Cerita Rakyat Bugis dan Gagasan Toleransi: Kajian Nilai Berbasis Filsafat Kebebasan
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai toleransi dalam cerita rakyat Bugis berdasarkan teori kebebasan John Stuart Mill. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diambil dari kutipan dialog dan narasi dalam cerita rakyat yang termuat dalam buku Sastra Lisan Bugis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan teknik baca dan catat terhadap kutipan yang mengandung nilai-nilai toleransi. Teknik analisis data menggunakan model analisis isi (content analysis) yang meliputi reduksi data, kategorisasi, interpretasi berdasarkan teori Mill, dan penarikan simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kategori utama nilai toleransi adalah kebebasan berpikir dan berbicara, seperti menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan membuka ruang diskusi. Nilai-nilai ini tercermin secara eksplisit dan implisit dalam narasi cerita, dan selaras dengan prinsip harm dan individualitas menurut Mill. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Bugis dapat menjadi sarana pembelajaran karakter berbasis kearifan lokal yang relevan untuk penguatan toleransi dalam konteks pendidikan multikultural.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adisusilo, S. (2013). Pembelajaran Nilai-Karakter: Kontruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Anshari. (2024). Sastra Nusantara. Uiversitas Negeri Makassar.
Asdar. (2018). Metode Penelitian Pendidikan. Pustaka AQ.
Badara, A. (2023). Sastra Lisan Bugis Sebuah: Tinjauan Segi-Segi Pendidikan. Adanu Abimata.
Berdianti, I. (2019). Perjalanan Panjang Sastra Indonesia. Alprin.
Devy, D. A. (2019). Nilai-nilai Pancasila. Loka Aksara.
Djemari, M. (2012). Pengukuran Penilaian & Evaluasi Pendidikan. Nuha Medika.
Endraswara, S. (2018). Sastra Lisan Perspektif, Teori, & Praktik Pengkajian. Pustaka Obor Indonesia.
Fachruddin, A. E. D. (1981). Sastra Lisan Bugis. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Fitri, A. Z. (2014). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah. Ar Ruzz Media.
Hamid, S. & Ismail, S. W. (2021). Pengantar Filsafat Ilmu. Bintang Pustaka Madani.
Heny, S. D. (2022). Kearifan lokal dan Multikultural dalam Sastra Lisan di Era Digital. PT. Indonesia Emas Group.
Ismawati, E. (2013). Pengajaran Sastra. Ombak.
Iswanto, I., & Rantesalu M. B. (2020). Kajian Toleransi dalam Teks Cerita Rakyat Masyarakat Rote di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 3(2), 282—305.
Kartikasari, A., & Edy, S. (2018). Kajian Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Ae Media Grafika.
Kearney. (2020). Dalam Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendikbud, (2020). Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemendikbud.
Mill, J. S. (2024). On Liberty. Indoliterasi Publishing House.
Minderop, A. (2011). Psikologi Sastra. Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Yayasan Pustaka Obor.
Moleong, L. J. (2016). Metodolgi Penelitian Kualitatif . Remaja Rosdakarya.
Musbikin, I. (2021). Pendidikan Karakter Toleransi. Nusa Media.
Mustari, M. (2022). Nilai Karakter Refleksi untuk Pendidikan. Raja Grafindo Persada.
Ongku, M. (2021). HAM dan Kebebasan Berpendapat dalam Undang-Undang Dasar 1945. JA: Jurnal Al-Wasath, 2(1), 33—44.
Pelras, C. (2021). Manusia Bugis. Ininnawa.
Pradopo, R. J. (2012). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Pustaka Pelajar.
Pramistyasari, A. (2024). Konsep Nilai, Moral, dan Norma. Ruang Karya Bersama.
Pusat Penguatan Karakter. (2020). Capaian Satu Tahun Kolaborasi dengan Tokoh Penggerak dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. PUSPEKA.
Rosidi, A. (2018). Kamus Istilah Sastera Indonesia. Dunia Pustaka Jaya.
Soraya, A. I., Nurani, & Anjanette, A. R. (2022). Nilai-nilai Sosial dalam Cerita Rakyat “Pangeran Barasa”. Jurnal Ilmu Budaya, 10(1), 48—56. https://doi.org/10.34050/jib.v10i1.18243
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian & Pengembangan. Alfabeta.
Sumaryanto. (2019). Karya Sastra Bentuk Prosa. Mutiara Aksara.
Syafei, A. A. (2020) Sosiologi Toleransi: Kontestasi, Akomodasi, Harmoni. Deepublish.
Syamsidar (2023). Tantangan dalam Menjaga Kebebasan Berpendapat Di Era Digital. Literasi Nusantara Abadi Grup.
Tillman, D. (2004). Living Values Activities for Young Adults. Grasindo.
Tim Pelindungan Sastra. (2022). Petunjuk Teknis Revitalisasi Sastra Lisan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Tohir, M., & Subiantoro, (2023). Moderasi Beragama Pendampingan dan penanaman nilai-nilai toleransi dan moderasi (pendampingan Komunitas Margina). Yogyakarta: Jejak Pustaka.
Tyler, R. W. (1973). Basic Principles of Curriculum and Instruction. Lowe and Brydone (Printers) Ltd.
Warsiman. (2017). Pengantar Pembelajaran Sastra: Sajian dan Kajian Hasil Riset. UB Press
Wellek, R., & Warren, A. (1995). Teori Kesusastraan. Gramedia.
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i1.8345
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur




















