ANALISIS SEMIOTIK PUISI CHAIRIL ANWAR
Nurweni Saptawuryandari
Abstract
Tujuan yang ingin dicapai dari tulisan ini adalah mengetahui makna dari teks-teks puisi Chairil Anwar. Beberapa puisi Chairil Anwar sarat dengan bahasa kiasan yang berupa ungkapan khas milik Chairil yang selalu didengungdengungkan oleh generasi muda. Selain itu, puisi-puisi Chairil juga memiliki unsur-unsur kepuitisan yang menimbulkan bunyi yang indah apabila dibacakan. Puisi tersebut, antara lain, ”Derai-Derai Cemara”, ”Pada Sebuah Kamar”, dan ”Yang Terampas dan Yang Putus”. Ketiga puisi itu dianalisis secara semiotik untuk dapat diungkapkan isi dan makna dari puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif yang memaparkan tulisan berdasarkan isi karya sastra, sedang teknik penulisannya adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar mempunyai makna yang dapat dijadikan bahan bacaan dan pesan-pesan untuk diketahui oleh pembaca.
Keywords
ungkapan khas, makna menyeluruh, pesan-pesan
DOI:
https://doi.org/10.26499/jk.v9i1.286
Refbacks
There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Kandai
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License .
Kandai Indexed By
KANTOR BAHASA SULAWESI TENGGARA
<div class="statcounter"><a title="site stats" href="http://statcounter.com/" target="_blank"><img class="statcounter" src="//c.statcounter.com/11470425/0/c9aca972/0/" alt="site stats"></a></div> View MyStat
Jalan Haluoleo, Kompleks Bumi Praja, Anduonohu, Kendari 93231
Telepon(0401) 3135289, 3135287
pos-el: kandaisultra@gmail.com