KESATUAN TEMATIK PUISI “LAUT” DAN “SELAIN LAUT” KARYA ABDUL HADI W.M.: INTERPRETASISEMIOTIK

I Wayan Nitayadnya

Abstract


Puisi ”Laut” (Meditasi, 1976) dan “Selain Laut” (Pembawa Matahari, 2002) karya Abdul Hadi W.M. memiliki kesatuan tematik walaupun diciptakan dalam kurun waktu yang berbeda. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah kesatuan tematik yang terlukis dari kedua puisi tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengungkap kesatuan tematik dari kedua puisi tersebut. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, deskriptif analitik, dan informal. Dari analisis sintaksis, semantik, dan pengujaran dapat disimpulkan bahwa kedua puisi tersebut mencerminkan satu kesatuan tematik. Kesatuan tematik kedua puisi tersebut adalah hidup di alam semesta ini tidak ada yang abadi. Artinya, hidup itu terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman danpemikiran manusia.

Keywords


tematik, sintaksis, semantik, pengujaran, puisi “Laut” dan “Selain Laut”

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/jk.v10i1.313

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Kandai

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Kandai Indexed By

PKP IndexCrossrefCrossrefDimensionsOne SearchMorarefRoadBASETroveIndex Copernicus

 

 

KANTOR BAHASA SULAWESI TENGGARA

Kantor Bahasa Sulawesi TenggaraCreative Commons License

View MyStat

 

Jalan Haluoleo, Kompleks Bumi Praja, Anduonohu, Kendari 93231

Telepon(0401) 3135289, 3135287

pos-el: kandaisultra@gmail.com