Mitologi Burung Bonyia Kas di Kabupaten Banggai: Kajian Semiotika Roland Barthes
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam mitologi Burung Bonyia Kas di Kabupaten Banggai melalui kajian semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan informan yang memahami mitologi Burung Bonyia Kas, serta didukung oleh dokumentasi cerita lisan yang berkembang di masyarakat. Teknik analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan data ke dalam tiga tahapan pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos sesuai dengan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tataran denotatif, Burung Bonyia Kas dipahami sebagai sosok burung yang memiliki ciri fisik menyerupai burung elang dan dikenal melalui bunyinya sebagai penanda tertentu. Pada tataran konotatif, Burung Bonyia Kas dimaknai sebagai simbol peringatan, kehati-hatian, serta pesan moral bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sementara itu, pada tataran mitos, Burung Bonyia Kas berfungsi sebagai sistem tanda budaya yang merepresentasikan hubungan antara manusia, alam, dan kekuasaan Tuhan, serta menjadi bagian dari identitas dan kearifan lokal masyarakat Banggai. Penelitian ini menegaskan bahwa mitologi Burung Bonyia Kas tidak hanya berfungsi sebagai cerita tradisional, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai-nilai sosial dan budaya yang masih diyakini hingga saat ini.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustan. (2018). Kritik Sosial dalam Drama Indonesia untuk Pembelajaran Sastra Kontemporer. Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.32528/bb.v3i1.1104
Amri, S. H. (2021). Analisis Gender dalam Cerita Rakyat (Kajian Semiotika Roland Barthes). Kibas Cenderawasih, 2(1), 100–113.
Az-Zahra, A. A., & Firmansyah, N. W. (2024). Analisis Tinjauan Visual pada Kemasan Teh Botol Sosro Edisi Khusus Tahun 2023 Menggunakan Teori Semiotika Pendekatan Roland Barthes. ICADECS, 2(1), 1–14.
Aziz, F. (2020). Mitologi dan Konstruksi Budaya Masyarakat Bubakan Mijen Semarang dalam Tinjauan Roland Barthes. Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan, 8(1), 115–136. https://doi.org/10.21043/fikrah.v8i1.7064
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.
Endraswara, S. (2016). Ekologi Sastra: Konsep, Teori, dan Terapa. Morfalingua.
Gazalia, Ulinsab, Yunidar, & Indra. (2023). Representasi Nilai dalam Ritual Balia Tampilangi Etnik Kaili: Kajian Hermeneutik. Sawerigading, 29(1), 67–83.
Hartono, B., & Massaguni, M. (2025). Perlawanan dalam Puisi Peringatan Karya Wiji Thukul: Telaah Semiotik Roland Barthes. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 4(2), 464–471. https://doi.org/10.55606/jurribah.v4i2.5949
Juliant, T. A. (2024). Representasi Mitos dan Kepercayaan Lokal dalam Film Sekawan Limo: Kajian Semiotika Roland Barthes. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(6), 2704–2729.
Kadir, H. (2025). Analisis Makna Puisi “Penunggu Gunung Berapi” Karya W.S. Rendra: Kajian Semiotik Barthes. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 03(04), 3841–3849. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1041
Maharani, S. E., Sunarya, & Zaidah, N. (2024). Mitos dalam Uba-rampe Buka Luwur di Makam Nyai Ageng Ngerang: Kajian Semiotika Roland Barthes. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(6), 2897–2903. https://doi.org/10.38035/rrj.
Maida, K. Al, & Suryaman, M. (2023). Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal di Dieng: Sebuah Kajian Semiotika Roland Barthes. Jurnal Semiotika, 17(1), 41–53. https://doi.org/10.30813/s:jk.v17i1.3961
Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Mubarok, H., Sudikan, S. Y., & Suhartono. (2025). Representasi Kemuliaan Seorang Ibu Perspektif Budaya Madura dalam Puisi D . Zawawi Imron: Kajian Semiotika Roland Barthes. Ghâncaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 301–320. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.21677
Nafi’aha, W., & Khusyairi, J. A. (2023). Makna terhadap Mitos Relasi Manusia dan Tumbuhan dalam Manuskrip Lontar Juwarsah: Kajian Semiotika Roland Barthes. Atavisme, 26(1), 39–53. https://doi.org/10.24257/atavisme.v26i1.860.39-53
Nurgiyantoro, B. (2018). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. UGM Press.
Pangestu, A. A. (2023). Analisis Teori Mitos Roland Barthes pada Iklan AQUA “Burung Botol.” Prosding Seminar Nasional Desain dan Media, 1000–1004.
Rimang, S. A., Effendy, C., & Seli, S. (2019). Mitologi Tionghoa dalam Antologi Puisi Konde Penyair Han dan Benih Kayu Dewa dapur Karya Hanna Fransisca. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(2), 1–9.
Safar, M. B. U., Lembah, G., & Syamsuddin. (2022). Pemetaan Folklor Suku Kaili Da’a. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(3), 2539–2546.
Sahida, L. O. M., Sifatu, W. O., & Janu, L. (2018). Persepsi Masyarakat terhadap Air Matakidi (Studi di Desa Mata Kidi Kecamatan Lawa). Etnoreflika, 7(1), 42–49. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v7i1.538
Samatan, N., Abdullah, N., Yusriyah, K., Maulana, Y., & Zulzilah, S. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Representasi Tradisi Molabot Tumbe di Banggai. International Journal of Communication, Management and Humanities, 2(1), 11–21.
Shidqi, R. D., & Sari, R. P. (2025). Makna Hewan Kucing Hitam: Analisis Semiotika Roland Barthes. Mahadaya, 5(2), 219–230.
Sihombing, A., Sobirin, M., & Herman, H. (2025). Makna Simbolik Lompat Batu Nias dalam Perspektif Sastra dan Budaya: Kajian Semiotik Roland Barthes. Literasi Bahasa dan Sastra (LIBAS) Journal, 2(2), 104–115. https://doi.org/10.63462/yw5zwb61
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Trisnawati, Y., Murniviyanti, L., & Nufus, H. (2021). Mitologi Masyarakat Jawa dalam Buku Primbon Betaljemur Adammakna di Desa Saleh Agung Kecamatan Air Saleh. Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia), 11(1), 33–41. https://doi.org/10.31851/pembahsi.v11i1.4731
Utami, N. D. (2019). Pergeseran Nilai Sosial Masyarakat Adat: Penelitian di Masyarakat Adat Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Utomo, I. W. (2017). Mitos Kebebasan Wanita dalam Iklan (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Iklan 3 / Tri Versi Kebebasan Wanita di Televsi). Jurnal Komunikasi, 8(2), 19–23.
Wibowo, W. T. (2021). Fenomena Poligami Tokoh Publik (Semiotika Roland Barthes dalam Konstruksi Makna Gambar Poligami Tokoh Publik). Academic Journal of Da’wa and Communication, 2(2), 187–219. https://doi.org/10.22515/ajdc.v2i2.3360
Yelly, P. (2019). Analisis Makhluk Superior (Naga) dalam Legenda Danau Kembar (Kajian Semiotika Roland Barthes: Dua Pertandaan Jadi Mitos). Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 16(2), 121–125. https://doi.org/10.37755/jsbi.v16i2.200
Yunidar, Lembah, G., Yotolembah, A. N. I. G., Ulinsa, Aryuni, M., & Samad, M. A. (2022). Tradisi Lisan Nora’a Keke: Ritual Pengendalian Bencana Suku Kaili di Lembah Palu. Jurnal Gramatika, 8(2), 253–266. https://doi.org/10.22202/jg.v8i2.6220
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i2.8453
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur





















