Disfemisme sebagai Representasi Konflik Sosial dalam Film Kontemporer Pengepungan di Bukit Duri
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk disfemisme yang muncul dalam film Pengepungan di Bukit Duri serta menjelaskan makna dan fungsi penggunaannya dalam konteks interaksi tokoh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi, yaitu dengan menonton film secara berulang untuk mengidentifikasi tuturan yang mengandung disfemisme. Analisis data dilakukan berdasarkan klasifikasi disfemisme menurut Allan & Burridge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film ini ditemukan lima kategori disfemisme, yaitu direct swearing, zoonym dysphemism, excretory dysphemism, appearance dysphemism, dan disability dysphemism. penggunaan disfemisme tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ekspresi kemarahan atau penghinaan, tetapi juga berperan dalam membangun karakter tokoh, mempekuat suasana konflik, serta mencerminkan kondisi sosial yang penuh ketegangan dan diskriminasi. Dengan demikian, disfemisme dalam film ini memiliki fungsi pragmatis yang signifikan sebagai sarana representasi realitas sosial tokoh dalam cerita.
Full Text:
PDFReferences
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., & Chotimah, O. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. EDUMASPUL: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980.
Allan, K., & Burridge, K. (1991). Euphemism & Dysphemism: Language Used as Shield and Weapon. Cambridge University Press.
Allan, K., & Burridge, K. (2006). Forbidden Words: Taboo and The Censoring of Language. Cambridge University Press.
Andriani, V. W. (2024). Penggunaan Kata Tabu dalam Tuturan Pembaca Berita “Pojok Kampung” JTV. INCARE : International Journal of Educational Resources., 5(2). https://doi.org/10.59689/incare.v5i2.995
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1, 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Diani, A., Lestari, M. T., & Maulana, S. (2018). Representasi Feminisme dalam Film Maleficent. Jurnall ProTVF Unpad, 1(2), 139. https://doi.org/10.24198/ptvf.v1i2.19873
Hadiwijaya, A. S. (2023). Sintesa Teori Kontruksi Sosial Realitas dan Kontruksi Sosial Media massa. Dialektika Komunika: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah, 11(1), 75–89. https://doi.org/10.33592/dk.v11i1.3498
Hammami, R. H., Fadhilah, N., & Annas, A. M. (2025). Analisis Disfemisme dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna: Sebuah Kajian Semantik. ABSAH: Jurnal Adab, Bahasa, Sastra dan Sejarah, 1(1), 29–42. https://doi.org/10.22515/absah.v1i1.4
Handayani, M. T. (2020). Fungsi Penggunaan Disfemisme dalam Kolom Komentar Akun Instagram @OFFICIALKVIBES. Nuansa Indonesia: Jurnal Ilmu, Bahasa, dan Filologi, 22(November), 134–146. https://doi.org/10.20961/ni.v22i2.46117
Hasyim, I., & Puspita, A. R. (2025). Fenomena Pilihan Bahasa sebagai Representasi Identitas Budaya Masyarakat Yogyakarta dalam Seri Film Pendek “Ke Jogja 1, 2 dan 3.” Dialektika: Jurnal Kependidikan, Kebahasaan, dan Kesastraan Indonesia, 2(1), 31–44.
Kartika, D. I. (2023). Disfemisme dan Fungsinya dalam Kumpulan Cerpen Saia Karya Djenar Maesa Ayu. LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 13(1), 130–142. https://doi.org/10.23969/literasi.v13i1.6829
Khasan, A. M., Setiawan, B., & Maret, U. S. (2014). Pemakaian Disfemisme dalam Berita Utama Surat Kabar Joglo Semar. BASASTRA Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 2(3), 1–12.
Khoiruddin, M. H., & Wirajaya, A. Y. (2024). Penggunaan Disfemisme pada film Yowis Ben Finale. CaLLs: Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics, 10(1), 64–79. http://dx.doi.org/10.30872/calls.v10i1.13626
Krisnuwardhana, M. E., & Yulistiowati, I. M. (2023). Akomodasi dan Atribusi Penggunaan Eufemisme dan Disfemisme dalam Pojok Kampung JTV: Kajian komunikasi linguistik. Jurnal Nomosleca, 9(2), 313–334. doi: https://doi.org/10.26905/nomosleca.v9i2.11806
Kurniawati, N., Fathurrohman, I., & Roysa, M. (2022). Analisis Semiotika Budaya Jawa Tengah pada Film Mangkujiwo Karya Azhar Kinoi Lubis. Buletin Ilmiah Pendidikan, 1(1), 45–54. https://doi.org/10.56916/bip.v1i1.217
Kurniyawati, Sugiarto, S., & Suhendra, R. (2021). Analisis Tuturan Disfemisme terhadap Wanita yang Mengalami Baby Blues Syndrome di Desa Boak Kabupaten Sumbawa. PELITA Jurnal Pembelajaran Linguistik dan Sastra, 1(1), 98–99.
