Makna dan Simbol pada Tembang Upacara Siraman Adat Sunda sebagai Usulan Bahan Ajar Teks Deskripsi di Kelas VII SMP
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, serta simbol-simbol yang terkandung dalam tembang upacara siraman adat Sunda, serta mengusulkan pemanfaatannya sebagai bahan ajar teks deskripsi di kelas VII SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk menafsirkan representamen, objek, dan interpretan dari setiap tembang. Hasil analisis menunjukkan bahwa tembang-tembang tersebut mengandung pesan kasih sayang, keridaan orang tua, refleksi diri, tanggung jawab, serta doa keberkahan bagi calon pengantin. Simbol-simbol budaya seperti air, bunga, lilin, dan sinjang kebat memperkaya makna tradisi siraman sebagai proses penyucian dan peneguhan moral. Temuan penelitian kemudian diadaptasi menjadi usulan bahan ajar teks deskripsi berbasis budaya lokal yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, sehingga mampu meningkatkan kemampuan literasi deskriptif sekaligus menumbuhkan apresiasi siswa terhadap budaya Sunda. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa integrasi tradisi lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui pengembangan materi yang kontekstual dan bernilai kultural.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adawiyah, A., & Munsi, F. (2018). Mengeksplorasi Nilai-Nilai Buadaya Tembang Sunda Cianjuran. Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya, 8(1), 132–143.
Agustina, F. R. E., Mustofa, M., & Wangi, N. B. S. (2024). Analisis Pertunjukkan Kentrung Ki Dalang H. Khusairi Cerita Sunan Drajat (Kajian Struktur, Makna, Fungsi, dan Resepsi). WAHANA PEDAGOGIKA, 6(1), 1–6.
Berger, A. A. (2015). Pengantar Semiotika Tanda-Tanda dalam Kebudayaan Kontemporer. Tiara Wacana.
Dahlan, D., Sari, N. A., & Max, J. I. S. D. (2019). Kesadaran Simbolik dalam Tembang Joong Nyelong (Kajian Mitos Roland Barthes). Sesanti (Seminar Bahasa, Sastra, dan Seni), 1(2), 457–473.
Dewi, T. P. (2022). Makna Tembang Jawa dalam Tradisi Mitoni di Desa Ngasem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra, 2(5), 1–7. https://doi.org/10.69957/tanda.v3i05.1843
Dewi, Y. A., Mahendra, M., & Suswandari, M. (2023). Analisis Penguatan Pendidikan Karakter melalui Tembang Dolanan Jawa. Jurnal Guru Kita, 7(4), 730–743. https://doi.org/10.24114/jgk.v7i4.50128
Haris, A., & Amalia, A. (2018). Makna dan Simbol dalam Proses Interaksi Sosial (Sebuah Tinjauan Komunikasi). Jurnal Risalah, 29(1), 16–19.
Hendrayana, D., Dienaputra, R., Muhtadin, T., & Nugrahanto, W. (2020). Pengistilahan Kawih, Tembang dan Cianjuran. Jurnal Panggung, 30(3), 411–424.
Indrawati, I., Muyasaroh, S., & Ahwan, Z. (2022). Analisis Makna Simbolik Larung Tumpeng pada Upacara Distrikan di Danau Ranu Desa Ranuklindungan Pasuruan. Jurnal Komunikasi Nusantara, 4(2), 307–315.
Iqbal, F. M., Sanusi, A. R., & Susanto, E. (2024). Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Upacara Adat Sunda di MA Miftahul Huda. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 8(2), 134–145. https://doi.org/10.31571/jpkn.v8i2.7844
Juliastuti, Hidayat, S., Jamaludin, U., & Leksono, S. M. (2024). Analisis Nilai Pendidikan Islam dan Nilai Pendidikan Karakter Pemimpin Melalui Tembang Tradisional Lagu Lir-Ilir Karya Sunan Kalijaga. SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 8(3), 462–472.
Kartini, Deni, I. F., & Jamil, K. (2022). Representasi Pesan Moral dalam Film Penyalin Cahaya (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Siwayang Journal, 1(3), 121–130.
Kusumawati, H. S., Rahayu, N. T., & Fitriana, D. (2019). Analisis Semiotika Model Roland Barthes pada Makna Lagu “Rembulan” Karya Ipha Hadi Sasono. KLITIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 105–116.
