SYMBOLIC HARMONY IN THE RICE FIELD: EXPLORING ROLES AND LEADERSHIP IN RICE FARMING RITUALS (Harmoni Simbolik di Sawah: Eksplorasi Peran dan Kepemimpinan dalam Ritual Pertanian Padi)

Ahmad AB, Muh. Zainuddin Badollahi, NFN Rahmawati, Ernawati AB

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan kepemimpinan Sanro Ase dalam ritual pertanian padi di Desa Sengeng Palie. Meskipun teknologi pertanian modern telah diperkenalkan, masyarakat desa ini masih terus mempraktikkan ritual pertanian padi tradisional. Sanro Ase memegang peran sentral dalam tradisi ini, dan memahami peran mereka memberikan wawasan tentang bagaimana kepercayaan dan pengetahuan tradisional tetap relevan dalam masyarakat pertanian kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode etnografi, termasuk observasi, wawancara, dan partisipasi dalam kehidupan sehari-hari di desa tersebut. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Sanro Ase memainkan peran penting dalam menentukan hari baik untuk bercocok tanam dan mengelola pengetahuan yang berkaitan dengan pengelolaan ritual yang dilakukan oleh para petani. Para petani di Desa Sengeng Palie sangat bergantung pada keahlian Sanro Ase dalam memimpin ritual-ritual tersebut, yang mencerminkan kepercayaan mereka terhadap pengetahuan tradisional dan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga keberlanjutan pertanian.

This research explores the roles and leadership of Sanro Ase in the rice farming rituals of Sengeng Palie Village. Despite the introduction of modern agricultural technology, the village's community continues to uphold traditional rice farming rituals. Sanro Ase occupies a central position within these practices, and examining their role offers valuable insights into the resilience and relevance of indigenous knowledge systems in contemporary rural life. The research uses ethnographic methods, including observation, interviews, and participation in the village's daily life. The study's findings reveal that Sanro Ase plays a vital role in determining auspicious planting days and managing the knowledge related to the management of the rituals performed by the farmers. The farmers in Sengeng Palie Village heavily rely on Sanro Ase's expertise in leading these rituals, which reflects their trust in traditional knowledge and their understanding of the importance of maintaining agricultural sustainability.

Keywords


Sanro Ase; ritual pertanian; sawah; desa Sengeng palie; kepercayaan tradisional; keberlanjutan pertanian; Sanro Ase; agricultural

Full Text:

PDF

References


Abdi, Abdi, Zulfikar La Zulfikar, Edi Cahyono, La Rianda Baka, Weka Gusmiarty Abdullah, Ilma Sarimustaqiyma Rianse, Wa Kuasa Baka, Usman Rianse, Weka Widayati, and Dasmin Sidu. 2016. ‘Customer behaviour model of brown sugar commodity’. International Journal of Business Innovation and Research 11(3):444. doi: 10.1504/IJBIR.2016.10000268.

Afriandi, Gushidayat, Ideal Putra, and Nurman Nurman. 2018. ‘Tradisi Serasean: Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat transmigran di Nagari Sungai Duo dalam mewujudkan keharmonisan sosial’. Journal of Civic Education 1(2):204–10. doi: 10.24036/jce.v1i2.234.

Anakotta, Raisa, Alman Alman, and Solehun Solehun. 2019. ‘Akulturasi masyarakat lokal dan pendatang di Papua Barat’. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 21(1):29. doi: 10.25077/jantro.v21.n1.p29-37.2019.

Anggraini, Dwi. 2016. ‘Stereotip Perempuan dalam film Get Married: Analisis Semiotika Roland Barthes’. EJournal Ilmu Administrasi Bisnis 4(2):176–85.

Atkinson, Paul, Sara Delamont, Amanda Coffey, John Lofland, and Lyn Lofland. 2007. Handbook of ethnography. London: Sage.

