PERSPEKTIF BOURDIEU PADA POLA INTERRELASI PADA EKSISTENSI LENGGER LANANG LANGGENG SARI DALAM PERTUNJUKAN SENI DI BANYUMAS
Abstract
Penelitian ini berjudul Perspektif Bourdieu pada Pola Interrelasi pada eksistensi Lengger Lanang Langgeng Sari dalam Pertunjukan Seni di Banyumas bertujuan untuk mengungkap pola interrelasi mendukung eksistensi Lengger Lanang di Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan teori Bourdieu untuk menganalisis fenomena ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa arena, modal, habitus, dan lintasan adalah unsur-unsur yang saling terkait yang mendukung eksistensi lengger lanang hingga saat ini. Namun, bidang ini menunjukkan sebagai pemantik munculnya kembali Komunitas Lengger Lanang Langgeng Sari dalam seni pertunjukan Banyumas. Lebih jauh, modal diakui sebagai modal budaya dan simbolik di mana mereka dikelilingi oleh seniman tradisional dan pemerintah yang mendukung mereka. Modal simbolis juga mengarah pada penerimaan masyarakat untuk keunikan. Sementara, habitus adalah keterampilan lengkap setiap anggota di masyarakat yang mengikat mereka dalam harmoni. Akhirnya, lintasan ini didefinisikan sebagai penerimaan lengger sepenuhnya karena Lengger dikaitkan dengan Banyumas pada pekerja seni lainnya di Banyumas ini.
Penelitian ini berjudul Perspektif Bourdieu pada Pola Interrelasi pada eksistensi Lengger Lanang Langgeng Sari dalam Pertunjukan Seni di Banyumas bertujuan untuk mengungkap pola interrelasi mendukung eksistensi Lengger Lanang di Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan teori Bourdieu untuk menganalisis fenomena ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa arena, modal, habitus, dan lintasan adalah unsur-unsur yang saling terkait yang mendukung eksistensi lengger lanang hingga saat ini. Namun, bidang ini menunjukkan sebagai pemantik munculnya kembali Komunitas Lengger Lanang Langgeng Sari dalam seni pertunjukan Banyumas. Lebih jauh, modal diakui sebagai modal budaya dan simbolik di mana mereka dikelilingi oleh seniman tradisional dan pemerintah yang mendukung mereka. Modal simbolis juga mengarah pada penerimaan masyarakat untuk keunikan. Sementara, habitus adalah keterampilan lengkap setiap anggota di masyarakat yang mengikat mereka dalam harmoni. Akhirnya, lintasan ini didefinisikan sebagai penerimaan lengger sepenuhnya karena Lengger dikaitkan dengan Banyumas pada pekerja seni lainnya di Banyumas ini.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Anwar, Saeful. (2015, Desember). Produksi Simbol Dalam Sampul Buku Sastra Terbitan Gramedia. Jurnal Poetika, Vol. III No.2, (81-90)
Bourdieu, Pierre. 2010. Arena Produksi Kultural Sebuah Kajian Sosiologi Sastra: Terjemahan Yudi Santosa. Bantul: Kreasi Wacana
Bourdieu, P.( 1984). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Massachussets; Harvard University Press. Print
During, Simon. (2001).The Cultural Studies Reader.New York: Routledge
Gray, Ann. (2003). Research practice for cultural studies. Britain: Sage Publication
Kamphuis, C.B.M., Jansen,T., Mackenbach, J.P., Van Lenthe, F.J., (2015, Agustus). Bourdieu’s Cultural Capital in Relation to Food Choices: A Systematic Review of Cultural Capital Indicators and an Empirical Proof of Concept. PloS ONE 10(8): e130695. doi:10.1371/journal.pone.0130695
Kaplan, David and Robert Manners. (2002). Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Karnanta, Kukuh. (2013, Juli). Paradigma Teori Arena Produksi Kultural Sastra: Kajian Terhadap Pemikiran Perre Bourdieu. Jurnal Poetika, Vol. 1 No. 1, (3-15)
Karnanta, Kukuh. (2015, Desember). Sastra ‘Mungkin’: Kontestasi Simbolik Andrea Hirata Dalam Arena Sastra Indonesia. Jurnal Poetika, Vol.III No.2, (91-101)
Lubis, Akhyar Yusuf.(2014). Postmodernism: Teori dan Metode. Depok: PT. Rajagrafindo Persada
Mander, Mary S. (1987). Bourdieu, the Sociology of Culture and Cultural Studies: a critique. European Journal of Communication, SAGE, London. Vol 2, 427-453.
Ngarachu, Fiona. (2014). Applying Pierre Bourdieu’s Concepts of Habitus and Field to The Study of Ethnicity in Kenya. Journal of Language, Technology & Entrepreneurship in Africa, Vol.5 No.1, (57-69)
Reed-Danahay, D. Locating Bourdieu. (2004). Bloomington: Indiana University Press
Sarup, Madan. (2007). Possrtukturalisme dan Posmodernisme: sebuah pengantar kritis. Yogyakarta: Jendela.
Sobur, Alex.( 2009). Semiotika k=Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v7i2.916
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur




















