Analisis Wacana Kritis Kajian Norman Fairclough dalam Wacana “Turbulensi Kurikulum Merdeka” Harian Kompas.com

Teti Sobari, Agus Abdurohim, Raden Ika Mustika, Sabila Idzni Suryana

Abstract


The implementation of the independent curriculum at the time was a hot issue in education circles, and many ideas responded to the independent curriculum, both pro and con. This study aims to identify the challenges and obstacles in the implementation of the independent curriculum through a three-dimensional analysis: micro, medo, and macrostructure. This study uses a qualitative-descriptive method. The data collection technique was carried out through documentation of the news text entitled "Turbulence of the Independent Curriculum" published by Kompas.com on January 20, 2023. The analysis technique refers to the dialectical-relational approach developed by Fairclough covering three dimensions of analysis, namely microstructure (text analysis), mesostructure (discourse practice), and macrostructure (social practice. The results of the study in the discourse "Turbulence of the Independent Curriculum" from the linguistic aspect found terms that can strengthen the understanding of the independent curriculum, from the aspect of discourse practice the use of language style can provide readers with an understanding of the dynamics of the independent curriculum, then from the aspect of social practice in the discourse there is a relationship between roles in the world of education to synergize in facing and implementing the independent curriculum.

Abstrak
Implementasi kurikulum merdeka pada saat sedang menjadi isu hangat dikalangan Pendidikan, banyak sekali gagasan yang menanggapi terhadap kurikulum merdeka baik itu yang pro atau kontra. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi tantangan dan hambatan dalam implementasi kurikulum merdeka melalui analisis tiga dimensi: mikrostuktur, mesostuktur, dan makrostuktur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap teks berita berjudul “Turbulensi Kurikulum Merdeka” yang diterbitkan oleh Kompas.com pada 20 Januari 2023. Teknik analisis mengacu pada pendekatan dialectical-relational yang dikembangkan oleh Fairclough mencakup tiga dimensi analisis yaitu mikrostruktur (analisis teks), mesostruktur (praktik wacana), dan makrostruktur (praktik sosial). Hasil penelitian dalam wacana “Turbulensi Kurikulum Merdeka” dari aspek kebahasaan ditemukan istilah-istilah yang dapat memperkuat pemahaman tentang kurikulum merdeka, dari aspek praktik wacana penggunaan gaya bahasa dapat memberikan pemahaman kepada pembaca tentang dinamika kurikulum merdeka, kemudian dari aspek praktik sosial pada wacana tersebut terdapat keterkaitan antar peran di dunia Pendidikan untuk saling bersinergi dalam menghadapi dan mengimplementasikan kurikulum merdeka

Keywords


Analisis Wacana Kritis, Turbulensi Kurikulum Merdeka

Full Text:

PDF

References


Anjayani, D., & Hudiyono, Y. (2023). Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough “Kuda-Kuda Prabowo Hadapi Naies di Pilpres 2024.” Dalam Rubrik Politik Koran Kaltim Edisi Kamis, 09 Maret 2023. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 2(8), 1069–1078.

Anwar, A., Syahruddin, & R. (2023). Analisis wacana kritis pada iklan layanan pendidikan: Kajian Norman Fairclough. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4). https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/17150

Barus, E. S. B., Manik, J. C., Siahaan, L. S., Nuraini, N., & Lubis, F. (2023). Analisis wacana kritis model Norman Fairclough pada laman Babad.id tentang pergantian ke Kurikulum Merdeka. Jurnal IdeBahasa, 5(1), 111–118. https://doi.org/10.37296/idebahasa.v5i1.122

Basri, J., Salamudin, C., & Rozak, K. A. (2022). Penerapan analisis wacana kritis Norman Fairclough terhadap kitab Ta’liim Al-Muata’allim tentang interaksi guru dan siswa. Masagi, 1(1), 219–226. https://doi.org/10.37968/masagi.v1i1.276

Darmawan, A. (2021). Analisis wacana kritis sosial dalam teks surat kabar pasca reformasi. Journal of Education Research, 3(4). https://jer.or.id/index.php/jer/article/view/147

Eriyanto. (2019). Metode Komunikasi Visual: Dasar-Dasar Dan Aplikasi Semiotika Sosial Untuk Membedah Teks Gambar. PT Remaja Rosdakarya.

Fadhli, R. (2022). Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Elementaria Edukasia, 5(2), 147–156. https://doi.org/10.46772/kontekstual.v4i02.995

Fitriana, R., & Hidayani, S. (2023). Critical discourse analysis using Norman Fairclough model on MediaIndonesia.com Merdeka Belajar Episode 26. English Education, Linguistics, and Literature Journal, 3(1). https://doi.org/10.32678/ell.v3i1.10152

Firdaus, W. (2017). Metafora dalam Berita Produk Cina Pada Surat Kabar Media Indonesia Dan Kompas: Analisis Wacana Kritis. Sawerigading, 19(3), 367-376.

Gasa, F. M. (2019). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Pada Pernyataan Kontroversial Viktor Laiskodat. Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 20(1), 8–14. https://doi.org/10.33319/sos.v20i1.16

Halimah, N., Hadiyanto, H., & Rusdinal, R. (2023). Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi Sebagai bentuk Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 5019–5033.

Haryatmoko. (2015). Kondisi ideologis dan derajat keteramalan analisa wacana kritis. Diskursus: Jurnal Agama Dan Peradaban, 14(2), 137–152. https://doi.org/10.26551/diskursus.v14i2.20

Jannah, M. (2019). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Terhadap Kontroversi Puisi “ Ibi Indonesia .”