Chandra, Tasya Kartika, and Nur Hadi. 2021. ‘Sinkretisme budaya dan agama: Tradisi selamatan dan pagelaran Wayang Pesarean Gunung Kawi’. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial 1(2):135–41. doi: 10.17977/um063v1i2p135-141.

Djoh, Diana Andayani, Denisius Umbu Pati, and Ospensius Kawawu Taranau. 2023. ‘Ritual Petani Marapu (Makna simbolik ritual Petani Marapu di Desa Wunga Kabupaten Sumba Timur)’. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK) 5(1):3961–75.

Febriani, Nur Arfina. 2021. ‘Pajjappi (Mantra) sebagai pengobatan tradisional masyarakat Bugis di Desa Bila’. Aceh Anthropological Journal 5(2):176. doi: 10.29103/aaj.v5i2.5626.

Fikri Syukur, Ismi Lutfi Rijalul. 2020. ‘Metodologi tafsir Darul Islam Fillah : Studi atas ayat-ayat kerasulan’. Khazanah Pendidikan Islam 2(1):22–33. doi: 10.15575/kp.v2i1.8130.

Hammersley, Martyn. 2006. ‘Ethnography: Problems and prospects’. Ethnography and education 1(1):3–14. doi: 10.1080/17457820500512697.

Handayani, Sri. 2018. ‘Agriculture and ritual: Pola komunikasi ritual slametan musim tanam padi di Ngemplak, Sambikerep, Surabaya’. J-IKA 5(1):40–50.

Hasanah, N., D. .. Suriamihardja, and B. Abdulsamad. 2015. ‘Korelasi periode delapan tahun Lontara’ Pananrang dengan periode gerak bulan dalam perarakterisasian kondisi cuaca di Sulawesi Selatan’. Pp. 224–27 in Seminar Nasional Fisika Makassar.

Hasani, M. Muwafiqillah, and Oksiana Jatiningsih. 2014. ‘Makna simbolik dalam ritual Kawit dan Wiwit pada masyarakat pertanian di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan’. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan 3(2):1220–36.

Ismoyo, Petsy Jessy. 2020. ‘Decolonizing gender identities in Indonesia: A study of Bissu “The Trans-religious leader” in Bugis people’. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya 10(3):277. doi: 10.17510/paradigma.v10i3.404.

Juanda, Juanda, and Azis Azis. 2018. ‘Wacana percakapan Mappitu etnis Bugis Wajo Sulawesi Selatan, Indonesia pendekatan etnografi komunikasi’. JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia) 3(2):71. doi: 10.26737/jp-bsi.v3i2.725.

Kurnia, Ganjar, Iwan Setiawan, Ahmad C. Tridakusumah, Gani Jaelani, Mahra A. Heryanto, and Adi Nugraha. 2022. ‘Local wisdom for ensuring agriculture sustainability: A case from Indonesia’. Sustainability 14(14):8823. doi: 10.3390/su14148823.

Lapasila, Nofianti, Tuti Bahfiarti, and Muhammad Farid. 2020. ‘Etnografi komunikasi pergeseran makna pesan tradisi Padungku pasca konflik Poso di Sulawesi Tengah’. Scriptura 10(2):111–22. doi: 10.9744/scriptura.10.2.111-122.

Maftuchin, Annise Sri. 2017. ‘Tuan tanah dan lurah : Relasi politik lokal patron-client di Desa Sukorejo Kecamatan Godanglegi Kabupaten Malang dalam kurun waktu 2007-2013’. Umbara 1(2). doi: 10.24198/umbara.v1i2.9983.

Manafe, Yermia Djefri. 2011. ‘Komunikasi ritual pada budaya bertani Atoni Pah Meto di Timor-Nusa Tenggara Timur’. Jurnal ASPIKOM 1(3):287. doi: 10.24329/aspikom.v1i3.26.

