Struktur dan Makna Simbol dalam Prosesi Rampanan Kapa': Perspektif Semiotika dan Antropolinguistik

Naomi Patiung, Simon Sitoto, Yeheskiel Marewa, Agussalim Waangsir

Abstract


This study aims to analyze the structure and symbolic meaning of utterances in the Torajan traditional wedding ceremony known as rampanan kapa'. Data comprising 20 ritual utterances were collected through participant observation and documentation, with 10 utterances selected as the research sample using purposive sampling. The analysis was conducted qualitatively by integrating Saussurean and Peircean semiotic frameworks with an anthropolinguistic perspective encompassing the concepts of performance, indexicality, and participation. The findings reveal three key results: (1) ritual utterances in rampanan kapa' exhibit syntagmatic parallelism structures that construct meaning linearly across the stages of opening, customary negotiation, and closing; (2) paradigmatically, lexical choices in traditional speech are constrained yet symbolically rich, with natural symbols such as bamboo, sugar palm fiber, and arenga palm, as well as heirloom objects such as the keris and rooster, representing values of honor, fidelity, and family continuity; and (3) the meaning of ritual utterances cannot be understood literally, but must be interpreted within the cultural system of Torajan society transmitted across generations. This study affirms that ritual language in rampanan kapa' functions simultaneously as a medium of customary communication, a system for transmitting cultural values, and a representation of Torajan social identity.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan makna simbol dalam tuturan prosesi perkawinan adat Toraja yang dikenal sebagai rampanan kapa'. Data berupa 20 tuturan ritual yang diperoleh melalui observasi partisipan dan dokumentasi, kemudian dipilih 10 tuturan sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mengintegrasikan pendekatan semiotika Saussure dan Peirce serta perspektif antropolinguistik yang mencakup konsep performansi, indeksikalitas, dan partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) tuturan ritual rampanan kapa' memiliki struktur paralelisme sintagmatik yang membentuk makna secara linear melalui tahapan pembukaan, negosiasi adat, hingga penutup; (2) secara paradigmatik, pilihan leksikal dalam tuturan adat bersifat terbatas namun sarat nilai simbolik, di mana simbol alam seperti bambu, ijuk, dan enau serta benda pusaka seperti keris dan ayam jantan merepresentasikan nilai kehormatan, kesetiaan, dan keberlangsungan keluarga; dan (3) makna tuturan ritual tidak dapat dipahami secara literal, melainkan harus ditafsirkan dalam konteks sistem budaya masyarakat Toraja yang mewarisinya secara turun-temurun. Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa ritual dalam rampanan kapa' berfungsi sekaligus sebagai media komunikasi adat, sistem pewarisan nilai budaya, dan representasi identitas sosial masyarakat Toraja.

Keywords


perkawinan adat; rampanan kapa’; simbol; sintagmatik paradigmatik

Full Text:

PDF

References


Aswar. (2023). Simbol dan Nilai Budaya Dalam Upacara Adat Toraja. Jurnal Budaya Nusantara, 6(1), 45–58.

Baan, A., Allo, M. D. G., dan Patak, A. A. (2022). The Cultural Attitudes Of A Funeral Ritual Discourse In The Indigenous Torajan, Indonesia. Heliyon, 8(2), e08925. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e08925

Balalembang, W. dan Faisal. (2025). Makna Simbol Dalam Londe Toraja Karya J.S. Sande Kajian Semiotika C.S. Peirce. Neologia: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 12–27. https://doi.org/10.59562/neologia.v5i2.63863

Barthes, Roland. (1957). Mythologies. Paris: Éditions du Seuil.

Donzelli, A. (2020). Material words: The Aesthetic Grammar Of Toraja Textiles, Carvings, And Ritual Language. Journal of Material Culture, 25(2), 183–204. https://doi.org/10.1177/1359183519897651

Duranti, Alessandro. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511810190

Hidayat, Rahayu Surtiati. (2004). Semiotika dan Kajian Budaya. Jakarta: Pusat Bahasa.

Lotman, Yuri. (2023). Universe of the Mind: A Semiotic Theory of Culture. London: Bloomsbury.

