brotoseno: Kajian Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Kajian Linguistik dan Sastra, 3(3), 208–226.

Hakim, L. N., Rosario, T. M., Marta, R. F., & Panggabean, H. (2024). Wacana Multimodalitas Budaya: Tautan Peran Gender dan Akomodasi Komunikasi dalam Film Serial Gadis Kretek. Jurnal Riset Komunikasi, 7(1), 57–71. https://doi.org/10.38194/jurkom.v7i1.965

Haryatmoko, J. (2017). Critical Discourse Analysis (Analisis Wacana Kritis): Landasan Teori. Metodologi dan Penerapan (H. Zaskuri ed.). Depok: Rajawali Prees.

Holipa, D. S., & Narti, S. (2022). Representasi Feminisme dalam Film Mulan. Jurnal Professional, 9(1), 41–48.

Ilham. (2023). Representasi Kekuatan dalam Pidato Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Universitas Negeri Makassar.

Jannah, M. (2019). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Kontroversi Puisi “Ibu Indonesia” Karya Sukmawati Soekarnoputri. Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Jufri. (2006). Struktur Wacana dalam Lontara La Galigo. Universitas Negeri Malang.

Kevinia, C., Sayahara, P., Aulia, S., & Astari, T. (2022). Analisis Teori Semiotika Roland Barthes dalam Film Miracle in Cell No.7 Versi Indonesia. Journal of Communication Studies and Society, 1(2), 38–43. https://doi.org/10.38043/commusty.v1i2.4082

Lestari, Y. (2023). Media dan Selebriti di Media Televisi: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 604–612. https://doi.org/10.56832/edu.v2i2.197

Munfarida, E. (2014). Analisis Wacana Kritis dalam Perspektif Norman Fairclough. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 8(1), 1–19. https://doi.org/10.24090/komunika.v8i1.746

Munfarida, E. (2019). Analisis Wacana Kritis: Kajian terhadap Teks dan Praktik Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Naurah, N. Z., & Siregar, R. K. (2023). Wacana Kesetaraan Gender dalam Keluarga pada Film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Jurnal Humaniora dan Ilmu Pendidikan, 3(1), 19–35. https://doi.org/10.35912/jahidik.v3i1.2233

Nurhichmah, Permadi, D., & Setyorini, R. (2021). Analisis Campur Kode pada Dialog Antar Tokoh dalam Film Imperfect The Series: Kajian Sosiolinguistik. Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS), 151–160.

Pingge, M. M. C., Robot, M., & Jama, K. B. (2023). Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough dalam Film Pendek Amalake Karya Langit Jingga Films. Bianglala Linguistika: Jurnal Linguistik, 11(2), 57–66.

Putri, R. M., Mayasari, M., & Nurkinan, N. (2024). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Film Barbie 2023 sebagai Representasi Budaya Patriarki. JKOMDIS: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial, 4(2), 566–574. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v4i2.1884

Rahmawati, I. Y. (2016). Analisis Teks dan Konteks pada Kolom Opini “Latihan Bersama Al Komodo 2014” Kompas. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 4(1), 49–57. https://doi.org/10.24269/dpp.v4i1.53

Ratnasari, A., & Rozekki. (2024). Diskursus Kritis dalam Catatan Najwa Karya Najwa Shihab: Pendekatan Relasi Bahasa dan Kekuasaan Norman Fairclough. Buana Bastra, 10(2), 39–50. https://doi.org/10.36456/bastra.vol10.no2.a8637

Silaswati, Bulan, D. R., & Hermawan, D. (2019). Model Pembelajaran Apresiasi Kajian Sastra Terpadu untuk Penguasaan Empat Aspek Keterampilan Berbahasa. METAMORFOSIS: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 12(2), 26–39. https://doi.org/10.55222/metamorfosis.v12i2.226

Wekke, I. S. (2019). Metode Penelitian Sosial. In Bandung. Yogyakarta: CV. Adi Karya Mandiri.




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i1.8299

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

DOAJSINTAGoogle ScholarPKP IndexcrossrefDimensionsPKP IndexEBSCO Information ServicescilitMorarefSHERPA / RomeoEBSCO Information ServiceOCLC World Cat BASETROVEGARUDAColumbia University Libraries

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 

@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

View My Stats