Reconstruction of Past Disasters Mitigation in Sěrat Primbon Palintangan Palinḍon Pakědutan (Add.12311): Collective Memory Studies on Maurice Halbwachs’ Perspective

Isna Ilham Nur Rizki, Yosi Wulandari, Ghis Nggar Dwiadmojo, I Kadek Purnawan

Abstract


This study aims to examine the Sĕrat Primbon Palintangan Palinḍon Pakĕdutan (Add.12311) as a form of the Javanese people’s collective memory of disasters and reconstruct the culture-based disaster mitigation potential contained within it. This study employs a descriptive qualitative method using Maurice Halbwachs’ collective memory approach. The primary data source is the manuscript Sĕrat Primbon Palintangan Palinḍon Pakĕdutan (Add.12311) from the British Library collection, analyzed through literature review and qualitative content analysis. The results indicate that earthquakes in the Palindon text are understood not only as natural phenomena but also as indicators of social, health, economic, and environmental changes. Experiences regarding social conflict, food crises, disease outbreaks, population displacement, and ecological vulnerabilities are organized as collective memory passed down through Javanese written traditions. This study also found the existence of culture-based disaster mitigation awareness, manifested in vigilance toward environmental changes, the strengthening of social solidarity, preparedness for food and health crises, and the maintenance of socio-ecological balance in the face of crisis situations. Thus, the Palindon texts serve as a medium for transmitting traditional disaster knowledge that remains relevant for strengthening culture-based disaster mitigation in contemporary society.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Sĕrat Primbon Palintangan Palinḍon Pakĕdutan (Add.12311) sebagai bentuk memori kolektif masyarakat Jawa tentang bencana dan merekonstruksi potensi mitigasi bencana berbasis budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan memori kolektif Maurice Halbwachs. Sumber data utama adalah manuskrip Sĕrat Primbon Palintangan Palinḍon Pakĕdutan (Add.12311) dari koleksi British Library, yang dianalisis melalui tinjauan pustaka dan analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gempa bumi dalam teks Palindon dipahami tidak hanya sebagai fenomena alam tetapi juga sebagai indikator perubahan sosial, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Pengalaman mengenai konflik sosial, krisis pangan, wabah penyakit, pengungsian penduduk, dan kerentanan ekologis diorganisasikan sebagai memori kolektif yang diturunkan melalui tradisi tulis Jawa. Studi ini juga menemukan adanya kesadaran mitigasi bencana berbasis budaya, yang termanifestasi dalam kewaspadaan terhadap perubahan lingkungan, penguatan solidaritas sosial, kesiapan menghadapi krisis pangan dan kesehatan, serta pemeliharaan keseimbangan sosial-ekologis dalam menghadapi situasi krisis. Dengan demikian, teks-teks Palindon berfungsi sebagai media untuk menyampaikan pengetahuan tradisional tentang bencana yang tetap relevan untuk memperkuat mitigasi bencana berbasis budaya dalam masyarakat kontemporer.

Keywords


collective memory; disaster mitigation; maurice halbwachs; serat palindon

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Kalamollah, M., & Mahmud, A. (2025). Interaksi sosial pesantren dengan masyarakat Tionghoa Madura (Studi kasus pertautan pendidikan dan sosial Demangan-Pecinan di Bangkalan). El Banat, 15(1), 66–86. https://doi.org/10.54180/elbanat.2025.15.1.66-86

Amelia, S., Zulfa, Z., & Yulia, R. (2024). Memori kolektif masyarakat dalam peristiwa gempa di Kabupaten Pasaman. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 19118–19124. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i2.15190

Astiana, Y. I. (2024). Identifikasi dampak pasca gempa bumi di Kabupaten Cianjur menggunakan WAHANA PUNA. Univesitas Winaya Mukti.

Baga, M., & Usu, N. R. (2023). Tracing collective memory and social change in the communities around Limboto Lake, Gorontalo. International Journal of Social Sciences, 6(1), 11–18. https://doi.org/10.21744/ijss.v6n1.2005

Conde-Caballero, D., Rivero-Jiménez, B., & Mariano-Juárez, L. (2021). Memories of hunger, continuities, and food choices: An ethnography of the elderly in extremadura (Spain). Appetite, 164. https://doi.org/10.1016/j.appet.2021.105267

Darojat, W. I., Saryono, D., & Zahro, A. (2024). Memori kolektif masyarakat Batavia dalam novel Al-Masih : Putra Sang Perawan karya Tasaro GK. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 10(1), 134–144.

Dewi, B. V. T., & Sukmawati, A. M. (2020). Pemetaan perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat pasca gempa bumi di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 12(2), 83–93.