Minah, S., T. Norjietta, K. Rosliah, and S. K. I. Novi. 2019. ‘Local wisdom in agriculture for environmental sustainability: A case study of the dusun community’. International Journal of Innovation, Creativity and Change 6(8):117–38.

Mondolalo, Darminton. 2017. ‘Tradisi Kasambu masyarakat Muna Sulawesi Tenggara (Kajian struktur, konteks penuturan, proses penciptaan, dan fungsi serta pemanfaatan hasilnya untuk menyusun bahan dan kegiatan pembelajaran sastra di SMA)’. Universitas Pendidikan Indonesia.

Mukti, Gema Wibawa, and Rani Andriani Budi Kusumo. 2021. ‘Pertanian berkelanjutan: Sebuah upaya untuk memadukan pengetahuan formal dan informal petani (Kasus pada petani hortikultura di Provinsi Jawa Barat)’. Mimbar Agribisnis 7(2):1141–60. doi: 10.25157/ma.v7i2.5135.

Nezomba, Hatirarami, Florence Mtambanengwe, Pablo Tittonell, and Paul Mapfumo. 2017. ‘Practical assessment of soil degradation on smallholder farmers’ fields in Zimbabwe: Integrating local knowledge and scientific diagnostic indicators’. Catena 156:216–27. doi: 10.1016/j.catena.2017.04.014.

Reeves, S., A. Kuper, and B. D. Hodges. 2008. ‘Qualitative research methodologies: Ethnography’. BMJ 337(aug07 3):a1020–a1020. doi: 10.1136/bmj.a1020.

Rinaningputri, Eki. 2012. Eksploitasi perempuan dalam iklan ( Studi semiotika visualisasi eksploitasi perempuan dalam iklan produk Guess pada Majalah Cleo dan Elle di Indonesia). Sebelas Maret University.

Rohman, Nabila Nailur. 2020. ‘Berdampingan dengan leluhur di masa depan: Historisitas, lanskap, dan artikulasi identitas masyarakat Tengger Senduro’. Masyarakat Indonesia 44(2):76–87. doi: 10.14203/JMI.V44I2.857.

Sari, Dian Permata. 2016. ‘Motif keaktoran dalam ritual Turuk Laggai masyarakat Siberut Mentawai-Sumatera Barat’. Ekspresi Seni 18(2):258–76. doi: 10.26887/ekse.v18i2.96.

Sartini, Ni Wayan. 2017. ‘Makna simbolik bahasa ritual pertanian masyarakat Bali’. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) 7(2):99–120. doi: 10.24843/JKB.2017.v07.i02.p06.

Triastoningtias, Mahal Nungki Enggar. 2021. ‘Conservation of agriculture land based on local wisdom in Serang Village Purbalingga Regency’. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) 11(3):419–29. doi: 10.29244/jpsl.11.3.419-429.

Wahyunis, Wahyunis. 2022. ‘Pengetahuan Sanro Ase dalam ritual Padi Sawah masyarakat Bugis di Kabupaten Bone’. Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) 2(1):37–48.

Yenikawati, Novia, Denny Denmar, and Aulia Farida. 2015. ‘Norma sosial dan nilai sosial yang terkait usahatani Padi Sawah Desa Lambur Luar Kecamatan Muaro Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jambung Timur’. Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis 18(2):47–56. doi: 10.22437/jiseb.v18i2.2827.




DOI: https://doi.org/10.26499/jk.v21i1.6636

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Kandai

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Kandai Indexed By

PKP IndexCrossrefCrossrefDimensionsOne SearchMorarefRoadBASETroveIndex Copernicus

 

 

KANTOR BAHASA SULAWESI TENGGARA

Kantor Bahasa Sulawesi TenggaraCreative Commons License

View MyStat

 

Jalan Haluoleo, Kompleks Bumi Praja, Anduonohu, Kendari 93231

Telepon(0401) 3135289, 3135287

pos-el: kandaisultra@gmail.com