PERUBAHAN MAKNA KATA BAHASA INDONESIA PADA AKUN PENGGEMAR K-POP DI TWITTER: KAJIAN SEMANTIK (The Changes in Meaning that Occur in K-Pop Fan Accounts on Twitter: Semantic Analysis)

Anisa Triana Yustiandani, Bakdal Ginanjar

Abstract


The purpose of this study is to describe the types of changes in meaning that occur in K-Pop fan accounts on Twitter. This research is a descriptive qualitative research with a semantic approach. The research data is in the form of sentences containing Indonesian words that have changed meaning on the Twitter accounts @starfess, @caratstalk, @nctzenbase, and @girlgrouparea. Data were obtained using the listening method with advanced techniques in the form of note taking techniques. The data of this study were analyzed using two methods, namely the agih method with the basic technique of direct element division (BUL) and advanced techniques in the form of replacement techniques and insert techniques, as well as the equivalent method with the basic technique of sorting out determining elements (PUP) and advanced techniques in the form of equal comparison comparison techniques. (HBS). Research data were analyzed using techniques. This study concluded that changes in the meaning of Indonesian words used by K-Pop fan accounts on Twitter tend to be dominated by changes in the meaning of metaphors caused by the development of increasingly advanced information technology, giving rise to the need for new meanings by K-pop fans to express their feelings for their idols and to communicate with each other in the K-Pop community on Twitter.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis perubahan makna yang terjadi pada akun penggemar K-Pop di Twitter. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan semantik. Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung kata bahasa Indonesia yang mengalami perubahan makna pada akun Twitter @starfess, @caratstalk, @nctzenbase, dan @girlgrouparea. Data diperoleh menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Data penelitian ini dianalisis menggunakan dua metode, yaitu metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan berupa teknik ganti dan teknik sisip, serta metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding menyamakan (HBS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan makna kata bahasa Indonesia yang digunakan oleh akun penggemar K-Pop di Twitter cenderung didominasi oleh perubahan makna jenis metafora yang disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi yang semakin maju sehingga menimbulkan kebutuhan akan makna baru oleh para penggemar K-Pop guna mengekspresikan perasaan mereka terhadap idola K-Pop dan untuk saling berkomunikasi satu sama lain pada komunitas K-Pop di Twitter.

Keywords


semantic change; k-pop fans; twitter; perubahan makna; penggemar k-pop; twitter

References


Andansari, Y. R. (2015). Perilaku Komunikasi Dunia Maya Kpopers Surabaya (Studi pada Perilaku Komunikasi di Twitter dan Instagram Oleh Kpopers Surabaya Anggota KLOSS Family) [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

Azhari, A. N., & Inayatillah, F. (2022). Bahasa Slang Fans K-Pop pada Akun TikTok @Official_NCT. Bapala : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(5), 117–129.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, K. P. dan K. R. I. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (V). https://kbbi.kemdikbud.go.id/.

Britannica. (t.t.). https://www.britannica.com/.

Dictionary.com. (t.t.). https://www.dictionary.com/e/about/.

Ernawati, Y. (2021). Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia di Media Sosial. Silistik, 1(1), 29–39.

Kompas.com. (2022, Februari 11). INFOGRAFIK: Negara Paling Banyak Bicarakan K-Pop di Twitter, Indonesia Teratas. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/02/11/111100582/infografik--negara-paling-banyak-bicarakan-k-pop-di-twitter-indonesia.

Lujan, E. R. (2010). Semantic Change. Dalam S. Luraghi & V. Bubenik (Ed.), Continuum Companion to Historical Linguistics (hlm. 286–310). Continuum International Publishing Group.

Merriam-Webster. (t.t.). https://www.merriam-webster.com/.

Muhammad. (2014). Metode Penelitian Bahasa (M. Sandra, Ed.). Ar-Ruzz Media.

Parera, J. D. (2004). Teori Semantik (Kedua). Penerbit Erlangga.

Pateda, M. (2010). Semantik Leksikal (Kedua). Rineka Cipta.

Rohmah, R. D. (2022). Variasi Bahasa Penggemar Kpop dan Kdrama dalam Kolom Komentar Media Sosial Twitter dan Tiktok. TOTOBUANG, 10(1). https://totobuang.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/totobuang/article/view/356

Shim, D. (2006). Hybridity and the rise of Korean popular culture in Asia. Media, Culture & Society, 28, 25–44.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Sanata Dharma University Press.

Tim Pengembang Twitter. (2023). Pertanyaan Umum Pengguna Baru. https://help.twitter.com/id/resources/new-user-faq.

Ullmann, S. (2014). Pengantar Semantik (Sumarsono, Ed.). Pustaka Pelajar.

Yulistiana, F. (2014). Budaya Fangirling Boyband Korea di Media Sosial Twitter : Studi Etnografi Virtual pada Cyberfandom Boyband EXO di Media Sosial Twitter [Tesis]. Universitas Brawijaya.

Zaini. (2017). Dinamika Perkembangan Musik K-Pop Dalam Perspektif Industri Budaya. Seminar Nasional Budaya Urban : Kajian Budaya Urban di Indonesia dalam Perspektif Ilmu Sosial dan Humanior : Tantangan dan Perubahan, 500–516.




DOI: https://doi.org/10.26499/jk.v21i1.6386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Kandai

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Kandai Indexed By

PKP IndexCrossrefCrossrefDimensionsOne SearchMorarefRoadBASETroveIndex Copernicus

 

 

KANTOR BAHASA SULAWESI TENGGARA

Kantor Bahasa Sulawesi TenggaraCreative Commons License

View MyStat

 

Jalan Haluoleo, Kompleks Bumi Praja, Anduonohu, Kendari 93231

Telepon(0401) 3135289, 3135287

pos-el: kandaisultra@gmail.com