Integration of Character Values Based on Thomas Lickona's Theory in the Berau Folktale Batu Bual as an Innovation for Modern Learning
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Batu Bual dari Kabupaten Berau berdasarkan teori pendidikan karakter Thomas Lickona. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Sumber data utama berasal dari buku Cerita Rakyat Paser dan Berau, sedangkan data penelitian berupa kutipan teks yang mengandung nilai pendidikan karakter. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan membaca dan menelaah teks cerita rakyat secara menyeluruh. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Batu Bual mengandung nilai pendidikan karakter berupa kejujuran, tanggung jawab, patriotisme, persaingan yang sehat, harmoni, dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui tindakan dan sikap tokoh yang menunjukkan aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action. Dengan demikian, cerita rakyat Batu Bual dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal bagi generasi muda.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmadi, M., Ardianti, S. D., & Pratiwi, I. A. (2021). Nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Sendang Widodari Kabupaten Kudus. Progres Pendidikan, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.29303/prospek.v2i1.55
Asriani, A., Maksum, H., Azmi, N., Khairuddin, K., & Nurul Amla, R. (2026). Concept of Implementing Folktales in Indonesian Language Learning for the Development of The Nation’s Democratic Spirit. Proceedings Academic Universitas Jambi, 30–38. https://doi.org/10.22437/proca.v2i1.50579
Bascom, W. (1965). The Forms of Folklore: Prose Narratives. The Journal of American Folklore, 78(307), 3–20. https://doi.org/10.2307/538099
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
Danandjaja, J. (1984). Folklor Indonesia: ilmu gosip, dongeng dan lain-lain. Grafiti Pers.
Erianty, R., Sunarsih, E., & Yanti, L. (2024). Nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Raja Sinadin. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3). https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.33466
Hasibuan, N. S., Pulungan, H. R., Azelia, C., Hutabarat, A. P., Nanda, N., & Wahyudi, A. (2024). Development of Mandailing Natal folklore teaching materials based on local wisdom of Marsali with the aid of canva online comics. Indonesian Journal of Educational Development (IJED), 5(3), 385–393. https://doi.org/10.59672/ijed.v5i3.4106
Humairoh, F., Rahman, E., & Rasdana, O. (2025). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Batang Tuaka. Jurnal Basataka (JBT), 8(1), 556–563. https://doi.org/10.36277/basataka.v8i1.733
Husaini, H. (2021). Pembelajaran Materi Pendidikan Akhlak. CV. Pusdikra Mitra Jaya.
Husni, R., & Norman, E. (2018). Deliberalisasi pendidikan karakter “Respect and Responsibility” Thomas Lickona. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 257–274. https://doi.org/10.32832/tawazun.v8i2.1129
Irwani, T. (2018). Kepuasan kerja guru Sekolah Dasar dalam Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4(1).
Lickona, T. (1992). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam.
Lisa, N., Sulissusiawan, A., & Syahrani, A. (2020). Struktur folklor dalam tradisi Antar Ajong pada masyarakat Melayu Sambas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 9(9), 1–12. https://doi.org/10.26418/jppk.v9i9.42428
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. SAGE Publications.
Nugroho, I. P. S. S. S. A. (2023). Perception of character education through heroism lembak ethnic folk story figures. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 9(4), 455–461. https://jurnal.iicet.org/index.php/jppi/article/view/3299/1867
Pambudi, W. B. (2023). Perbandingan nilai budaya pada cerita rakyat Malin Kundang dan cerita rakyat Si Tanggang. Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 203–219. https://doi.org/10.30651/lf.v7i2.11921
Propp, V. (2010). Morphology of the Folktale: Second Edition. University of Texas Press.
Rahmawati, I. S., Sutrisna, D., & Nisya, R. K. (2023). Nilai-nilai kearifan lokal dan pendidikan karakter dalam cerita rakyat Lutung Kasarung. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2), 1147–1157. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.4397
Samani, M. (2012). Pendidikan karakter konsep dan model. PT Remaja Rosdakarya.
Santosa, I., Lutfi, L., Kheryadi, K., Dinihari, Y., Handayani, W., & Alawiyah, S. (2022). Character Education Value from Ten Folktales in Indonesia as Cyber Literature. Kawalu: Journal of Local Culture, 9(1), 1–18. http://dx.doi.org/10.32678/kawalu.v9i1
Setiaji, A., Handayani, N., Alwiyah, T., & Hitjah, I. (2026). Maluku folktales: Character education values, opportunities, and challenges in Indonesian language learning. Diksi, 34(1), 67–88. https://doi.org/10.21831/diksi.v34i1.89479
Setyawan, A., Suwandi, S., & Slamet, S. Y. (2017). Muatan pendidikan karakter dalam cerita rakyat di Pacitan. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 199–211. https://doi.org/10.21831/jpk.v7i2.21778
Sibarani, R. (2015). Pendekatan antropolinguistik terhadap kajian tradisi lisan. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(1), 1–17. https://doi.org/10.22225/jr.1.1.2015.1-17
Simbolon, H., & Mandalahi, A. R. (2025). Integrating Local Folklore into Language Education: A Case Study of the Danau Toba Narrative in Indonesian Secondary Schools. Jurnal Tahuri, 22(1), 68–82. https://doi.org/10.30598/tahurivol22issue1page68-82
Soleh, D. R. (2020). Pembelajaran sastra lisan berbasis soft skill dalam penerapan literasi digital. Prosiding Seminar Daring Nasional: Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar, 160–166.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi revisi). Alfabeta.
Sumarto, S. (2019). Budaya, pemahaman dan penerapannya “aspek sistem religi, bahasa, pengetahuan, sosial, keseninan dan teknologi”. Jurnal Literasiologi, 1(2), 144–159. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49
Yanuardianto, E. (2021). Konsepsi pendidikan karakter anak perspektif Thomas Lickona (studi kritis dalam menjawab problem moral di Indonesia). FAJAR: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 63–80. https://doi.org/10.56013/fj.v1i1.1100
Yusliyanto, A. (2019). Budaya lokal masyarakat batak dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar (kajian antropologi sastra Clyde Kluckhohn). Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 1–14.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v15i1.8576
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur





















