Rajah dalam Tradisi Ngaruwat Gunung Manglayang di Kampung Cikoneng Kabupaten Bandung: Kajian Semiotika Roland Barthes
Abstract
Abstrak
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui prosesi tradisi ngaruwat Gunung Manglayang sebagai upaya pelestarian tradisi serta menganalisis bentuk denotasi dan konotasi dalam teks rajah ngaruwat Gunung Manglayang. penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskrptif kualitatif dengan data berupa kata, frasa dan kalimat dalam teks rajah dan sumber data didapatkan dari hasil wawancara terhadap tokoh yang terlibat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Tradisi ngaruwat Gunung Manglayang yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Cikoneng Desa Cibiru Wetan dan seluruh masyarakat sekitar Gunung Manglayang bertujuan untuk tolak bala atau pensucian diri dari malapetaka dan marabahaya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka disimpulkan: (1) prosesi tradisi ngaruwat Gunung Manglayang yaitu dimulai dengan sanduk-sanduk, rajah, ngarekes, nanjebkeun pamali dan diakhiri dengan balakecrakan masyarakat. (2) Teks rajah yang dilantunkan saat prosesi tradisi ngaruwat Gunung Manglayang ini terdiri dari 12 bait dan total keseluruhan terdapat 134 larik dari setiap baitnya. Setelah dianalisis terdapat 50 larik termasuk ke dalam konotasi dan 84 larik termasuk ke dalam denotasi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Albiladiyah, S.Ilmi., (1981), Ruwatan Sebuah Upacara Adat di Jawa, Yogyakarta: Seri Adat Istiadat, Lembang Javanologi.
Amelia Haryanti. 2018. Upacara Adat Ngaruwat Bumi Sebagai Kajian Nilai Budaya Masyarakat Adat Banceuy dalam Melestarikan Lingkungan. Jurnal Pendididkan Kewarganegaraan. 5(2), https://doi.org/10.32493/jpkn.v5i2.y2018.p151-166
Anwar, K. (2019). Makna Ruwatan Gunung Manglayang dalam Perspektif Agama Islam. Jurnal Dakwah Tabligh, 2(2), 234-247.
Arifin, E. N. (2018). Kearifan lokal dalam upaya pelestarian lingkungan: Studi kasus masyarakat adat Jawa. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 8(1), 18-26. https://doi.org/10.21831/jpk.v8i1.14151
Dadang, Sukandar. (2016). Ritual Keagamaan Ruwatan Gunung Manglayang sebagai Warisan Budaya Sunda. Jurnal Sejarah dan Budaya, 8(2), 126-140
Ekadjati, E. S. (1995). Masyarakat Sunda dan Kebudayaannya. Girimukti Pasaka.
Firmansyah, A., Anoegrajekti, N., & Ningsih, D. N. (2022). Rajah : Tradisi lisan Carita Pantun Mang Ayi di Masyarakat Sunda Rajah : The oral tradition of Carita Pantun Mang Ayi in the Sunda Community. 9(1), 13–30. https://doi.org/10.30738/caraka.v9i1.13310
Firmansyah, A., Malik, M., Indriani, P., & Firdaus, W. (2025). Analisis Unsur Semiotika Pupujian “Gusti Urang Sararea” sebagai Usulan Bahan Ajar di SMP. LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan, 19(2).
Gustiny. (2012). Studi Budaya di Indonesia. CV. Pustaka Setia.
Hoed, B. H. (2011). Semiotika & Dinamika Sosial Budaya (Edisi 2). Komunitas Bambu.
Kanzunnudin, M. (2022). Analisis Semiotik Roland Barthes Pada Puisi ‘Ibu’ Karya D. Zawawi Imron (Semiotic Analysis of Roland Barthes at “Ibu” Poetry by D. Zawawi Imron). Sawerigading, 28(2). https://doi.org/10.26499/sawer.v28i2.1040
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.
Larson, M. L. (1984). Meaning-Based Translation. University Press of America, Inc.
Logita, E. (2019). Lagu Saweran dalam Pernikahan Adat Sunda (Dari Segi Struktur, Konteks Penuturan, Ko-Teks dan Fungsi) dan Pelestariannya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Serta Bahan Ajar Pelatihan Ekstrakurikuler. In Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS) (Vol. 1, pp. 182-193).
