Strategi Tindak Tutur dan Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Digital: Analisis Pragmatik Pada Percakapan Media Sosial

Siti Suwadah Rimang, Haslinda Haslinda, Maria Ulviani, Andi Adam

Abstract


This study is motivated by the complexity of language use in digital interactions, particularly on social media, where variations of meaning, politeness strategies, and pragmatic failures frequently occur. The main problem addressed in this study concerns how speech act and politeness strategies are employed in social media conversations and how context influences meaning interpretation in digital interaction. This study aims to identify types of speech acts, describe politeness and impoliteness strategies, and explain the role of context in constructing meaning in social media discourse. This research employs a descriptive qualitative approach with a pragmatic perspective. The data consist of 120 utterances collected from Instagram and Twitter/X through documentation and non-participant observation techniques conducted from January to March 2025. Data analysis was carried out through speech act identification, politeness strategy analysis, contextual interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that directive speech acts are the most dominant with 46 data (38.3%), followed by expressive speech acts with 34 data (28.3%) and representative speech acts with 25 data (20.8%). The politeness strategies identified include both positive and negative politeness, as well as the use of multimodal elements such as emojis to reinforce pragmatic meaning and reduce threats to the interlocutor’s face. In addition, impoliteness strategies were also found to function as expressions of emotion, criticism, and group solidarity. The study further indicates that limited contextual cues and the absence of nonverbal signals in digital communication may lead to pragmatic failure, including both pragmalinguistic failure and sociopragmatic failure. Therefore, this study highlights the importance of pragmatic competence in achieving effective, polite, and contextual communication in the digital era.

Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas penggunaan bahasa dalam interaksi digital, khususnya pada media sosial yang memungkinkan terjadinya variasi makna, strategi kesantunan, dan kegagalan pragmatik. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi tindak tutur dan kesantunan digunakan dalam percakapan media sosial serta bagaimana konteks memengaruhi interpretasi makna dalam interaksi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur, mendeskripsikan strategi kesantunan dan ketidaksantunan, serta menjelaskan peran konteks dalam membentuk makna ujaran di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif pragmatik. Data berupa 120 tuturan yang diperoleh dari Instagram dan Twitter/X melalui teknik dokumentasi dan observasi non-partisipatif selama Januari–Maret 2025. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi tindak tutur, analisis strategi kesantunan, interpretasi konteks, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang dominan adalah direktif sebanyak 46 data (38,3%), ekspresif sebanyak 34 data (28,3%), dan representatif sebanyak 25 data (20,8%). Strategi kesantunan yang ditemukan meliputi kesantunan positif dan negatif, serta penggunaan unsur multimodal seperti emoji untuk memperkuat makna pragmatik dan mengurangi ancaman terhadap face mitra tutur. Selain itu, ditemukan pula strategi ketidaksantunan (impoliteness) yang berfungsi sebagai ekspresi emosi, kritik, dan solidaritas kelompok. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterbatasan konteks dan minimnya isyarat nonverbal dalam komunikasi digital dapat menyebabkan kegagalan pragmatik, baik dalam bentuk pragmalinguistic failure maupun sociopragmatic failure. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya kompetensi pragmatik dalam membangun komunikasi yang efektif, santun, dan kontekstual di era digital.

Keywords


digital interaction; politeness; pragmatics, social media; speech acts

Full Text:

PDF

References


Altakhaineh, A., Hasheish, M., & Hamaydeh, D. (2024). Pragmatic failures in intercultural communication. Psycholinguistics, 36(2), 38–62. https://doi.org/10.31470/2309-1797-2024-36-2-38-62

Anjani, R., Ayunda, R. T., Maharani, W., Wahyuni, D., & Yunita, D. (2024). Speech acts and pragmatics in multilingual and multicultural settings. Register Journal, 13(4). https://doi.org/10.24114/reg.v13i4.64412

Concu, V., & Raffo, C. (2024). Emoji usage in intercultural computer-mediated communication. Intercultural Pragmatics, 21(5), 621–645. https://doi.org/10.1515/ip-2024-5002

Dinh, H. (2019). Indexicals in intercultural communication. Pragmatics & Cognition, 26(1), 135–165. https://doi.org/10.1075/pc.19005.din

Erdogan, N., & Kitson, C. (2025). AI and pragmatic competence in language learning. LatIA, 3, 115. https://doi.org/10.62486/latia2025115

