Analisis Pemahaman Guru Bahasa Indonesia dan Kualitas Kebahasaan Modul Ajar dalam Perencanaan Pembelajaran di Sekolah
Abstract
This study aims to analyze Indonesian language teachers’ understanding of lesson planning within the Merdeka Curriculum and to examine the linguistic quality of teaching modules used as instructional planning documents in schools. A qualitative descriptive approach was employed, involving seven Indonesian language teachers from elementary, junior high, senior high, and vocational schools. Data were collected through in-depth interviews and documentation of teaching modules and analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis model. The findings reveal that teachers generally understand lesson planning as a strategic guide that directs learning objectives, activities, and assessments in a flexible and contextual manner. However, the linguistic analysis of five teaching modules indicates that the quality of instructional language has not fully met academic language standards, particularly regarding adherence to Indonesian orthographic conventions, sentence effectiveness, consistency of pedagogical terminology, and clarity and measurability of learning objectives. These results highlight that the effectiveness of lesson planning in the Merdeka Curriculum depends not only on teachers’ conceptual understanding but also on the linguistic quality of teaching modules as tools of pedagogical communication. This study recommends strengthening teachers’ competencies in developing teaching modules, especially in terms of linguistic accuracy and academic literacy.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman guru Bahasa Indonesia terhadap perencanaan pembelajaran serta menelaah kualitas kebahasaan modul ajar yang disusun sebagai perangkat perencanaan pembelajaran di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tujuh guru Bahasa Indonesia dari jenjang SD, SMP/MTs, SMA, dan SMK. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi modul ajar, selanjutnya dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pada umumnya telah memahami perencanaan pembelajaran sebagai pedoman strategis yang mengarahkan tujuan, kegiatan, dan asesmen pembelajaran secara fleksibel dan kontekstual. Namun demikian, analisis kebahasaan terhadap lima modul ajar menunjukkan bahwa kualitas bahasa instruksional belum sepenuhnya memenuhi kaidah kebahasaan akademik, terutama pada aspek ketepatan PUEBI, keefektifan kalimat, konsistensi istilah pedagogik, serta kejelasan dan keterukuran tujuan pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan perencanaan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh pemahaman konseptual guru, tetapi juga oleh kualitas kebahasaan modul ajar sebagai media komunikasi pedagogis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kompetensi guru dalam penyusunan modul ajar, khususnya pada aspek kebahasaan dan literasi akademik.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdian, Y. (2012). Dimensi Perencanaan Pembelajaran. Blogger.
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives. Longman.
Anis Salsabila. (2024). Implementasi Student Centered Learning (SCL) dalam meningkatkan prestasi siswa . Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(3 Agustus SE-Articles), 4057–4066. https://doi.org/10.58230/27454312.958
Apriyantika, N., & Dea Mustika. (2023). Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SD Negeri 141 Pekanbaru. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 2(4 SE-Articles), 503–513. https://doi.org/10.31004/jpion.v2i4.206
Aulia, A., Rahmadita, A. A., Putri, A. A., Sekarani, F., Zakiyyah, N., Rahmania, T., & Mayarni, M. (2023). Analisis penerapan pendekatan dan model pembelajaran mata pelajaran bahasa indonesia di kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(1 SE-Articles), 11. https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i1.106
Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective teacher professional development. Palo Alto, CA: Learning Policy Institute. https://doi.org/10.54300/122.311
Dewi, L. A. N., Rahmawati, M., & Setiawati, C. R. (2025). Kompetensi pedagogik guru Sekolah Dasar dalam implementasi kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 10(1 SE-Articles). https://doi.org/10.47435/jpdk.v10i1.3379
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2009). The systematic design of instruction.
Gagné, R. M., Wager, W. W., Golas, K. C., & Keller, J. M. (2019). Principles of instructional design (6th ed.). Cengage Learning.
Bolkan, S., Goodboy, A. K., & Serki, N. (2026). Instructor clarity fosters student learning by reducing cognitive load (for some students). Communication Education, 75(1), 22–38. https://doi.org/10.1080/03634523.2025.2553563
Darling-Hammond, L., Flook, L., Cook-Harvey, C., Barron, B., & Osher, D. (2020). Implications for educational practice of the science of learning and development. Applied Developmental Science, 24(2), 97–140. https://doi.org/10.1080/10888691.2018.1537791
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2009). The systematic design of instruction.
