Entitas Hidup dan Relasi Teologis Material dalam Tradisi Petik Pari: Kajian Neo-Materialisme
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna entitas hidup dan relasi teologis material dalam tradisi petik pari melalui perspektif neo-materialisme, khususnya mengenai padi, sesajen, dan ritual mencerminkan pandangan masyarakat Jawa tentang kehidupan dan spiritualitas. Pendekatan kualitatif deskriptif yang berfokus pada etnografi pertanian digunakan untuk mengkaji tradisi yang dilakukan di Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang pada periode Maret hingga Juni 2025. Pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan petani pelaksana tradisi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dalam kerangka neo-materialisme yang menekankan agensi material pada konteks budaya agraris Jawa. Hasil penelitian menunjukkan padi berfungsi sebagai aktor aktif yang memiliki kepekaan dan kehendak, diwujudkan melalui konsep pari lanang dan pari wadon dalam ritual kemantenan. Mbok Sri Kuning berperan sebagai entitas spiritual pelindung yang memediasi hubungan material-immaterial, sementara sesajen, mantra dengan struktur majas (metafora, antitesis, repetisi, pleonasme), dan perhitungan hari Jawa membentuk relasi teologis material yang mengintegrasikan dimensi fisik dan spiritual. Temuan ini mengungkapkan konsep distributed agency dalam tradisi agraris Jawa, bahwasanya materialitas padi dan elemen ritual bukan sekadar simbol pasif melainkan aktor yang aktif membentuk jaringan relasi spiritual dan menciptakan harmoni kosmik. Kontribusi penelitian ini memperluas pemahaman agensi material (thing power) dalam kajian sastra dan ritual agraris Jawa, membuktikan bahwa objek-objek material memiliki kapasitas untuk membentuk makna budaya dan spiritual secara independen.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anjarwati, M. (2023). Implementasi Weton Jawa untuk Membangun Usaha dalam Perspektif SAD al-Dzari’ah (Studi Kasus Masyarakat Desa Tanjung Qencono). (Doctoral Dissertation, IAIN Metro). https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/8024
Artiani, N. A., Utami, R. A., Silviani, & Efendy, T. D. (2023). Persepsi Petani terhadap Pelaksanaan Tradisi Methik Pari dalam Rangka Menyambut Panen Padi di Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 5(1), 14–22. https://doi.org/10.23887/jabi.v5i1.55484
Bennett, J. (2010). Vibrant Matter (trad. Andrés Laguens). Duke University Press.
Dove, M. (2011). The Banana Tree at the Gate: A History of Marginal Peoples and Global Markets in Borneo. Yale University Press.
Febrianti, F., Huda, N., & Haerussaleh. (2025). Analisis Simbolis Mantra dan Ritual dalam Kesenian Bantengan di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 10(1), 112–120.
Gole, H., & Sudhiarsa, R. I. M. (2024). Harmoni Alam dan Spiritualitas: Studi Kepercayaan Orang Manggarai Timur terhadap Roh Alam. Advances in Social Humanities Research, 2(2), 236–249. https://doi.org/10.46799/adv.v2i2.188
Hakim, A. R., Hambali, R. Y., & Al-Bustomi, A. (2024). Javanese Islamic Mysticism in the Perspective of Serat Wirid Idayat Jati. Al-Afkar: Journal For Islamic Studies, 7(2), 222–235. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v7i2.942
Handayani, L. (2024). Analisis Kearifan Lokal Perhitungan Weton dalam Tradisi Pernikahan Adat Jawa Masyarakat Desa Karang Tanjung. (Doctoral Dissertation, IAIN Metro). https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/10854
Hidajat, R. (2025). Simbolis Relasional Desa, Sungai, dan Pundhen dengan Pertunjukan Wayang Topeng Malang di Dusun Kedungmonggo, Karangpandan. Kejawen, 2(1), 14–37. https://doi.org/10.21831/kejawen.v2i1.70453
Hidayat, D. (2024). Rekonstruksi Paradigma Pembangunan Desa. CV Adanu Abimata.
Kim, M. S. (2023). Di Ambang “Great Outdoors”: Tantangan Turunan Spekulatif. Seminar Nasional Seni dan Budaya “Poshuman dan Interdisiplinaritas.”