Fatmawati, F., & Ningsih, R. (2024). Politeness in expressive speech acts: A cyber pragmatics approach. Journal of Languages and Language Teaching, 12(4), 1721–1738. https://doi.org/10.33394/jollt.v12i4.12620

Kale, U., Herrera, M., & Nagy, A. (2021). Pragmatic failure in global communication. Aircraft Engineering and Aerospace Technology, 93(8), 1313–1322. https://doi.org/10.1108/AEAT-03-2021-0081

Kasim, N., & Sueb. (2024). Speech acts, politeness, and pragmatic failures in intercultural contexts. Lingua: Journal of Linguistics and Language, 2(3), 174–187. https://doi.org/10.61978/lingua.v2i3.1032

Kim, K., & Spencer-Oatey, H. (2020). Metapragmatic comments on relating across cultures. Pragmatics, 31(2), 198–224. https://doi.org/10.1075/prag.20004.kim

Macagno, F., & Rossi, M. (2019). Metaphors and problematic understanding in communication. Journal of Pragmatics, 151, 103–117. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2019.03.010

Mejia, G. E. A., & Ngo, C. G. A. (2024). Profanity in social media: An analysis of pragmatic functions and politeness maxims violation. Journal of Education, Linguistics, and Literature, 4(1), 92–117. https://doi.org/10.54012/jcell.v4i1.315

Noreewec, A. (2024). Pragmatic analysis of politeness strategies in directive speech acts. Dialektika, 11(2). https://doi.org/10.33541/dia.v11i2.6082

Prayitno, H. J., Huda, M., Inayah, N., & Ermanto. (2021). Politeness of directive speech acts on social media discourse. Asian Journal of University Education, 17(4), 179–190. https://doi.org/10.24191/ajue.v17i4.16205

Pranowo, N. F. N., & Firdaus, W. (2020). Penggunaan Bahasa Nonverbal dalam Upacara Adat Pernikahan Gaya Yogyakarta: Kajian Simbolik Etnopragmatik. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 9(1), 35-55. https://doi.org/10.26499/rnh.v9i1.2321

Qub’a, A., Eid, O., Guba, M., & Altakhaineh, A. (2025). Pragmatic functions of expressions in Arabic discourse. Forum for Linguistic Studies, 7(4). https://doi.org/10.30564/fls.v7i4.8812

Rahardi, R. K., & Firdaus, W. (2023). Expert judgements of integrated cyberpragmatics learning model with socio-semiotics multimodality-based cybertext contexts. Aksara, 35(2), 211-227. https://doi.org/10.29255/aksara.v35i2.4160.211--227

Rahardi, R. K., & Firdaus, W. (2024). Visual Ostentivity of Cybertext Context: Critical Pragmatic Perspective of Socio-political Hate Speech in Public Spaces. SAWERIGADING, 30(2), 230-242. https://doi.org/10.26499/sawer.v30i2.1386

Rimang, S. S., & Ulviani, M. (2023). Representasi tindak tutur negosiasi penjual-pembeli di Pasar Maricayya di Kota Makassar. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 12(1), 162–176. https://doi.org/10.26499/rnh.v12i1.5942

Scontras, G., Tessler, M. H., & Franke, M. (2021). Rational speech act framework. Cognitive Science. https://doi.org/10.48550/arXiv.2105.09867

Septiawan, A., Alayya, J., Safitri, T. R., & Nurhaliza, Z. (2025). The pragmatic strategies of impoliteness within Instagram comment sections. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(4), 1796–1805. https://doi.org/10.63822/7sebke96

Ulviani, M. (2025a). Mendidik Gen-Alpha menjadi komunikator santun: Integrasi etika berbahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Zenodo. https://doi.org/10.5281/zenodo.17708055

Ulviani, M. (2025b). Transformasi pendidikan karakter Gen-Alpha melalui pendekatan multiliterasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Zenodo. https://doi.org/10.5281/zenodo.17627143




DOI: https://doi.org/10.26499/rnh.v15i1.8595

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lihat Statistik Jurnal Ranah View MyStat

 

Ranah: jurnal Kajian Bahasa diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP) is licensed under CC BY-SA 4.0 

 

©2017a

Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

Pos-el: jurnalranahbahasa@gmail.com

Telepon: (021) 4706287