Konstruksi Makna, Identitas Lokal, dan Spiritualitas dalam Folklor Batu Kuda: Kajian Semiotika Peirce
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mendeskripsikan nilai moral dari tradisi lisan folklor Batu Kuda ini berdasarkan semiotik Pierce dalam penggolongan objek berdasarkan klasifikasi simbol, ikon, dan indeks. Penggunaan semiotika Pierce ini berkaitan dengan kegunaan yang dimiliki oleh folklor itu sendiri. Keseluruhan jenis folklor baik folklor lisan, folklor sebagian lisan ataupun folklor non lisan, memiliki kegunaan atau fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Hal tersebut membuat folklor dalam kehidupan itu dapat menggambarkan cara seseorang melibatkan dirinya di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotik, karena hasil data yang telah dihasilkan dan dikumpulkan pada folklor Batu Kuda akan dideskripsikan dalam bentuk data tertulis. Terakhir hasil pengolahan data dijadikan sebagai usulan bahan ajar sastra di SMA berdasarkan Kurikulum Merdeka berbentuk modul. Pada isi cerita folklor Batu Kuda ini, peneliti mendapatkan 11 hasil analisis data yang menggunakan semiotika Pierce yang pengklasifikasianya berdasarkan objeknya yang di dalamnya terdapat : Ikon adalah tanda yang menyerupai bentuk objek aslinya. Terdapat tiga (3) data dari hasil analisis ikon pada folklor Batu Kuda. Indeks adalah tanda yang berkaitan dengan hal yang bersifat kausal, atau sebab akibat. Terdapat tiga (3) data dari hasil analisis indeks pada folklor Batu Kuda. Dan Simbol adalah tanda yang berkaitan dengan penandanya dan juga petandanya. Terdapat lima (5) data dari hasil analisis simbol pada folklor Batu Kuda. Dengan total keseluruhan data yang diperoleh dalam analisis semiotika pada folklor Batu Kuda yaitu berjumlah sebelas (11) data yang terdiri dari tiga pengkategorisasian.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Affandi, A. R. (2021). Kajian Semiotika dan Nilai Pendidikan Karakter pada Cerita Rakyat Dongkrek di Kabupaten Madiun serta Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama. (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).
Alnoza, M. (2020). Figur ular pada Prasasti Telaga Batu: Upaya pemaknaan berdasarkan pendekatan semiotika Peirce. Berkala Arkeologi, 40(2), 267-286. https://doi.org/10.30883/jba.v40i2.591
Aras, T. S., Hifajar, W., Simbar Kancana, S., Sya’ban, F. K., & Hafiz, N. D. (2025). Analisis simbol-komunikasi budaya dalam arsitektur Masjid Lautze 2 melalui teori semiotika Charles Sanders Peirce. Jurnal Artefak, 12(1), 71-82. https://doi.org/10.25157/ja.v12i1.16686
Asriningsari, A., & Umaya, N. (2010). Semiotika teori dan aplikasi pada karya sastra.
Baron, J. P. (2021). Peirce and archaeology: Recent approaches. Annual Review of Anthropology, 50, 187–202. https://doi.org/10.1146/annurev-anthro-101819-110112
Barham, L., & Everett, D. (2021). Semiotics and the origin of language in the Lower Palaeolithic. Journal of Archaeological Method and Theory, 28, 535–579. https://doi.org/10.1007/s10816-020-09480-9
Coletta, W. J., Wiegand, D., & Haley, M. C. (2009). The semiosis of stone: A “rocky” rereading of Samuel Taylor Coleridge through Charles Sanders Peirce. Semiotica, 174, 69–143. https://doi.org/10.1515/semi.2009.029
Chappell, B. (1999). Folklore semiotic: Charles Peirce and the experience of signs. Folklore Forum, 30(1–2), 73–93
Endraswara, S. (Ed.). (2013). Folklor nusantara: hakikat, bentuk, dan fungsi. Penerbit Ombak.