Meriyana, M. (2024). Nilai-Nilai Sosial Keagamaan Tradisi Nganteuran Pada Masyarakat Sunda (Studi Di Desa Tanjung Baru Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan). (Doctoral dissertation), UIN Raden Intan Lampung.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Mujahidin, A. (2016). Analisis Simbolik Penggunaan Ayat-Ayat Alquran sebagai Jimat dalam kehidupan Masyarakat Ponogoro. Jurnal Kalam: Jurnal Studi Agama dan PemikiranIslam, 10(1). https://doi.org/10.24042/klm.v10i1.159
Mulyana, D. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. PT. Remaja Rosdakarya.
Nasirin, C., & Pithaloka, D. (2022). Analisis Semiotika Roland Barthes Konsep Kekerasan dalam Film The Raid 2 Berandal. Journal of Discourse and Media Research. Journal of Discourse and Media Research, 01(1), 28–43.
Ningtyas, D. A., & Priskila, O. (2024). Analisis Poster Film Inside Out 2 dalam Teori Semiotika Roland Barthes. 4, 16–24. https://doi.org/10.31294/jmp.v4i2.7589
Nurgiyantoro, B. (2014). Stilistika. Gadjah Mada University Press.
Prabowo, A. (2014). The Pakubuwono Code. PT. Ufuk Publishing House.
Prasetya, A. B. (2019). Analisis Semiotika Film dan Komunikasi. Instan Publishing.
Prasetya, Budi Arif. 2019. Analisis Semiotika Film dan Komunikasi. Malang: PT. Cita Intrans Selarah (Citila)
Rahardi, R. K., & Firdaus, W. (2023). Expert judgements of integrated cyberpragmatics learning model with socio-semiotics multimodality-based cybertext contexts. Aksara, 35(2), 211-227.
Ramdan, R. M., & Cahya. (2022). Simbol Dan Makna Tradisi Ngaruwat Jagat Situraja the Symbol and Meaning of the Ngaruwat Situraja. Jurnal Budaya Etnika, 6(2), 113–128.
Riyandi, & Mulyati, Y. (2023). Nilai ekologis dalam upacara adat ruwatan gunung manglayang. Bina Gogik, 10(2), 271–282. https://doi.org/10.61290/pgsd.v10i2.463
Rohmatin.Y. (2018). Analisis Struktur dan Makna Teks Kidung Ruwatan Manglayang. Jurnal Sastra Budaya, 6(2), 112-122
Rondiyah, A. A., Wardani, N. E., & Saddhono, K. (2017). Pembelajaran sastra melalui bahasa dan budaya untuk meningkatkan pendidikan karakter kebangsaan di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). In The 1st Education and Language International Conference Proceedings Center for International Language Development of Unissula (Vol. 1, No. 1, pp. 141-147).
Rosidi, A. (2009). Ngalanglang Kesusastraan Sunda. PT. Kiblat Buku Utama.
Sariwaty, Y., & Gymnastiar, Y. (2022). Analisi Komunikasi Pada Prosesi Ruwatan Lembur Kampung Cibedug Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 168–177.
Sobur, A. (2020). Semiotika Komunikasi. PT. Remaja Rosdakarya.
Soedarsono. (1985). Peranan Seni Budaya Dalam Sejarah Kehidupan Manusia Kontinuitas dan Perubahanya. UGM.
Suhelis, S., & Emha, R. J. (2021). Analisis Mantra di Kampung Cileuksa Kabupaten Bogor (Tinjauan Semiologi Rolland Barthes). Sassindo Unpam, 9(2), 62–72.
Sulaeman, A. (2017). Fungsi Ruwatan Manglayang sebagai Ekspresi Kepercayaan Masyarakat Sunda. Jurnal Penelitian Pendidikan dan Keagamaan, 1(1), 1-12.
Sunarti, Sastri, et al. "Lego-Lego: An attempt to cultivate and nurture plurality and multiculture in the Alor tradition." Proceedings of 1st Workshop on Environmental Science, Society, and Technology, WESTECH 2018, December 8th, 2018, Medan, Indonesia. 2019.
Sya’adah. E. H. (2021) Tradisi Ngaruwat Gunung Manglayang Perspektif Urf. JIMMI, 2(2), 10
DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v15i1.8385
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ranah: jurnal Kajian Bahasa diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP) is licensed under CC BY-SA 4.0
©2017a
Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur
Pos-el: jurnalranahbahasa@gmail.com
Telepon: (021) 4706287







