Cerita Rakyat Bugis dan Gagasan Toleransi: Kajian Nilai Berbasis Filsafat Kebebasan

Lutbi Adam, Usman Usman

Abstract


This study aims to identify the values of tolerance in Bugis folklore based on John Stuart Mill's theory of freedom. Using a qualitative descriptive approach, data were taken from excerpts of dialogue and narrative in folklore contained in the book Sastra Sana Bugis. The data collection technique was carried out through documentation studies with reading and note-taking techniques for excerpts containing values of tolerance. The data analysis technique used a content analysis model which included data reduction, categorization, interpretation based on Mill's theory, and drawing conclusions. The results of the analysis showed that the main category of tolerance values was freedom of thought and speech, such as respecting opinions, not imposing one's will, and opening up space for discussion. These values are reflected explicitly and implicitly in the narrative of the story, and are in line with the principles of harm and individuality according to Mill. These findings indicate that Bugis folklore can be a means of character learning based on local wisdom that is relevant for strengthening tolerance in the context of multicultural education.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai toleransi dalam cerita rakyat Bugis berdasarkan teori kebebasan John Stuart Mill. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diambil dari kutipan dialog dan narasi dalam cerita rakyat yang termuat dalam buku Sastra Lisan Bugis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan teknik baca dan catat terhadap kutipan yang mengandung nilai-nilai toleransi. Teknik analisis data menggunakan model analisis isi (content analysis) yang meliputi reduksi data, kategorisasi, interpretasi berdasarkan teori Mill, dan penarikan simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kategori utama nilai toleransi adalah kebebasan berpikir dan berbicara, seperti menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan membuka ruang diskusi. Nilai-nilai ini tercermin secara eksplisit dan implisit dalam narasi cerita, dan selaras dengan prinsip harm dan individualitas menurut Mill. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Bugis dapat menjadi sarana pembelajaran karakter berbasis kearifan lokal yang relevan untuk penguatan toleransi dalam konteks pendidikan multikultural.

Keywords


Bugis folklore; literary works; freedom; tolerance values

Full Text:

PDF

References


Adisusilo, S. (2013). Pembelajaran Nilai-Karakter: Kontruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Anshari. (2024). Sastra Nusantara. Uiversitas Negeri Makassar.

Asdar. (2018). Metode Penelitian Pendidikan. Pustaka AQ.

Badara, A. (2023). Sastra Lisan Bugis Sebuah: Tinjauan Segi-Segi Pendidikan. Adanu Abimata.

Berdianti, I. (2019). Perjalanan Panjang Sastra Indonesia. Alprin.

Devy, D. A. (2019). Nilai-nilai Pancasila. Loka Aksara.

Djemari, M. (2012). Pengukuran Penilaian & Evaluasi Pendidikan. Nuha Medika.

Endraswara, S. (2018). Sastra Lisan Perspektif, Teori, & Praktik Pengkajian. Pustaka Obor Indonesia.

Fachruddin, A. E. D. (1981). Sastra Lisan Bugis. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Fitri, A. Z. (2014). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah. Ar Ruzz Media.

Hamid, S. & Ismail, S. W. (2021). Pengantar Filsafat Ilmu. Bintang Pustaka Madani.

Heny, S. D. (2022). Kearifan lokal dan Multikultural dalam Sastra Lisan di Era Digital. PT. Indonesia Emas Group.

Ismawati, E. (2013). Pengajaran Sastra. Ombak.

Iswanto, I., & Rantesalu M. B. (2020). Kajian Toleransi dalam Teks Cerita Rakyat Masyarakat Rote di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 3(2), 282—305.

Kartikasari, A., & Edy, S. (2018). Kajian Kesusastraan: Sebuah Pengantar. Ae Media Grafika.

Kearney. (2020). Dalam Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemendikbud, (2020). Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemendikbud.

Mill, J. S. (2024). On Liberty. Indoliterasi Publishing House.

Minderop, A. (2011). Psikologi Sastra. Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Yayasan Pustaka Obor.

Moleong, L. J. (2016). Metodolgi Penelitian Kualitatif . Remaja Rosdakarya.

Musbikin, I. (2021). Pendidikan Karakter Toleransi. Nusa Media.

Mustari, M. (2022). Nilai Karakter Refleksi untuk Pendidikan. Raja Grafindo Persada.

Ongku, M. (2021). HAM dan Kebebasan Berpendapat dalam Undang-Undang Dasar 1945. JA: Jurnal Al-Wasath, 2(1), 33—44.

Pelras, C. (2021). Manusia Bugis. Ininnawa.

Pradopo, R. J. (2012). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Pustaka Pelajar.

Pramistyasari, A. (2024). Konsep Nilai, Moral, dan Norma. Ruang Karya Bersama.

Pusat Penguatan Karakter. (2020). Capaian Satu Tahun Kolaborasi dengan Tokoh Penggerak dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. PUSPEKA.

Rosidi, A. (2018). Kamus Istilah Sastera Indonesia. Dunia Pustaka Jaya.

Soraya, A. I., Nurani, & Anjanette, A. R. (2022). Nilai-nilai Sosial dalam Cerita Rakyat “Pangeran Barasa”. Jurnal Ilmu Budaya, 10(1), 48—56. https://doi.org/10.34050/jib.v10i1.18243

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian & Pengembangan. Alfabeta.

Sumaryanto. (2019). Karya Sastra Bentuk Prosa. Mutiara Aksara.

Syafei, A. A. (2020) Sosiologi Toleransi: Kontestasi, Akomodasi, Harmoni. Deepublish.

Syamsidar (2023). Tantangan dalam Menjaga Kebebasan Berpendapat Di Era Digital. Literasi Nusantara Abadi Grup.

Tillman, D. (2004). Living Values Activities for Young Adults. Grasindo.

Tim Pelindungan Sastra. (2022). Petunjuk Teknis Revitalisasi Sastra Lisan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Tohir, M., & Subiantoro, (2023). Moderasi Beragama Pendampingan dan penanaman nilai-nilai toleransi dan moderasi (pendampingan Komunitas Margina). Yogyakarta: Jejak Pustaka.

Tyler, R. W. (1973). Basic Principles of Curriculum and Instruction. Lowe and Brydone (Printers) Ltd.

Warsiman. (2017). Pengantar Pembelajaran Sastra: Sajian dan Kajian Hasil Riset. UB Press

Wellek, R., & Warren, A. (1995). Teori Kesusastraan. Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i1.8345

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

DOAJSINTAGoogle ScholarPKP IndexcrossrefDimensionsPKP IndexEBSCO Information ServicescilitMorarefSHERPA / RomeoEBSCO Information ServiceOCLC World Cat BASETROVEGARUDAColumbia University Libraries

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 

@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

View My Stats