Jojor, A., & Sihotang, H. (2022). Analisis Kurikulum Merdeka dalam Mengatasi Learning Loss di Masa Pandemi Covid-19 (Analisis Studi Kasus Kebijakan Pendidikan). Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5150–5161. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3106

Mailin, M. (2021). Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka di Perguruan Tinggi. Jurnal Analisa Pemikiran Insaan Cendikia, 4(1), 68–75. https://doi.org/10.54583/apic.vol4.no1.59

Miranti, A., & Sudiana, Y. (2021). Pelecehan Seksual Pada Laki-laki dan Perpesktif Masyarakat Terhadap Maskulinitas (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 7(2), 261–276. https://doi.org/10.30813/bricolage.v7i2.2809

Mudiawati, R. C., Hudiyono, Y., & Suhatmady, B. (2023). Analisis wacana kritis Norman Fairclough terhadap bahasa slogan aksi demonstrasi guru di Samarinda. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(3), 739–762. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i3.694

Ningtyas, D. W., Agung, D. A. G., & Khakim, M. N. L. (2022). Analisis wacana nilai pendidikan multikultural dalam buku teks sejarah Indonesia kelas XI sekolah menengah atas Kurikulum Merdeka. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 2(12), 1189–1204. https://doi.org/10.17977/um063v2i12p1189-1204

Nurhayati, E., & Sukarno, S. (2022). Mengungkap Sikap Majalah Tanwirul Afkar dalam Menanggapi Kritikan BEM UI Terhadap Jokowi : Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 20(02), 110–124. https://doi.org/10.46937/20202240654

Nurindah, L., Fitriana, L., Ahid, N., Prasetiyo, G. E., & Daratista, I. (2022). Kebijakan Pokok dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Indonesia. Journal On Teacher Education, 4(2), 1505–1511.

Nurmuhaemin, W. (2023). Turbulensi Kurikulum Merdeka. Kompas.Com.

Permita, M. R. (2019). Bencana Lumpur Lapindo: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Jalabahasa, 15(2), 190–202. https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v15i2.396

Pratama, A., Susandi, S., & Sriwulandari, Y. A. (2022). Dominasi Pertarungan Simbolik Ideologi Nadiem Makarim : Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Konfiks : Jurnal Bahasa, Sastra & Pengajaran, 9(2), 24–33.

Prawoto, E. C. (2022). Fairclough’s critical discourse analysis on news texts on “Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)” in Kompas.com. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2), 60–70. https://doi.org/10.26499/bahasa.v4i2.260

Rambung, O. S., Sion, S., Bungamawelona, B., Puang, Y. B., & Salenda, S. (2023). Tranformasi Kebijakan Pendidikan Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP), 1(3), 598–612.

Restiani, A., & Darmayanti, N. (2019). Representasi Politisi Indonesia (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Pada Topik “Negeri Jenaka” dalam Mata Najwa). Jurnal Literasi, 3(2), 63–69.

Samsuri, A., Mulawarman, W. G., & Hudiyono, Y. (2022). Ideologi Penggunaan Istilah-Istilah Covid-19 di Berita Online : Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 5(3), 603–618. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i3.442

Sobari, T., & Hamidah, I. (2017). Analisis Wacana Paradigma Kritis Teks Berita Penghinaan Pancasila oleh Habib Rizieq Sihab pada Seaword.com dan Liputan6.com. Lingua, 13(2), 166–181.

Sukarni, S. (2023). Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Kajian Pengembangan Kurikulum Pendidikan Dasar. PTK: Jurnal Tindakan Kelas, 4(1), 178–191. https://doi.org/10.53624/ptk.v4i1.315

Sulaeman, K. M., & Mustofa, M. U. (2022). Potret Paradigma Developmentalisme Baru Jokowi Dalam Film Dokumenter “Wadas Waras” (2021): Kajian Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Jurnal JISIPOL : Ilmu Pemerintahan Universitas Bale Bandung, 6(April), 21–41.

Sumanti, V., Firman, F., & Ahmad, R. (2022). Peran Guru dalam Kebijakan Kurikulum Merdeka di Sekolah. Keguruan : Jurnal Penelitian, Pemikiran Dan Pengabdian, 10(2), 49–52.

Syahlendra, R., & Ashaf, A. F. (2021). Refresentasi Koruptor Dalam Stan Up Comedy Indonesia The Representation Of Corrutors In Stand Up Comedy Indonesia. METAKOM : Jurnal Kalian Komunikasi, 5(1), 1–18.

Syifauzakia, S. (2023). Kebijakan Kurikulum Merdeka dan Perubahan Sosial di Satuan PAUD. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2137–2147. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4344

Tricahyono, D., Sariyatun, & Ediyono, S. (2020). Analisis wacana kritis pendidikan multikultural dan pendidikan nilai dalam buku teks sejarah SMA. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 17(1). https://doi.org/10.21831/socia.v17i1.32294

Ummi Salamah, S., Listiyani, Y., & Mustafiyanti, M. (2024). Analisis Konsep dan Struktur Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 4(2), 123–129. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v4i2.3234

Wati, D. S. S., Aziz, A., & Fitri, A. Z. (2023). Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar di Perguruan Tinggi. Journal of Education Research, 4(3), 1021–1030. https://doi.org/10.37985/jer.v4i3.248




DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v14i1.8180

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lihat Statistik Jurnal Ranah View MyStat

 

Ranah: jurnal Kajian Bahasa diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP) is licensed under CC BY-SA 4.0 

 

©2017a

Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

Pos-el: jurnalranahbahasa@gmail.com

Telepon: (021) 4706287