The Ecology of Kaili Oral Literature in Narrative and Non-Narrative Form in Dolo District, Sigi Regency

Gazali Gazali, Syamsuddin Syamsuddin, Agustan Agustan, Ade Nurul Izatti, Fadillah Fadillah

Abstract


Indonesia possesses a rich tradition of oral literature that reflects local culture and indigenous wisdom, with regional languages serving as inherited cultural identities across generations. One of these traditions is the Kaili oral literature in the Ledo dialect, which is actively preserved in Dolo District, Sigi Regency, Central Sulawesi. This study aims to examine the forms and ecological meanings of Kaili oral literature, both narrative and non-narrative, and to document its role in preserving local cultural and environmental knowledge. Using a literary ecology approach, this study analyzes the relationship between culture and environment as represented in oral traditions, focusing on how human interactions with nature, social life, and spiritual beliefs are encoded in oral expressions. The data were analyzed qualitatively to identify linguistic forms, symbolic meanings, and ecological values embedded in legends, myths, customary expressions, poems, and folk songs. The findings show that Kaili oral literature comprises narrative forms (legends and myths) and non-narrative forms (customary expressions, poetry, and folk songs), all of which embody ecological values such as environmental ethics, respect for nature, social harmony, and spiritual balance. Narrative texts emphasize human–nature–spiritual relationships through symbolic events, while non-narrative texts function as moral guidance, social regulation, and ecological awareness in daily life. Kaili oral literature serves not only as cultural heritage but also as a medium of ecological education that reinforces the interconnectedness between humans and the environment.

Abstrak
Indonesia memiliki kekayaan tradisi sastra lisan yang mencerminkan budaya dan kearifan lokal, dengan bahasa daerah sebagai identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu di antaranya adalah sastra lisan Kaili dialek Ledo yang berkembang di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan makna ekologis sastra lisan Kaili, baik dalam bentuk naratif maupun non-naratif, serta mendokumentasikan perannya dalam pelestarian pengetahuan budaya dan lingkungan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi sastra untuk menganalisis hubungan antara budaya dan lingkungan sebagaimana tercermin dalam tradisi lisan. Analisis difokuskan pada bentuk linguistik, makna simbolik, serta nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam legenda, mitos, ungkapan adat, syair, dan nyanyian rakyat. Data dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi pola representasi hubungan manusia dengan alam, sosial, dan spiritual dalam tradisi lisan Kaili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra lisan Kaili terdiri atas bentuk naratif (legenda dan mitos) serta non-naratif (ungkapan adat, syair, dan nyanyian rakyat) yang sama-sama mengandung nilai ekologi. Sastra lisan naratif menekankan relasi manusia, alam, dan spiritual melalui simbolisasi peristiwa dan tokoh, sedangkan sastra lisan non-naratif berfungsi sebagai media pendidikan moral, pengendalian sosial, dan penanaman kesadaran ekologis dalam kehidupan sehari-hari. Sastra lisan Kaili tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan ekologis yang menegaskan keterhubungan manusia dengan lingkungan dan semesta.

Keywords


ecology; oral literature; Kaili; Sigi district

Full Text:

PDF

References


Arafah, B., Abbas, H., & Hikmah, N. (2021). Saving the environment: Environmental lessonsin colin thiele’s february dragon. Journal of Language Teaching and Research, 12(6), 935–941. https://doi.org/10.17507/JLTR.1206.09

Arianto, T., & Simanjuntak, D. S. R. (2020). Representation of ecocriticism in the folklore of Mak Ungkai Spirit. Studies in English Language and Education, 7(2), 576–591. https://doi.org/10.24815/siele.v7i2.16822

Baranovitch, N. (2021). The ethnic ecocritical animal: Animal protagonists and ethnic environmentalism in contemporary Sino-Mongolian literature and art. Modern Asian Studies, 55(3), 1015–1063. https://doi.org/10.1017/S0026749X20000062

Endraswara, S. (2016). Metodologi penelitian ekologi sastra. Media Pressindo.

Endraswara, S. (2018). Antropologi sastra lisan: Perspektif, teori, dan praktik pengkajian. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Estok, S. C. (2020). Intermedial apocalypticism and the growing Anthropocene crises. Ekphrasis, 24(2), 208–224. https://doi.org/10.24193/EKPHRASIS.24.11

Faizah, D. A. (2024). Representasi alam dan lingkungan pada Cerita Jagapati Bumi sebagai media edukasi ekologis bagi remaja. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 433–450. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17248

Garrard, G. (2004). Ecocriticism. Routledge. https://doi.org/10.58186/2782-3660-2022-2-4-34-61

Hariati, P. (2025). Pengantar ekolinguistik: Menyatukan bahasa dan alam. Serasi Media Teknologi.

