KONSEP HEWAN DAN PESANNYA DALAM PARIBASA DAN BABASAN SUNDA

Kartika Kartika

Abstract


Manusia dan hewan telah lama hidup berdampingan dan berinteraksi. Kedekatan hubungan hewan dan manusia dalam kehidupan ini tercermin dalam hubungan rantai makanan, alat bantu dalam sistem produksi, investasi atau kekayaan, atau sekadar sebagai peliharaan. Sama halnya, kehidupan keseharian masyarakat Sunda pun tidak dapat dilepaskan dari hewan. Secara verbal kedekatan hubungan itu tercermin pada penggunaan konsep hewan dalam paribasa dan babasan Sunda. Tulisan ini hendak mengungkap konsep hewan apa yang digunakan dalam paribasa dan babasan Sunda, serta pesan yang terkandung di dalamnya. Paribasa dan babasan Sunda yang dijadikan data dalam tulisan ini dipilih yang khusus mengandung nama atau jenis hewan dengan menggunakan teknik simak dan catat. Data kemudian diklasifikasi berdasarkan jenisnya dan kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis hewan yang digunakan dalam paribasa dan babasan Sunda sangat bervariasi mulai hewan berkaki empat seperti kerbau sampai organisme mikroskopis semacam tungau. Pesan yang terkandung di dalam paribasa dan babasan Sunda itu kemudian digeneralisasi ke dalam beberapa kategori, seperti nasihat, cemoohan, deskripsi, perbuatan yang sia-sia, perasaan (takut, gelisah, senang), dan lain-lain.

Keywords


makna konseptual, hewan, paribasa, babasan, Sunda

Full Text:

PDF

References


Cruse, Alan. 2000. Meaning in Language: An Introduction to Semantics and Pragmatics. Oxford: Oxford University

Djajasudarma, T. Fatimah et al. 1997. Nilai Budaya dalam Ungkapan dan Peribahasa Sunda. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Juanda, Asep. 2011. “Kesamaan Nilai-nilai Edukatif dalam Peribahasa Bahasa Sunda dengan Ajaran Islam (Sebuah Kajian Intertekstualitas)”. Dalam M. Abdul Khak et al. (ed.). Kekayaan Budaya dalam Bahasa Ibu. Bandung: Penerbit ITB.

Nugraha. 2010. Ngamumulé Basa Sunda: 1200 Paribasa jeung Babasan Sunda – Undak Usuk Jeung Unak-Anik Basa Sunda. Bandung: CV Yrama Vidya Bandung.

Partana, Paina. 2003. Semantik. Diterjemahkan dari Geoffrey Leech. Semantics oleh Paina Partana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Song, Wei. (2004, April). “Traditional Chinese Culture & Animals.” Ditulis untuk International Animal Law Conference, April 2-4 2004, San Diego. Diunduh 7 Juni 2012 dari http://www.animallaw.info/nonus/articles/arcnweiculturalatt2005.htm.

Suryani, Elis. 2011. Calakan Aksara, Basa, Sastra, Katut Budaya Sunda. Bogor: Ghalia Indonesia.

Tamsyah, Budi Rahayu et al. 2009. 1000 Babasan jeung Paribasa Sunda. Bandung: Pustaka Setia.




DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v2i1.52

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Lihat Statistik Jurnal Ranah View MyStat

 

Ranah: jurnal Kajian Bahasa diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP) is licensed under CC BY-SA 4.0 

 

©2017a

Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

Pos-el: jurnalranahbahasa@gmail.com

Telepon: (021) 4706287