Makna Simbolik “Popene’e” Pada Prosesi Pernikahan Etnik Tialo di Kabupaten Parigi Moutong: Kajian Semiotik

Arfan Fauzan, Yunidar Yunidar, Sukma Sukma

Abstract


The purpose of this research is to describe the forms of symbolic meaning and the functions of symbolic meaning in the "popene'e" wedding procession of the Tialo ethnic group. The research method used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, recording, note-taking, and documentation. As for the data analysis technique using Miles and Huberman's theory, it involves data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the research findings, the "Popene'e" procession consists of eight main stages: (1) welcoming the bride and groom; (2) peeling, splitting coconuts, cutting and splitting wood; (3) slicing banana leaves; (4) stepping on the tray; (5) bringing kitchen utensils and cooking bananas; (6) praying for well-being; (7) feeding each other; and (8) shaking hands. Meanwhile, the results related to the symbolic meaning in this procession are divided into two: verbal meaning (in the form of mantras/ganes) and nonverbal meaning (through tools and equipment). Overall, these symbols reflect the hope for responsibility, harmony, fertility, and protection in family life. The functions of this traditional procession include (1) communication; (2) knowledge and cultural inheritance; (3) mediation with ancestors and God; and (4) social participation.

Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk makna simbolik dan fungsi makna simbolik pada prosesi pernikahan “popene’e” Etnik Tialo. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, perekaman, pencatatan, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bentuk prosesi “Popene’e” terdiri dari delapan tahapan utama: (1) monyambute nu pungantinge (menyambut pengantin); (2) monimbaluse, mombiase niuge kangkai mongkolge, mombiasi ayu (mengupas, membelah kelapa dan memotong, membelah kayu); (3) monesege longu pensae (mengiris daun pisang); (4) mongunjae baki (menginjak baki); (5) mongkoni alatu wahu jopa monjaane pensae (membawa alat dapur dan memasak pisang); (6) mondo’a salamate (doa selamat); (7) mepea’anane (saling menyuap); dan (8) mondasi (jabat tangan). Sedangkan hasil terkait makna simbolik dalam prosesi ini terbagi menjadi dua, yaitu makna verbal (berupa mantra/gane) dan makna nonverbal (melalui alat dan perlengkapan). Secara keseluruhan, simbol-simbol ini merefleksikan harapan akan tanggung jawab, kerukunan, kesuburan, dan perlindungan dalam kehidupan berumah tangga. Fungsi dari prosesi adat ini mencakup (1) fungsi komunikasi; (2) fungsi pengetahuan dan pewarisan budaya; (3) fungsi mediasi dengan leluhur dan Tuhan; serta (4) fungsi partisipasi sosial.

Keywords


meaning; symbol; popene'e; marriage; tialo ethnicity; semiotics

Full Text:

PDF

References


Afni, S. (2020). Makna Simbolik Tradisi Makan Nasi Hadap-Hadapan Pada Etnis Melayu Di Kota Tanjungbalai. (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

Ahkam, A. A. A. F. (2023). Reaktualisasi Makna Simbolik Perkawinan Adat Bugis Soppeng Perspektif Maqāṣid Al-Syarīʻah. (Tesis, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Akmal, H., & Sabri, S. (2022). The Local Wisdom of the Bugis-Makassar Community in Mitigating Marriage Conflicts. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 6(1), 374-391. https://doi.org/10.22373/sjhk.v6i1.12450

Amir, M. (2017). Ritual and Symbolic Meaning in the Traditional Marriage of the Bugis Community. El Harakah, 19(2), 189-206.

Anisah, S. (2021). Makna Teologi Tradisi Munggah Kap (Studi Kasus di Dusun Tanjung Kamal). (Skripsi, IAIN Kudus). http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/5558

Astriani, D. (2018). Simbol dan Makna dalam Prosesi Pernikahan Adat Jawa Gaya Surakarta. Jurnal Sastra Indonesia, 7(1), 1-8.

Baso Malla, H. A., Markarma, M., & Munifa, M. (2021). Kearifan Lokal Popene'e dalam Perspektif Pendidikan Islam Pada Masyarakat Etnik Tialo Tomini Di Sulawesi Tengah. Risâlah, Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 7(2), 328-342. https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v7i2.199

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2017). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Sage publications.

Endaswara, S. (2016). Metode Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. CAPS.

Ferdinand, F. (2020). Makna dan Nilai "Opo Mpole Ka Lima Mpulu Ngkau" Pada Upacara Perkawinan Adat Kulawi (Kajian Hermeneutika). (Tesis, Universitas Tadulako).