Harimansyah, G., Setiawan, D., Suladi, S., Inayatusshalihah, I., Jalbi, I., Purwaningsih, P., ... & Prasetyawan Ps, N. A. (2019). Menjaga bahasa, memuliakan bangsa: Bunga rampai konservasi bahasa dan sastra daerah. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Herawati. (2015). Identitas kultural dan karakteristik lisan orang Kaili dalam Mantra Tamabunto. Jurnal Kandai, 11(2), 250–262. https://doi.org/10.26499/jk.v11i2.224

Indriyanto, K. (2020). Aloha Aina: Native Hawai’ians’environmental perspective in O.A Bushnell’s Ka’a’awa. Rupkatha Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 12(1). https://doi.org/10.21659/rupkatha.v12n1.04

Insani, N. N., & Ridha, M. R. (2025). Ancaman pergeseran bahasa daerah dan dampaknya terhadap keberlanjutan warisan budaya di era global. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(5), 91—96. https://doi.org/10.59435/menulis.v1i5.236

Juanda & Azis. (2023). Dolphin conservation in Pengelana Laut short story: Greg Garrard’s ecocriticism study. Theory and Practice in Language Studies, 13(9), 2303–2312. https://doi.org/10.17507/tpls.1309.17

Kamaruddin, A., Ulinsa, Lembah, G., Harisah, S., & Bakri, T. (2022). Nilai pendidikan karakter dalam ungkapan bahasa Kaili Dialek Rai. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 11(2), 399–409. https://doi.org/10.26499/jentera.v11i2.5628

Mardiah, M. (2022). The cultural values present in the oral literature of Kaili Rai. Pulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature, & Linguistics, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.58989/plj.v1i1.3

Mufidah, NI, Purbani, W., Nurhayati, A., & Haryati, I. (2025). Peningkatan penelitian ekokritik tahun 2014–2024: Sebuah analisis bibliometrik. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya , 8(2), 375–392. https://doi.org/10.30872/diglosia.v8i2.1148

Nofrahadi, Andayani, Suyitno, & Wardani, N. E. (2022). Representation of functions of natural environment settings in the Kaba Minangkabau: An ecocritical study. GEMA Online Journal of Language Studies, 22(4), 214–231. https://doi.org/10.17576/gema-2022-2204-12

Purnamasari, A., Hudiyono, Y., & Rijal, S. (2017). Analisis sosiologi sastra dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 1(2). http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v1i2.681

Sadouni, B., & Amrieh, Y. A. (2022). The stories trees tell: Jad El Hage’s The Myrtle Tree and Sinan Antoon’s The Corpse Washer. Jordan Journal of Modern Languages and Literatures, 14(3), 671–690. https://doi.org/10.47012/jjmll.14.3.13

Sihombing, L. (2024). Kajian ekologi sastra lisan dalam cerita rakyat Aek Sipanggolu di Kabupaten Humbang Hasundutan. Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, 1(1), 7-7. https://doi.org/10.47134/jbdi.v1i2.2315

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukmawan, S. (2015). Sastra lingkungan: Sastra lisan Jawa dalam perspektif ekokritik sastra. Universitas Brawijaya Press.

Sultoni, A., Suwandi, S., Andayani, M. P., & Sumarwati, M. P. (2024). Kearifan Ekologis Masyarakat Banyumas. Selat Media.

Vuspitasari, B. K. (2025). Kearifan lokal sebagai daya tarik wisata. Uwais Inspirasi Indonesia.

Yunidar, M. (2025). Bahasa, budaya, dan masyarakat: Perspektif sosiolinguistik kontemporer. Kaizen Media Publishing

Yunidar. (2023). Makna simbolik tarian dan syair Rego pada tradisi lisan Suku Kaili. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra,9(1), 710-719. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2620




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v15i1.8465

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

DOAJSINTAGoogle ScholarPKP IndexcrossrefDimensionsPKP IndexEBSCO Information ServicescilitMorarefSHERPA / RomeoEBSCO Information ServiceOCLC World Cat BASETROVEGARUDAColumbia University Libraries

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 

@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

View My Stats