Mangera, E. dan Simega, B. (2018). Simbol Budaya Toraja Dalam Singgi' Rampanan Kapa'. Prosiding Seminar Nasional Kepariwisataan Berbasis Riset dan Teknologi, 6–7 September 2018, Tana Toraja.

Nöth, Winfried. (2021). Handbook of Semiotics. Bloomington: Indiana University Press.

Palimbong, Andriano Mario, Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, dan Timbul Haryono. (2022). Makna Pertunjukan Ma’ Marakka dalam Upacara Rambu Solo’ Masyarakat Toraja. Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik 5(2): 134–141. https://doi.org/10.26740/vt.v5n2.p134-141

Palimbong, D. R., Salamba, S., dan Baan, A. (t.t.). Makna Ungkapan Kada Simuane Tallang Dalam Tuturan Ritual Adat Toraja: Tinjauan semiotik. Naskah tidak diterbitkan.

Pasande, J. (2019). Semiotika dan Identitas Budaya Pada Perkawinan Rampanan Kapa'. Jurnal Ilmu Budaya Toraja, 3(2), 78–94.

Patiung, N. (2016). Nilai-nilai Kearifan Lokal Dalam Nyanyian Kematian Osong pada Rambu Solo' budaya Toraja. Prosiding Selogika IV: Seminar dan Dialog Internasional Kemelayuan di Indonesia Timur IV. LP2M UNHAS.

Patiung, N., dkk. (2024). Makna Budaya Dalam Tradisi Lisan Dan Sistem Tanda Sosial. Penerbit Universitas Kristen Indonesia Paulus.

Peirce, Charles Sanders. (1931–1958). Collected Papers of Charles Sanders Peirce. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Pongpabia dan Mangera. (2024). Kajian Semiotik Tuturan Ritual Adat Toraja. Jurnal Linguistik dan Sastra, 9(1), 33–49. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2014

Sandarupa, S. dan Dirk Rukka S. (2024). Filosofi Tallu Lolona A’pa Tauninna. Klaten PT.Nugraha Media.

Saussure, Ferdinand de. (1916). Cours de Linguistique Générale. Paris: Payot.

Sihombing, Lambok Hermanto. (2022). Rituals and Myths at the Death Ceremony of the Toraja People: Studies on the Rambu Solo Ceremony. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial 6(2): 352–366. https://doi.org/10.22219/satwika.v6i2.22785

Simega, B. (2015). Makna Simbol Dan Tuturan Dalam Perkawinan Adat Toraja Serta Kaitannya Dengan Hukum Adat. Jurnal Ilmu Hukum dan Budaya, 4(1), 101–118.

Sitoto, S. (2016). Tropes dan Simbolisme dalam Tuturan Ritual Mebala Kollong Pada Upacara Rambu Solo’ Budaya Toraja. Prosiding Selogika IV (Seminar dan Dialog Internasional Kemelayuan di Indonesia Timur IV). Makassar: Puslitbang Dinamika Masyarakat, Budaya, dan Humaniora, LP2M UNHAS.

Mangera, Elisabeth dan Simega, Berthin. (2018). Simbol Budaya Toraja dalam Singgi’ Rampanan Kapa’. Prosiding Seminar Nasional Kepariwisataan Berbasis Riset Dan Teknologi Tana Toraja 6-7 September. SEMKARISTEK. file:///C:/Users/prisc/Downloads/ojsukitoraja,+Journal+manager,+29+-+Berthin%20(1).pdf

Tanduklangi. Novrianto. (2025). Samparan Kada-Kada Toraya (Sastra Lisan dalam Upacara Adat Toraja). Lamongan: Detak Pustaka.

Tammu, J & Vander Veen, H. (2016). Kamus Toraja – Indonesia. Rantepao: PT Sulo.




DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v15i1.8533

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lihat Statistik Jurnal Ranah View MyStat

 

Ranah: jurnal Kajian Bahasa diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP) is licensed under CC BY-SA 4.0 

 

©2017a

Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

Pos-el: jurnalranahbahasa@gmail.com

Telepon: (021) 4706287