Firmansyah, A., Malik, M., Indriani, P., & Firdaus, W. (2025). Analisis Unsur Semiotik Pupujian “Gusti Urang Sararea” sebagai Usulan Bahan AJjar dI SMP. LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan, 19(2).

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.

Habib, A. (2019). The Values of Islamic Education in the Mappacci Ritual of the Bugis Community. International Journal of Islamic Educational Psychology, 1(1), 45-58.

Hidayat, R. (2015). Semiotika dalam Penelitian Komunikasi. Jurnal Komunikator, 7(2), 113-124. https://doi.org/10.30959/patanjala.v7i1.88

Huda, M. N., & Munib, A. (2022). Kompilasi Tujuan Perkawinan dalam Hukum Positif, Hukum Adat, dan Hukum Islam. VOICE JUSTISIA: Jurnal Hukum Dan Keadilan, 6(2), 9-21.

Ibrahim, I. S. (2017). Budaya Populer sebagai Komunikasi: Dinamika Popscape dan Mediascape di Indonesia Kontemporer. Jurnal Komunikasi Indonesia, 1(1), 1-12.

Indah, R. N. (2017). Proses Berpikir dalam Menerjemahkan Teks: Sebuah Tinjauan Semiotik. Lingua Cultura, 11(2), 119-125.

Karim, A. (2021). Statistika Bidang Teknologi Informasi. Yayasan Kita Menulis.

Kristanty, S., Pratikto, R. G., & Romadhon, M. S. (2023). Analisis Semiotika Tentang Makna Peran Istri dalam Film Surga Yang Tak Dirindukan 3. Kartala, 2(2), 1-16. https://doi.org/10.36080/kvs.v2i2.70

Lestari, S. (2018). The Role of Women in Javanese Traditional Wedding Rituals. Anima Indonesian Psychological Journal, 33(4), 224-234.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. PT Remaja Rosdakarya.

Muntianawati, R. (2023). Makna Dakwah dalam Tradisi Sangkrep Pada Prosesi Pernikahan di Dusun Bendo Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. (Skripsi, IAIN Ponorogo).

Nurjanah, N., & Umarella, S. (2021). The Symbolic Meaning of 'Sirih Pinang' in the Traditional Marriage Proposal of the Ambon Community. Linguistik: Jurnal Bahasa & Sastra, 6(2), 123-134.

Pratamawati, Y. (2019). Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Prosesi Pernikahan Adat Using Banyuwangi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 4(2), 169-182.

Rachmawati, Y. (2020). Pengembangan Model Etnoparenting Indonesia pada Pengasuhan Anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1150-1162. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.706

Rahardi, R. K., & Firdaus, W. (2023). Expert judgements of integrated cyberpragmatics learning model with socio-semiotics multimodality-based cybertext contexts. Aksara, 35(2), 211-227.

Rahman, F. (2018). Ritual, Symbol, and Meaning in the Gayo Wedding Ceremony. Anthropos, 113(2), 583-596.

Ricky Nelson, & Sihombing, M. M. (2023). Tungkot Tunggal Panaluan is a Symbol of Sangap and Sahala. Formosa Journal of Multidisciplinary Research, 2(12), 1859-1870. https://doi.org/10.55927/fjmr.v2i12.7420

Rijal, S. (2020). The Philosophy of 'Uang Panai' in the Marriage of the Bugis-Makassar Community. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 11(8), 345-360.

Sobur, A. (2016). Semiotika Komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Turner, V. (1967). The Forest of Symbols: Aspects of Ndembu Ritual. Cornell University Press.

Wibowo, J. H. (2023). Analisis Semiotik Film Ku Kira Kau Rumah (Semiotika Model Ferdinand De Saussure). Semakom: Seminar Nasional Mahasiswa Komunikasi, 1(1), 505-513.

Widianto, H. (2021). Representasi Peran Ibu Dalam Dimensi Pembangunan Karakter dalam Iklan Dancow Versi Hari Ibu Dengan Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure. (Skripsi, Universitas Islam Riau).

Yulianah, R., & Wijaya, A. W. (2022). Metodologi Penelitian Sosial. CV Rey Media Grafika.

Yunidar. (2023). Makna Simbolik Tarian dan Syair Rego pada Tradisi Lisan Suku Kaili. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 9(1), 710-719. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2620




DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v14i2.8304

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lihat Statistik Jurnal Ranah View MyStat

 

Ranah: jurnal Kajian Bahasa diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP) is licensed under CC BY-SA 4.0 

 

©2017a

Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

Pos-el: jurnalranahbahasa@gmail.com

Telepon: (021) 4706287