Diskursus Kekuasaan dalam Novel Negeri Senja Karya Seno Gumira Ajidarma dan Novel Dari Rahim Ombak Karya Tison Sahabuddin Bungin: Analisis Wacana Norman Fairclough
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji diskursus kekuasaan dibentuk dan dihadirkan dalam novel Negeri Senja dan novel Dari Rahim Ombak melalui pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menekankan pada pemaknaan mendalam terhadap teks sastra sebagai representasi simbolik kekuasaan. Metode analisis yang digunakan merujuk pada tiga dimensi model Fairclough, yaitu: analisis teks (deskripsi), praktik wacana (interpretasi), dan praktik sosial (eksplanasi). Data utama berupa kutipan-kutipan dalam novel yang menunjukkan praktik diskursif kekuasaan, didukung oleh data sekunder seperti literatur teori, jurnal ilmiah, dan kajian kontekstual sosial-politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua novel tersebut secara berbeda merepresentasikan ideologi kekuasaan. Negeri Senja menampilkan kekuasaan opresif yang dilegitimasi melalui mitos dan kekerasan, dengan ketakutan sebagai alat dominasi. Sebaliknya, Dari Rahim Ombak mengkritik eksploitasi sumber daya dan dominasi ekonomi melalui narasi pembangunan yang tampak progresif namun sarat kepentingan kekuasaan, serta menekankan pentingnya konservasi lingkungan. Pada aspek relasi sosial, Negeri Senja memperlihatkan struktur yang hierarkis dan tertutup, membentuk subjek yang teralienasi dan kehilangan agensi. Sementara itu, Dari Rahim Ombak menampilkan relasi sosial yang lebih dialogis, meskipun tetap dikendalikan oleh norma tradisional dan otoritas negara, serta menampilkan subjek yang membangun identitas melalui kepedulian ekologis dan tanggung jawab kolektif. Temuan ini menegaskan bahwa teks sastra berfungsi sebagai medan simbolik yang tidak hanya merefleksikan realitas sosial-politik, tetapi juga dapat mengungkap dan mengkritisi mekanisme kekuasaan yang tersembunyi dalam struktur naratif.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ajidarma, S. G. (2003). Negeri Senja. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Bungin, T. S. (2016). Dari Rahim Ombak. Jakarta: Huta Media Bahasa Indonesia.
Dayanti, M., & Triadnyani, I. G. A. A. M. (2019). Hegemoni Kekuasaan dalam Novel Surat-Surat dari Dili Karya Maria Matildis Banda. Jurnal Humanis, 23(1), 74–80. https://doi.org/10.24843/jh.2019.v23.i01.p12
Eagleton, T. (2016). The Idea of Culture: Manipulasi Kebudayaan (Ali Noer Zamam, Penerj; Zulkarnaen Ishak, Ed.). Yogyakarta: INDeS Publishing.
Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: CAPS.
Eriyanto. (2012). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.
Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. London: Longman.
Fairclough, N. (2001). Language and Power (2nd ed.). Harlow: Pearson Education.
Fairclough, N. (2003). Analysing Discourse: Textual Analysis for Social Research. London: Routledge.
Febrianto, D., & Putra, C. R. W. (2020). Hegemoni Kekuasaan dalam Novel Koplak Karya Oka Rusmini: Kajian Sosiologi Sastra. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 3(2), 204–219. https://doi.org/10.24176/kredo.v3i2.4347
Haryatmoko. (2016). Critical Discourse Analysis (Analisis Wacana Kritis): Landasan Teori, Metodologi, dan Penerapan. Jakarta: Rajawali Prees.
Kamumu, N., & Tjahjono, T. (2022). Teori Hegemoni Antonio Gramsci dalam Novel Student Hijo Karya Marco Kartodikromo. Gema Wiralodra, 13(1), 168–180. https://doi.org/10.31943/gemawiralodra.v13i1.212
Khasanah, K. (2020). Hegemoni Kekuasaan dan Ideologi dalam Novel Pulang Karya Tere Liye (Sebuah Kajian Sosiologi Sastra). Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 2(1), 35–48. https://doi.org/10.30998/diskursus.v2i01.6661
Kusuma, S. S. K., & Sudikan, S. Y. (2023). Relasi Kuasa dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala: Analisis Wacana Kritis Michel Foucault. SAPALA, 10(3), 24–34.
Miranti, A., & Sudiana, Y. (2021). Pelecehan Seksual pada Laki-Laki dan Perspektif Masyarakat terhadap Maskulinitas (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough ). Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 7(2), 261–276. https://doi.org/10.30813/bricolage.v7i2.2809
Mudiawati, R. C., Hudiyono, Y., & Suhatmady, B. (2023). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Bahasa Slogan Aksi Demonstrasi Guru di Samarinda. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(3), 739–762. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i3.694
Nasution, S. Y. (2024). Relasi Kuasa dalam Novel Rindu Kubawa Pulang Karya S. Baya Analisis Wacana Kritis Michel Foucault. Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(1), 196–216.
Nensilianti, Ridwan, & Apriliyani, S. (2024). Potret Kekuasaan dan Ketidakadilan dalam Novel Senja di Jakarta Karya Mochtar Lubis: Kajian Poskolonial. Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 1(2), 21–30. https://doi.org/10.52217/ksatra.v6i1.1401
Novia, L., & Mayuni, S. (2025). 4 Hegemoni Kekuasaan dalam Novel Bumi Tuhan Karya Waloejo Sedjati. Jurnal Global Ilmiah, 2(4), 1–10. https://doi.org/10.55324/jgi.v2i4.173
Oktavia, T. (2024). Representasi Kekuasaan dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer. Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya, 14(2), 347–358.
Pangestu, I. B., Suparmin, S., & Sudiatmi, T. (2023). Hegemoni Kekuasaan dalam Novel 86 Karya Okky Madasari. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 19(2), 261–279. https://doi.org/10.25134/fon.v19i2.7861
Pranowo. (2009). Mengungkap Ideologi Teks: Pengantar Analisis Wacana Kritis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rahmawati, P., & Wicaksono, H. (2023). Potret Hegemoni Kekuasaan dalam Novel Kereta Semar Lembu Karya Zaky Yamani. BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 7(2), 316–328. https://doi.org/10.17977/um007v7i22023p316-328
Santoso, A. (2012). Wacana Kekuasaan dan Politik Representasi dalam Media. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Santoso, P. (2012). Wacana Kekuasaan dan Demokrasi di Indonesia Pasca-Reformasi. Yogyakarta: PolGov UGM.
Satriani, I., & Ramadhani, A. R. (2024). Dimensi Kekuasaan dalam Novel Negeri Senja Karya Gumira Ajidarma Perspektif Michel Foucault. Hasta Wiyata, 7(3), 79–87. https://doi.org/10.21776/ub.hastawiyata.2024.007.03.08
Sobur, A. (2009). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sukmawati, L. (2012). Representasi Kekuasaan dalam Teks Kebijakan Pemerintah: Kajian Wacana Kritis. Jurnal Komunikasi dan Media, 3(2), 45–58.
Wijaya, H. (2012). Relasi Kuasa dalam Bahasa dan Wacana Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press.
Yunita, G. F. R., & Putra, C. R. W. (2020). Representasi Hegemoni Kekuasaan Masyarakat Jawa dalam Novel Dasamuka Karya Junaedi Setiyono. Jurnal Bahasa dan Sastra, 16(2), 183–202.
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i1.8349
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur




