Guibert, J. (2023). Signs of prehistory: A Peircian semiotic approach to lithics. Archaeological Dialogues, 30(1), 31–49. https://doi.org/10.1017/S138020382300003X
Herlinawati, L., & Firdaus, W. (2025). Batik Ciamisan: A Sociohistorical Study With a Cognitive Onomastic Approach. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 5(2). https://doi.org/10.51817/jtln.v5i2.1585
Hoed, B. H. (2008). Semiotik dan dinamika sosial budaya: ferdinand de saussure, roland barthes, julia kristeva, jacques derrida, charles sanders peirce, marcel danesi & paul perron, dll. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.
Juniarti. (2019). Kajian Sastra Lisan dan Nilai Edukatif Dalam Cerita Rakyat Lombok Dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Pengayaan Teks Cerita Fantasi. Universitas Pendidikan Indonesia
Lawless, E. J. (1994). Peirce, semiotics, and strange tongues: A folk-religious theory of signs. Semiotica. (Article). https://doi.org/10.1515/semi-1994-993-403
Malik, M. (2020). Struktur, Konteks Penuturan, Simbol, Makna, dan Fungsi Mantra Perkawinan pada Masyarakat Adat Rancakalong Kabupaten Sumedang Serta Upaya Pelestariannya. Universitas Pendidikan Indonesia.
Moleong, Lexy J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif.
Muhtadin, T. (2021). Folklor Dewi Rengganis Sebagai Motif Dasar Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kuriawan. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 10(1), 32. https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.3589
Mulder, N. (1990). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongéng, dan Lain Lain [Indonesian Folklore: The Study of Gossip, Folktales, and Other Things]. By James Danandjaja. Jakarta: Pustaka Grafitipers, 1986. Pp. xii, 238. Bibliography, Index.[In Indonesian.]. Journal of Southeast Asian Studies, 21(2), 439-440. https://doi.org/10.1017/S0022463400003374
Nurhuda, D. A., & Firdaus, W. (2023). Penamaan Domba sebagai Media Rekonstruksi Sejarah dan Budaya: Kajian Zoonimi di Kabupaten Garut. Sawerigading, 29(1), 97-110. https://doi.org/10.26499/sawer.v29i1.1198
Pradopo, R. D. (1999). Semiotika: Teori, Metode, dan Penerapannya dalam Pemaknaan Sastra. Jurnal Humaniora, 11(1)., 76–84.
Rangkuti, L. M., Anwar, K., & Ferdinal, F. (2021). Hibriditas Pada Nyayian Rakyat Lancang Kocik Suku Sakai di Desa Petani Kabupaten Bengkalis. Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra, 3(1). https://doi.org/10.25077/majis.3.1.48.2021
Rizki, B. M. (2020). Kajian Tradisi Lisan Pertunjukan Beluk Ogin Amarsakti Di Desa Ciapus Banjaran dan Pemanfaatan Hasilnya Sebagai Buku Pengayaan Pengembangan Kepribadian di SMA (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).
Safiuddin, S. (2019). Analisis Semiotika Pada Cerita Rakyat Wandiu-Ndiu. Lakon : Jurnal Kajian Sastra dan Budaya, 8(2), https://doi.org/10.20473/lakon.v8i2.19776
Septiani, R. M. (2021). Morfologi Kisah Negreri Jambi (Putri Pinang Masak): Model Analisis Vladimir Propp. Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra, 3(1). https://doi.org/10.25077/majis.3.1.34.2021
Swenson, E. (2021). Representation and materiality in archaeology: A semiotic approach. World Archaeology. https://doi.org/10.1080/00438243.2021.1925582
Ulya, R. (2021). Literasi Sastra Cerita Rakyat Sendang Jodo Kabupaten Kudus Untuk Anak Sekolah Dasar. Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra, 3(2). https://doi.org/10.25077/majis.3.2.58.2021
DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v14i2.7839
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ranah: jurnal Kajian Bahasa diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP) is licensed under CC BY-SA 4.0
©2017a
Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur
Pos-el: jurnalranahbahasa@gmail.com
Telepon: (021) 4706287







