Neologisme dalam Penamaan Kuliner Nusantara: Analisis Makna dan Pola Pembentukan Akronim
Abstract
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi minimnya kajian neologisme, khususnya akronim dalam konteks bahasa Indonesia. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses pembentukan akronim pada nama-nama kuliner di Nusantara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi langsung. Dari hasil penelitian, ditemukan 63 akronim nama kuliner, dengan 14 di antaranya telah terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sebagian besar akronim berasal dari Provinsi Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, yang menunjukkan kekayaan budaya kuliner lokal dan kreativitas masyarakat dalam menciptakan nama-nama unik. Analisis menunjukkan bahwa mayoritas akronim memiliki dua suku kata (74,60%) dengan pola fonologis dominan KV-KVK. Proses pembentukan akronim umumnya menggabungkan elemen suku kata awal dari kata-kata penyusun nama kuliner, seperti pada "cireng" (aci digoreng) dan "cilok" (aci dicolok). Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa akronim digunakan untuk mempermudah penyebutan dalam komunikasi sehari-hari sekaligus mencerminkan identitas lokal. Hasil kajian ini diharapkan dapat memperkaya referensi dalam studi etnolinguistik serta menjadi bahan pertimbangan dalam menambah kosakata pada KBBI, khususnya untuk nama-nama kuliner populer berbasis akronim. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mendokumentasikan warisan budaya bahasa melalui kuliner khas Indonesia.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adam, L. N., & Wabang, R. J. (2020). Pola Singkatan Kata dan Gender. Jubindo Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(3), 111–119. https://doi.org/10.32938/jbi.v4i3.355
Afriansyah, T., & Zakiyah, M. (2022). Metafora Aktivitas Manusia dalam Kosakata Kekinian Bahasa Indonesia: Kajian Semantik Kognitif. Semantik, 11(2), 229–244. https://doi.org/10.22460/semantik.v11i2.p229-244
Aji, W. (2018). Neologisme Menggunakan Akronim dan Abreviasi dalam Dota 2. Apollo Project Jurnal Ilmiah Program Studi Sastra Inggris, 7(2), 74–82. https://doi.org/10.34010/apollo.v7i2.2104
Alwi, H., Lapoliwa, H., dan Darmowidjojo, S. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Blynova, I., & Davydenko, V. I. (2022). Contemporary Ukrainian Lexicography: Status, Typology, and Development Trends. Scientific Journal of National Pedagogical Dragomanov University Series 9 Current Trends in Language Development, (21), 5–18. https://doi.org/10.31392/npu-nc.series9.2021.21.01
Citraresmana, E., Susilawati, L., & Hermandra, H. (2022). Investigating the Sundanese Traditional Cuisine Proper Names Through Cognitive Linguistic Study for Sundanese Language Learning. English Review Journal of English Education, 10(3), 1077–1084. https://doi.org/10.25134/erjee.v10i3.6725
Deliani, S., Sutikno, S., & Sahril, S. (2020). Variation of Indonesian Acronym Formation on the Newspapers in North Sumatera. Journal of Cultura and Lingua, 1(1), 19–26. https://doi.org/10.37301/culingua.v1i1.4
Foster, S. M., & Welsh, A. (2021). A ‘New Normal’ of Code-Switching: Covid-19, the Indonesian Media and Language Change. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 11(1). https://doi.org/10.17509/ijal.v11i1.34621
Goltsova, M., & Chybis, L. (2020). Coronavirus Neologisms in the English and Ukrainian Languages. Mìžnarodnij Fìlologìčnij Časopis, 12(1), 45–48. https://doi.org/10.31548/philolog2021.01.045
Gunawan, D., & Amalia, A. (2017). The Design of Lexical Database for Indonesian Language. Iop Conference Series Materials Science and Engineering, 180, 12052. https://doi.org/10.1088/1757-899x/180/1/012052
Holton, G., & Klamer, M. (2017). 5. The Papuan Languages of East Nusantara and the Bird’s Head. 569–640. https://doi.org/10.1515/9783110295252-005
KBBI. (2016). KBBI (3.10.2.1). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pusat Pembinaan Bahasa. Diambil dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pandemi
Khoirunnisa, K., Sumarlam, S., & Nugroho, M. (2023). Tipologi Abreviasi dan Akronim: Titik Pijak Awal Pemanfaatan Semantik dalam Penyusunan Kamus Bahasa Indonesia. Ghancaran Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2). https://doi.org/10.19105/ghancaran.v4i2.6831
Klosa-Kückelhaus, A., & Kernerman, I. (2021). Converging Lexicography and Neology. International Journal of Lexicography, 34(3), 277–281. https://doi.org/10.1093/ijl/ecab018
Kuswaya, A. (2021). Abreviasi dalam Produk Makanan. Diksatrasia Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1). https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v5i1.6545