Liyanti, Y., & Ekowati, S. (2022). Representasi Feminisme dalam Film (Studi Analisis Semiotika Model Roland Barthes dalam Film Moxie). Jurnal Ilmu Komunikasi, 27(1), 107–121.
Muktiwibawa, A. E., Meifilina, A., & Amaria, H. (2025). Representasi Rasisme dalam Film “Pengepungan di Bukit Duri.” Jurnal Media Akademik (JMA), 3(10), 1–15.
Natalia, S., & Ratriandita, S. E. (2024). Representasi Pesan Moral dalam Film “My Annoying Brother” (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). AKSARABACA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 3(2), 516–520. https://doi.org/10.47313/aksarabaca.v3i2.3188
Nisfalaila, A., Hamidah, I., & Firmansyah, D. B. (2022). The Use of Dysphemism in the Japanese Film: Kizudarake no Akuma. Japanese Research on Linguistics Literature and Culture, 47–58. https://doi.org/10.33633/jr.v5i1.6970
Novianti, G., Priyadi, A. T., & Saman, S. (2023). Eufemisme dan Disfemisme dalam Talk Show Catatan Demokrasi TV One. Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuwan, 7(2), 168–178. https://doi.org/10.26418/jurnalkpk.v7i2.68994
Omar, A., & Medhat, I. F. (2017). Euphemism and Dysphemism in English With Reference to Iraqi Arabic. Journal of the College of Education for Girls for Humanities, 24(12), 57–87.
Palupi, M. T., Septarianto, T. W., Herawati, T. R., & Arwansyah, Y. B. (2024). Disfemisme dalam Komentar Berita di Instagram. UMP: Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, Volume 20 Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI), 20 (Pibsi Xlvi). https://doi.org/10.30595/pssh.v20i.1459
Prasetiyo, A. B. (2021). Kata Kasar dan Makian Berbahasa Jawa dalam Tuturan Cak Percil di YouTube. GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 7(1), 70–81. https://doi.org/10.47269/gb.v7i1.148
Prayogi, M. R., & Mulyono, M. (2022). Umpatan Warganet dalam Kolom Komentar di Kanal YouTube Indra Kesuma (Episode: Affiliator Penipu!!! Klarifikasi Indra Kenz jadi Sultan Karena Makan Uang Trader yang Loss). BAPALA, 9(7), 152–164.
Ritos, S., & Daud, M. Z. (2020). Strategi Penggantian Disfemisme kepada Eufemisme dalam Komunikasi Lisan Masyarakat Bidayuh, Bau: Analisis Pragmatik. Asian People Journal, 3(1), 64–83. https://doi.org/ 10.37231/apj.2020.3.1.1 53
Samsudin, T., & Ahmad, N. A. (2018). Disfemisme Warganet pada Komentar di Media Sosial Facebook dalam Tinjauan Semantik dan Hukum Islam. Jurnal Al-Himayah, 2(2), 255–261.
Sari, S. R., & Ernawati, Y. (2023). Penegasan dan Penguatan Makna pada Headline Berita TV ONE News. Silampari Bisa: Jurnal Penlitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 95–107. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v1i1.4
Sariah. (2018a). Disfemisme Bernuansa Humor dalam Stiker di Media Sosial WhatsApp. KOLITA Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya, 385–390.
Sariah. (2018b). Ekspresi Kritik Melalui Disfemisme pada Pemberitaan Kasus Novanto di Media Massa Daring. Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(1), 79–94.
Satria, M. H. N., & Indarti, T. (2019). Eufemisme dan Disfemisme dalam Film Bebas (2019). BAPALA, 11(2), 193–205.
Sinambela, S. I., & Mulyadi. (2019). Analisis Eufemisme dan Disfemisme pada Detik.com di Twitter. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan, 30(1), 1–10. https://doi.org/10.24114/bhs.v30i1.16669
Suaedi, H. (2016). Pemerolehan Bahasa Kedua Anak TK Negeri Pembina Usia 4 Tahun. Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, 1(1), 62–72. https://doi.org/10.32528/bb.v1i1.73
Susanto, D., & Assidik, G. K. (2022). Bentuk-Bentuk Disfemisme pada Akun Instagram @kpipusat dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMA. SILAMPARI BISA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 239–251. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v5i2.1732
Umami, S. A. (2024). Disfemisme sebagai strategi ketidaksantunan bertutur youtuber cerita. Risenologi: Jurnal Sains, Teknologi, Sosial, Pendidikan, dan Bahasa, 9(1), 60–65. https://doi.org/10.47028/risenologi.v9i1.665
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i2.8422
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur




