Litaay, A. G. M. (2019). Kajian Makna Verbal dalam Tembang Pengiring Pementasan Tari Muang Sangkal. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 12(1), 9–16. https://doi.org/10.30651/st.v12i1.2438
Magdalena, I., Prabandani, R. O., Rini, E. S., Fitriani, M. A., & Putri, A. A. (2020). Analisis Pengembangan Bahan Ajar. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2(2), 170–187.
Mubarok, K., Taufiqurrohman, M., Kusno, M., & Amin, M. N. (2025). Tembang Sunan Bonang sebagai Media Pembelajaran dalam Pendidikan Islam. Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 11–20. https://doi.org/10.58518/darajat.v8i1.3418
Muhammad, S. (2025). Analisis Nilai Moral dalam Tradisi Sawer pada Acara Pernikahan. Lingua Journal, 5(2), 11–17.
Mulyani, N. (2025). Lirik Tembang “Ayun Ambing” dalam Kajian Semiotika dan Etnolinguistik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(3), 2670–2677.
Novaliana, S. E., & Setyawan, B. W. (2023). Analisis Makna Tembang Dolanan Lik-Ilir melalui Pendekatan Semiotik pada Kajian Bahasa Jawa. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 04(02), 122–127.
Nurhadi, Z. F., Salamah, U., & Vidiyanti, T. (2018). Etnografi Komunikasi Tradisi Siraman Pada Prosesi Pernikahan Adat Sunda. Jurnal Penelitian Komunikasi, 21(2), 101–118. https://doi.org/10.20422/jpk.v21i2.531
Nurhayati, D. A. (2023). Toleransi Budaya dalam Masyarakat Multikultur (Studi Kasus Peran Masyarakat dalam Menoleransi Pendatang di Kota Serang). Prosiding Seminar Nasional Komunikasi, Administrasi Negara dan Hukum, 1(1), 95–102.
Prabawa, A. K., & Mukti, M. (2022). Interpretasi Makna Gramatis dan Psikologis Tembang Macapat dengan Analisis Hermeneutika Schleiermacher. IJOPAED, 2(2), 1–15.
Pranowo, N. F. N., & Firdaus, W. (2020). Penggunaan Bahasa Nonverbal dalam Upacara Adat Pernikahan Gaya Yogyakarta: Kajian Simbolik Etnopragmatik. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 9(1), 35-55.
Putra, J. P. S., & Syarief, F. (2021). Makna Komunikasi Perempuan Sunda pada Tembang Cianjuran. Jurnal Akrab Juara, 6(4), 204–212.
Rosniawati, E. E. I., Sukmana, E., & Sutisna, R. H. (2025). Makna Simbolik dalam Prosesi Sawer Pengantin Sunda. Literat: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 1–12.
Safira, R. Z. A. N., & Mariasa, I. N. (2021). Interaksi Simbolik pada Pertunjukan Jaranan Jawa Turonggo Budoyo Desa Rejoagunng Kabupaten Tulungagung. Jurnal Analisa Sosiologi, 10(1), 204–217.
Saleh, F., Aras, N. A. M., & Fitrawahyudi. (2023). Interpretasi Makna Lagu Bugis “Alosi Ripolo Dua”: Analisis Semiotika Roland Barthes. IDIOMATIK, 6(2), 185–195.
Setiaji, D. (2020). Dongkari: Interpretasi Penembang terhadap Pembentukan Ornamentasi Vokal Tembang Sunda Cianjuran. Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik, 13(1), 51–62. https://doi.org/10.33153/sorai.v13i1.3175
Setyaningsih, N. R. (2015). Makna Budaya Tembang Tak Lela-lela Ledhung: Sebuah Tinjauan Etnolinguistik. Diskusi Ilmiah (Lokakarya Hasil Penelitian) Kebahasaan dan Kesastraan, 159–172.
Syawalani, R., Herawati, E., & Jubaedah, L. (2023). Analisis Tata Upacara Perkawinan Adat Sunda pada Masyarakat Suku Sunda di Kota Bogor. Adijaya Multidisiplin, 01(02), 448–455.
Utami, L. W. S. (2021). Peningkatan Pemahaman Makna Tembang Pangkur dengan Penerapan Media Video Pembelajaran pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Candiroto Kabupaten Temanggung. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 1(4), 336–342. https://doi.org/10.51878/secondary.v1i4.642
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i2.8386
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur




