Hasriani, G. (2022). English teachers’ pedagogical competence in regard to planning the teaching and learning process. Journal of Languages and Language Teaching, 10(2), 161.
Noprina, W., & Handayani, D. F. (2021). Kualitas modul elektronik berbasis contextual teaching and learning terintegrasi pendidikan karakter untuk menulis karya ilmiah. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(1), 119–131.
Hersey, Paul, Angelini, Arrigo L, & Carakushansky, Sofia. (1982). The impact of situational leadership and classroom structure on learning effectiveness. Group & Organization Studies, 7(2), 216–224. https://doi.org/10.1177/105960118200700209
Hersey, P., & Blanchard, K. H. (1982). Management of organizational behavior: Utilizing human resources (4th ed.) (4th ed.). Prentice-Hall.
Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Ghalia Indonesia.
Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.
Kemendikbud. (2014). Pembelajaran pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Nomor 103 Tahun 2014).
Kemendikbud. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen: Kurikulum merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Putri, K.E.S., M. Rika W., Widya F. H., & Dea M. (2024). Evaluasi dan penilaian yang adil dalam konteks pendidikan inklusi. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(6 SE-Articles), 143–155. https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i6.504
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Kosasih, E. (2019). Strategi pembelajaran Bahasa Indonesia. Yrama Widya.
Lestari, P., Bahrozi, I., & Yuliana, I. (2023). Kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Jurnal Review Pendidikan. https://journal.unesa.ac.id/index.php/PD/article/view/27100
Marlina, M., Qomarudin, M., Hasan, S., Tasdiq, T., & Yovillia, Y. (2024). Persepsi Guru dan Adaptasi Terhadap Perubahan Kurikulum. Al-I’tibar : Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 121–126. https://doi.org/10.30599/jpia.v11i2.3520
Mulyani, H., & Insani, M. N. (2023). Kompetensi guru sekolah penggerak dalam menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka. Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan. https://jlmp.kemdikbud.go.id/index.php/jlmp/article/view/95
Mulyaningsih, I., Rahmat, W., Maknun, D., & Firdaus, W. (2022). How Competence of Production, Attention, Retention, Motivation, and Innovation Can Improve Students' Scientific Writing Skills. International Journal of Language Education, 6(4), 368-385.
Muslich, M. (2021). Tata bahasa pedagogik Bahasa Indonesia. Bumi Aksara.
Noprina, W., & Handayani, D. F. (2021). Kualitas modul elektronik berbasis contextual teaching and learning terintegrasi pendidikan karakter untuk menulis karya ilmiah. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(1), 119–131.
Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.
Rogers, C. R. (1983). Freedom to learn for the 80s. Charles E. Merrill Publishing.
Rostikawati, Y., Sukawati, S., & Sastromiharjo, A. (2025). Evaluasi ketepatan ulasan jurnal mahasiswa dalam pembelajaran berbasis bacaan akademis. Sawerigading, 31(1).
Santoso, T. B. (2024). Kompetensi pedagogik guru MI dalam mengimplementasikan kurikulum. Jurnal Studi Pendidikan Dasar, 2(1 SE-Articles), 14–32. https://doi.org/10.54180/jsped.v2i1.502
Schön, D. A. (1983). The reflective practitioner: How professionals think in action. Basic Books.
Syafiq, Z. Z., Zaky, F. A., Erliani, S., Rahayu, P., Tanjung, W. K., Hasibuan, D. F., Fatwa, M., & Nasution, I. (2022). Upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(6 SE-Articles), 4688–4696. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.9013
Tomlinson, C. A. (2014). Responding to the needs of all learners. ASCD.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Widiyanto, I. P., & Wahyuni, E. T. (2020). Implementasi perencanaan pembelajaran. Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen, 4(2), 16–35.
DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v15i1.8544
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ranah: jurnal Kajian Bahasa diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP) is licensed under CC BY-SA 4.0
©2017a
Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur
Pos-el: jurnalranahbahasa@gmail.com
Telepon: (021) 4706287