Dwiadmojo, G. N. (2020). Koneksi pusat dan pinggiran: Perbandingan teks primbon Palindon Kraton Yogyakarta dan Palilindon Merapi-Merabu. Jumantara, 11(1), 19–36. https://doi.org/10.37014/jumantara.v11i1.679

Fatanti, M. N., Rahmiati, D., & Yustisia, I. R. (2019). Merawat tradisi lokal sebagai strategi pengurangan risiko bencana di Dusun Brau, Jawa Timur. IPTEK-KOM, 21(1), 75–91. http//dx.doi.org/10.33164/iptekkom.21.1.2019. hal 75-91

Firdaus, A., Lestari, F., Afiff, S. A., & Herdiansyah, H. (2023). Integration of knowledge and local wisdom for disaster resilience in Anak Krakatau volcano. Jàmbá:Journal of Disaster Risk Studies, 15(1), 1–12.

Fitriani, L. M., & Purnomo, B. (2021). Pedoman hidup dalam naskah Weddhasatmaka (Kajian intertekstual). Baradha: Jurnal Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, 1, 1–25.

Gunawan, H. (2023). Analisis peran masyarakat pesisir terhadap ketahanan pascabencana alam di desa pesisir. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT), 1, 47–52. http://dx.doi.org/10.15578/jkpt.v1i0.12062

Hammada, M. A. S., & Sampean. (2024). Modal kultural masyarakat di daerah rawan bencana di Indonesia: Kajian berdasarkan karakteristik wilayah. Humanika, 31(2), 158–171.

Hedriyanti, G., & AB, S. (2021). Peran perempuan terhadap penanggulangan bencana di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Mimbar Kesejahteraan Sosial, 4(2), 21–37.

Husaini, S. A. (2023). Memori kolektif masyarakat terhadap bencana Situ Gintung tahun 2009. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Iqbal, K., & Widodo. (2024). Serat Jarwasasana: Representasi masyarakat Jawa dalam membangun rumah melalui perspektif Bourdieu. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 10(3), 2857–2870. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i3.3901

Kamalya, N., Rifani, D., & Safitri, A. (2025). Peran pemuda dalam pelestarian kearifan lokal “Smong” di Simeulue. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 15(1), 33–46. https://doi.org/10.17509/sosietas.v15i1.83420

Kosim, Gunaawan, Rokhmat, J., Verawati, N. N. S. P., & Busyairi, A. (2024). Local wisdom as a foundation for earthquake disaster mitigation education to create disaster resilient generations: A case study in Lombok Island. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT), 10(2), 538–544. https://doi.org/10.29303/jpft.v10i2.8278

Krippendorff, K. H. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage Publications.

Kurniawan, H. C., & Setyawan, B. W. (2021). Upacara adat sedekah Gunung sebagai sarana mitigasi bencana letusan Gunung Merapi berbasis Local Wisdom. Al Kawnu: Science and Local Wisdom Journal, 1(1), 6–16. https://doi.org/10.18592/alkawnu.v1i1.5087

Marhadi, A., Ino, L., Sewa, R., Janu, L., Said, T., & Gaho, R. (2024). Understanding local wisdom as specific knowledge in natural disaster mitigation: An empirical lesson in Tiworo, Indonesia. Kasetsart Journal of Social Sciences, 45, 1383–1392.

Maulidin, R., Indra, I., & Abubakar, Y. (2022). Kajian tingkat kerentanan sosial terhadap masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Trienggadeng pasca gempa bumi Pidie Jaya 2016. JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA), 6(4), 341–355. https://doi.org/10.24815/jipi.v6i3.28353

Monteil, C., Barclay, J., & Hicks, A. (2020). Remembering, forgetting, and absencing disasters in the post-disaster recovery process. International Journal of Disaster Risk Science, 11(3), 287–299. https://doi.org/10.1007/s13753-020-00277-8

Mustofa, M., & Handini, O. (2020). Pendidikan kebencanaan berbasis kearifan lokal dalam penguatan karakter siap siaga bencana. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 4(2), 200–209. https://doi.org/10.29408/geodika.v4i2.2776

Nasser, R. (2025). ‘The Child That I Left Behind’: Memory, trauma, and the reconstruction of childhood in Nakba narratives. Frontiers in Psychology, 16, 1–14. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1656549

Ndlovu, E., Prinsloo, B., & Roux, T. le. (2020). Impact of climate change and variability on traditional farming systems: Farmers’ perceptions from semi-arid Southwest Zimbabwe. Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies, 12(1), 1–19. https://doi.org/10.4102/jamba.v12i1.742

Nopriyasman, N., Asnan, G., Fauzi, A., Hastuti, I. P. H., Ritonga, A. H., Kurniawan, V., & Mairiska, R. (2024). Reading indigenous signs: The wisdom of Nagari communities toward natural disasters in Pasaman Barat. International Journal of Disaster Risk Reduction, 107, 104497. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2024.104497

Puspitaningrum, D. (2022). Konvergensi media dan memori kolektif masyarakat Indonesia. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(11), 3675–3686.