Kweldju, S. (2021). Incorporating Linguistic Landscape Into English Word-Formation Task in an English Morphology Course. Teflin Journal - A Publication on the Teaching and Learning of English, 32(1), 29. https://doi.org/10.15639/teflinjournal.v32i1/29-49
Lapasau, M. (2020). Pengayaan Bahasa Indonesia Melalui Istilah Baru Terkait Covid-19. Adabiyyāt Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(2), 165–190. https://doi.org/10.14421/ajbs.2020.04202
Loindong, P. C. (2019). Penggunaan Akronim Bahasa Melayu Manado di SMP Negeri 8 Manado Provinsi Sulawesi Utara. Kajian Linguistik, 5(1). https://doi.org/10.35796/kaling.5.1.2017.24792
Mahfud, C., Astari, R., Kasdi, A., Mu’ammar, M. A., Muyasaroh, M., & Wajdi, F. (2021). Islamic Cultural and Arabic Linguistic Influence on the Languages of Nusantara; From Lexical Borrowing to Localized Islamic Lifestyles. Wacana Journal of the Humanities of Indonesia, 22(1), 224. https://doi.org/10.17510/wacana.v22i1.914
Maleong, L. J. (2004). Penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Maryetti. (2023). Potensi Daya Tarik Wisata Gastronomi Makanan Khas Bugis – Makassar. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 8(3), 167–176. https://doi.org/10.56743/jstp.v8i3.314
Moehkardi, R. R. D. (2021). English Acronyms in Indonesian School Events. Lexis, 17. https://doi.org/10.4000/lexis.5544
Muljani, S. (2005). Karakteristik Pembentukan Akronim dalam Bahasa Indonesia: Studi Kasus di Harian Radar Tegal. SOSEKHUM, 1(1).
Nobelis, M. K. (2024). Soft Power Diplomacy Korea Selatan Terhadap Indonesia Melalui Gastrodiplomasi Tahun 2019-2022. Administraus, 8(2), 69–79. https://doi.org/10.56662/administraus.v8i2.221
Noviatri, N. (2015). Singkatan dan Akronim dalam Surat Kabar: Kajian Bentuk dan Proses. Jurnal Arbitrer, 2(1), 28. https://doi.org/10.25077/ar.2.1.28-43.2015
Nuari, P. F. (2020). Penamaan Menu Makanan di Bali. Belajar Bahasa Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 73–90. https://doi.org/10.32528/bb.v5i1.3008
Othman, I. (2016). Education System in Malaysia and Indonesia for Human Resource Development. European Journal of Social Sciences Education and Research, 7(1), 117. https://doi.org/10.26417/ejser.v7i1.p117-124
Plauc, J. I., & Čilić, I. Š. (2021). Covid-19 Trending Neologisms in Bosnia and Herzegovina. Društvene I Humanističke Studije (Online), 6(3(16)), 207–228. https://doi.org/10.51558/2490-3647.2021.6.3.207
Rasiban, L. M., Rahmayanti, A., Renariah, R., & Sutedi, D. (2021). The Use of Japanese Loanwords in Culinary Content on Instagram. Japanedu Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang, 6(1), 68–76. https://doi.org/10.17509/japanedu.v6i1.30177
Sariah, S., Widiastuti, R., & Kurnia, N. (2023). The Beauty of West Java Cities Through Tourism Slogans. 181–197. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-070-1_16
Siswanto, S., Basori, B., Yektiningtyas, W., & Firdaus, W. (2025). Makanan Tradisional Sentani dalam Perspektif Linguistik Kuliner. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 14(1).
Subagio, R. (2022). Tahu Tempe, Ironi Makanan Sejuta Umat dengan Kandungan Lokal Hanya 10 Persen Halaman 1 - Kompasiana.com. Diambil 18 November 2022, dari Kompasiana website: https://www.kompasiana.com
Utami, S. R., & Eriyani, R. N. (2022). Vocabulary Language and Discourse Competence as a Model for Semantic Course Syllabus in Indonesian Language and Literature Education Study Program. Aksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 11–20. https://doi.org/10.21009/060102
Wahyuningsih, S. (2022). Istilah Baru Era Pandemi COVID-19 Di Bahasa Indonesia Dan Bahasa Korea: Kajian Neologisme Pendekatan Linguistik Korpus. JLA (Jurnal Lingua Applicata), 5(2), 82. https://doi.org/10.22146/jla.70955
Widianingrum, T. S., Salsabila, F., Setiawan, B., Pahlevi, R. D., & Darmayanti, N. (2022). Pengukuran Pemahaman Masyarakat Terhadap Istilah Terkait Pandemi Covid-19 Dengan Menggunakan Teori Himpunan. Semantik, 11(2), 171–188. https://doi.org/10.22460/semantik.v11i2.p171-188
Zaim, M. (2015). Pergeseran Sistem Pembentukan Kata Bahasa Indonesia : Kajian Akronim, Bleding, dan Kliping. Linguistik Indonesia, 33(2), 173–192. https://doi.org/10.26499/li.v33i2.36
DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v15i1.8357
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ranah: jurnal Kajian Bahasa diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP) is licensed under CC BY-SA 4.0
©2017a
Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur
Pos-el: jurnalranahbahasa@gmail.com
Telepon: (021) 4706287