Korniadi, K., & Purwanto. (2019). Analisis Nilai Karakter Tradisi Wiwitan dalam Perspektif Kearifan Lokal di Desa Sumberejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Civics Education and Social Science Journal (CESSJ), 1(1). https://doi.org/10.32585/cessj.v1i1.358
Kristanti, M., Rofiki, I., & Masamah, U. (2022). Eksplorasi Aktivitas Matematis pada Tradisi Methik Pari. Primatika: Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 71–80. https://doi.org/10.30872/primatika.v11i1.1111
Kusdiwanggo, S., & Sumardjo, J. (2016). Sakuren: Konsep Spasial sebagai Prasyarat Keselamatan Masyarakat Keselamatan Masyarakat Budaya Padi di Kasepuhan Ciptagelar. Panggung, 26(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v26i3.194
Lastriyanto, A., Sumarlan, S. H., Hammam, & Maghfiroh, L. (2024). Mekanisasi Produksi Padi dan Beras Jilid 2. Media Nusa Creative (MNC Publishing).
Latour, B. (2005). Reassembling the Social: An Introduction to Actor-Network-Theory. Oxford University Press.
Maran, M. D. J., & Kusufa, R. A. B. (2024). The Implementation of the Selamatan Petik Pari Tradition Carried Out by the People of Petungsewu Village, Wagir District, Malang Regency. Journal of Socio-Cultural Sustainability and Resilience, 2(1), 15–25. https://doi.org/10.61511/jscsr.v2i1.2024.824
Miles, M., & Huberman, M. (1994). Analisis Data Kualitatif : Buku Sumber yang Diperluas. Sage Publications.
Minto, S. K., Dewi, M. P., & Marjianto, M. (2020). Makna Simbolik Ritual Selamatan Methik Pari dalam Pandangan Agama Buddha di Desa Gembongan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 1(1), 32–44. https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v1i1.149
Mufidah, A. A. M. (2017). Sikap Masyarakat Muslim pada Pernikahan Adat Jawa di Desa Tebuireng Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. (Doctoral Dissertation, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya).
Nggermanto, A. (2021). Kecerdasan Quantum: Melejitkan IQ, EQ, dan SQ. Nuansa Cendekia.
Pujianti, K. (2025). Leksikon dalam Tradisi Wiwitan di Desa Banyuroto Kabupaten Kulon Progo. Kajian Linguistik dan Sastra, 4(2), 407–421. https://doi.org/10.22437/kalistra.v4i2.40275
Pranowo, N. F. N., & Firdaus, W. (2020). Penggunaan Bahasa Nonverbal dalam Upacara Adat Pernikahan Gaya Yogyakarta: Kajian Simbolik Etnopragmatik. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 9(1), 35-55.
Sadewa, A., & Kilawati, A. (2024). Studi Etnografi: Kearifan Lokal Maddoja Bine dalam Tradisi Pertanian Masyarakat Bugis. Jurnal Dieksis ID, 4(2), 141–156. https://doi.org/10.54065/dieksis.4.2.2024.525
Sathotho, S. F. (2010). Ritual Suran di Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang: Sebuah Kajian Penampilan. (Doctoral Dissertation, Fakultas Seni Pertunjukan). http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/8490
Sukmawan, S. (2016). Ekokritik Sastra: Menanggap Sasmita Arcadia. UB Press.
Sukmawan, S. (2017). Kosmo (Eko)logi Jawa dalam Sastra Lisan. http://fib.ub.ac.id/wrpcon/uploads/2-KosmoEkologi-Jawa-dalam-Sastra-Lisan.pdf
Suliantoro, B., & Murdiati, C. (2019). Perjuangan Perempuan Mencari Keadilan & Menyelamatkan Lingkungan. Cahaya Atma Pustaka.
Untara, I. M. G. S. (2025). Transformasi Ilmu Wariga dalam Masyarakat Adat Buleleng antara Tradisi dan Modernitas. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(3), 88–107. https://doi.org/10.37329/jpah.v9i3.4216
Woodhead, L. (2011). Five Concepts of Religion. International Review of Sociology, 21(1), 121–143.
Yatimin, & Santosa. (2020). “Pamethuk Pari” Ekspresi Musikal Ritual Pethik Pari di Desa Sumber Asri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Jurnal Pengetahuan, Pemikiran, dan Kajian Tentang “Bunyi,” 20(1), 1–13.
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i2.8415
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur





