Ragil, C., Pramana, A. Y. E., & Efendi, H. (2020). Kearifan lokal dalam mitigasi bencana di wilayah lereng Gunung Merapi Studi Kasus Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Reka Ruang, 3(1), 10–18.

Rahmadani, D., Arifin, Z., & Rahman, F. (2024). Pengetahuan lokal masyarakat pesisir pantai dan mitigasi bencana di Sumatra Barat. Jurnal Mahasiswa Antropologi dan Sosiologi Indonesia (JuMASI), 2(2), 63–76.

Rahman, A., Riyani, M., & Hanafiah. (2020). Cagar budaya dan memori kolektif: Membangun kesadaran sejarah masyarakat lokal berbasis peninggalan cagar budaya di Aceh bagian timur. Mozaik Humaniora, 20(1), 12–25. https://doi.org/10.20473/mozaik.v20i1.7513

Sakamoto, M. (2021). Transferring historical disaster memories: The 1925 North Tajima earthquake. Journal of Disaster Research, 16(2), 163–169. https://doi.org/10.20965/jdr.2021.p0163

Sandoval-Díaz, J., Navarrete-Valladares, C., Suazo-Muñoz, C., & Martínez-Labrín, S. (2023). Collective memories and previous experiences of older people in the face of disaster risk processes: Lessons learned, implications, and social support. Frontiers in Climate, 1–15. https://doi.org/10.3389/fclim.2023.1272219

Saputra, M. Z. (2025). Local wisdom and disaster-related collective memory in Indonesian communities. Disaster and Resilience, 1(1), 26–30.

Sartika, Ardilah, K., & Sholeh, K. (2024). Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA) dalam memori kolektif masyarakat Kota Palembang tahun 1945-1947. CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya, 2(2), 119–134. https://doi.org/10.35905/carita.v2i2.8683

Setiani, N. P., & Fatimah, S. (2025). Siti Manggopoh: Dalam memori kolektif masyarakat Manggopoh pada Perang Brlasting 1908. Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya, 5(4), 2884–2898. https://doi.org/10.58578/yasin.v5i4.5862

Silviana, D., Rizky, C. G., Shafira, N. S., & Amaniyya, A. (2025). Resiliensi pascabencana: Eksplorasi pengalaman sosial dan emosional penyintas tsunami Aceh. Jurnal Intensi: Integrasi Riset PsikologI, 3(2), 35–49. https://doi.org/10.26486/intensi.v3i2.4619

Sulistiyani, A. T., & Zulfa, M. T. (2023). Smong: Kearifan lokal sebagai bentuk warisan budaya mitigasi. Jurnal Desentralisasi dan Kebijakan Publik (JDKP), 4(2), 145–160. https://doi.org/10.30656/jdkp.v4i2.7406

Walshe, R. A., Adamson, G. C. D., & Kelman, I. (2020). Helices of disaster memory: How forgetting and remembering influence tropical cyclone response in Mauritius. International Journal of Disaster Risk Reduction, 50, 1–13. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2020.101901

Wulandari, M. D., & Ulfah, N. (2021). Keterkaitan antar industri dan antar wilayah bagi perekonomian Sulawesi Barat: Studi dampak gempa. Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia, 1(3), 261–267. https://doi.org/10.11594/jesi.01.03.11

Yuliardi, Y. (2025). Collective memory as a disaster preparedness instrument: A cross-country thematic analysis. Disaster and ResiliencE, 1(1), 31–35.

Zara, N., Novalia, V., Zahara, C. I., Muna, Z., Dewi, R., Siregar, S. R., & Sayuti, M. (2024). Penyuluhan pencegahan penyakit infeksi menular pascabanjir dan pembagian sembako pada masyarakat di Desa Keutapang. AUXILIUM: Jurnal Pengabdian Kesehatan, 2(1), 49–53.




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v15i1.8517

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

DOAJSINTAGoogle ScholarPKP IndexcrossrefDimensionsPKP IndexEBSCO Information ServicescilitMorarefSHERPA / RomeoEBSCO Information ServiceOCLC World Cat BASETROVEGARUDAColumbia University Libraries

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 

@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

View My Stats