Representasi Ideologi dan Kekuasaan dalam Film Gadis Kretek: Model Norman Fairclough
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi ideologi dan kekuasaan dalam film Gadis Kretek berdasarkan nilai eksperiensial, nilai relasional, dan nilai ekspresif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Norman Fairclough. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh episode dalam film Gadis Kretek yang diperoleh dari media daring Netflix. Teknik pengumpulan data meliputi teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 24 data yang mengandung nilai eksperiensial, yang didominasi oleh kata-kata ideologis yang diperjuangkan. Temuan ini menunjukkan bagaimana tokoh-tokoh utama dalam film merepresentasikan dunia sosial dan ideologi melalui pilihan kosakata dan struktur bahasa. Terdapat 22 data yang mengandung nilai relasional, yang didominasi oleh kata perintah (imperatif). Hal ini menegaskan bahwa relasi kekuasaan antar tokoh dibangun melalui struktur bahasa yang mencerminkan posisi sosial dan otoritas. Selanjutnya, ditemukan 19 data yang mengandung nilai ekspresif, yang didominasi oleh evaluasi positif dan negatif. Nilai ekspresif ini menyoroti bagaimana tokoh-tokoh dalam film mengekspresikan sikap emosional, resistensi, atau dukungan terhadap struktur kekuasaan dan nilai-nilai ideologis tertentu. Ketiga nilai tersebut bersinergi membentuk wacana yang menegaskan emansipasi, agensi, dan kritik sosial yang kuat dalam film.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Angela, M., & Winduwati, S. (2020). Representasi Kemiskinan dalam Film Korea Selatan (Analisis Semiotika Model Saussure pada Film Parasite). Koneksi, 3(2), 478–484. https://doi.org/10.24912/kn.v3i2.6480
Asri, R. (2020). Membaca Film sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI).” Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1(2), 74–86. https://doi.org/10.36722/jaiss.v1i2.462
Baran, S. J. (2012). Pengantar Komunikasi Massa Literasi Media dan Budaya (Terjemahan). Jakarta: Salemba Humanika.
Eagleton, T. (2014). Ideology: An Introduction (Updated ed.). London: Verso Books.
Eriyanto. (2017). Analisis Wacana Teks (Pengantar Analisis Teks Media). Yogyakarta: LkiS Group.
Fairclough, N. (1989). Language and Power, Relasi Bahasa, Kekuasaan, dan Ideologi. Malang: Boyan Publishing.
Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change. Inggris: Polity Press.
Fairclough, N. (1995). Bahasa dan Kekuasaan. Diterjemahkan oleh Indah Rohmani dengan judul Bahasa dan Kekuasaan: Rekasi Bahasa, Kekuasaan, dan Ideologi. Malang: Boyan Publishing.
Fairclough, N. (2013). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language (2nd ed.). London: Routledge.
Gasa, F. M. (2019). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Pernyataan Kontroversial Viktor Laiskodat. SOSIAL: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 20(1), 8–14. https://doi.org/10.33319/sos.v20i1.16
Gusti, E. C. T., & Setiawati, E. (2025). Ideologi dalam Slogan Aksi Demonstrasi Mahasiswa terhadap Revisi UU Pilkada: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. DIGLOSIA: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(1), 197–212.
Hair, M., Ernanda, & Izar, J. (2024). Representasi Tokoh Perempuan dalam Film 3 Srikandi Karya Iman Brotoseno: Kajian Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Kajian Linguistik dan Sastra, 3(3), 208–226.
Hakim, L. N., Rosario, T. M., Marta, R. F., & Panggabean, H. (2024). Wacana Multimodalitas Budaya: Tautan Peran Gender dan Akomodasi Komunikasi dalam Film Serial Gadis Kretek. Jurnal Riset Komunikasi, 7(1), 57–71. https://doi.org/10.38194/jurkom.v7i1.965
Haryatmoko, J. (2017). Critical Discourse Analysis (Analisis Wacana Kritis): Landasan Teori. Metodologi dan Penerapan (H. Zaskuri ed.). Depok: Rajawali Prees.
Holipa, D. S., & Narti, S. (2022). Representasi Feminisme dalam Film Mulan. Jurnal Professional, 9(1), 41–48.
Ilham. (2023). Representasi Kekuatan dalam Pidato Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Universitas Negeri Makassar.
Jannah, M. (2019). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Kontroversi Puisi “Ibu Indonesia” Karya Sukmawati Soekarnoputri. Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Jufri. (2006). Struktur Wacana dalam Lontara La Galigo. Universitas Negeri Malang.
Kevinia, C., Sayahara, P., Aulia, S., & Astari, T. (2022). Analisis Teori Semiotika Roland Barthes dalam Film Miracle in Cell No.7 Versi Indonesia. Journal of Communication Studies and Society, 1(2), 38–43. https://doi.org/10.38043/commusty.v1i2.4082
Lestari, Y. (2023). Media dan Selebriti di Media Televisi: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 604–612. https://doi.org/10.56832/edu.v2i2.197
Munfarida, E. (2014). Analisis Wacana Kritis dalam Perspektif Norman Fairclough. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 8(1), 1–19. https://doi.org/10.24090/komunika.v8i1.746
Munfarida, E. (2019). Analisis Wacana Kritis: Kajian terhadap Teks dan Praktik Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Naurah, N. Z., & Siregar, R. K. (2023). Wacana Kesetaraan Gender dalam Keluarga pada Film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Jurnal Humaniora dan Ilmu Pendidikan, 3(1), 19–35. https://doi.org/10.35912/jahidik.v3i1.2233
Nurhichmah, Permadi, D., & Setyorini, R. (2021). Analisis Campur Kode pada Dialog Antar Tokoh dalam Film Imperfect The Series: Kajian Sosiolinguistik. Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS), 151–160.
Pingge, M. M. C., Robot, M., & Jama, K. B. (2023). Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough dalam Film Pendek Amalake Karya Langit Jingga Films. Bianglala Linguistika: Jurnal Linguistik, 11(2), 57–66.
Putri, R. M., Mayasari, M., & Nurkinan, N. (2024). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Film Barbie 2023 sebagai Representasi Budaya Patriarki. JKOMDIS: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial, 4(2), 566–574. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v4i2.1884
Rahmawati, I. Y. (2016). Analisis Teks dan Konteks pada Kolom Opini “Latihan Bersama Al Komodo 2014” Kompas. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 4(1), 49–57. https://doi.org/10.24269/dpp.v4i1.53
Ratnasari, A., & Rozekki. (2024). Diskursus Kritis dalam Catatan Najwa Karya Najwa Shihab: Pendekatan Relasi Bahasa dan Kekuasaan Norman Fairclough. Buana Bastra, 10(2), 39–50. https://doi.org/10.36456/bastra.vol10.no2.a8637
Silaswati, Bulan, D. R., & Hermawan, D. (2019). Model Pembelajaran Apresiasi Kajian Sastra Terpadu untuk Penguasaan Empat Aspek Keterampilan Berbahasa. METAMORFOSIS: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 12(2), 26–39. https://doi.org/10.55222/metamorfosis.v12i2.226
Wekke, I. S. (2019). Metode Penelitian Sosial. In Bandung. Yogyakarta: CV. Adi Karya Mandiri.
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i1.8299
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur




















