POTRET EKOLOGI DALAM ANTOLOGI PUISI AIR KARYA ANAK-ANAK UNTUK PENGETAHUAN SEJAK DINI TENTANG PERUBAHAN IKLIM (Portrait of Ecology in The Antology of Water Poetry Children's Works for Early Knowledge about Climate Change)

Amir Mahmud, Derri Ris Riana, NFN Syaifuddin, Yeni Yulianti

Abstract


This study aims to examine a children's poem addressing ecological degradation and its potential impact on future climate change. The methodology employed is descriptive qualitative, utilizing ecocriticism serving as the theoretical framework. The research findings on children's poetry indicate that the environments surrounding children, in both rural and urban settings, have experienced significant deterioration due to anthropogenic activities. These include the reduction of river depths, accumulation of waste, and contamination of water bodies resulting in malodorous emissions, leading to a cessation of riverine activities by residents. Furthermore, numerous recreational and grazing areas have been repurposed for commercial and residential development. Deforestation has occurred to facilitate the conversion of land for agricultural use. The consequences of this environmental degradation include a scarcity of potable water, insufficient water for livestock consumption, increased flood occurrences, a reduction in open and green spaces for children's recreation, and persistently elevated temperatures in rural areas.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan puisi karya anak-anak tentang kerusakan ekologi yang berdampak perubahan iklim pada masa depan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan ekokritik sebagai kerangka teori. Hasil penelitian puisi karya anak-anak menunjukkan bahwa di sekitar lingkungan anak-anak, baik di desa maupun kota mengalami kerusakan parah akibat ulah manusia, seperti sungai dangkal, bersampah, dan airnya kotor sehingga berbau busuk dan warga tidak lagi berkegiatan di sungai; banyak lahan tempat bermain dan menggembala ternak dijadikan bangunan supermarket dan permukiman; hutan ditebang untuk alih fungsi lahan pertanian. Dampak kerusakan tersebut menyebabkan krisis air bersih, hewan ternak tidak cukup minum air, banjir, dan anak-anak tidak dapat bermain di tempat terbuka dan hijau, dan cuaca selalu panas di desanya.

Keywords


climate change; children’s poem; ecocriticism; ecological degradation; deforestation; perubahan iklim; puisi anak-anak; ekokritik; degradasi ekologi; deforestasi

Full Text:

PDF

References


Bahasa, P. (2004a). Antologi Puisi Anak: Air. Kementerian Pendidikan Nasional.

Bahasa, P. (2004b). Antologi Puisi Anak. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Darmanto, D. dan S. (2013). Pengelolaan Sungai Berbasis Masyarakat Lokal di Daerah Lereng Selatan Gunung Api Merapi. Manusia Dan Lingkungan, 20(2). https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jml.18490

Endraswara, S. (2016). Ekokritik Sastra. Morfalingua.

Fadhli, M. A., Uswati, T. S., & Mulyaningsih, I. (2021). DIKSI DAN POLA KALIMAT PADA PUISI ANAK-ANAK DI MAJALAH SAHABAT. Nuances of Indonesian Language. https://doi.org/10.51817/nila.v1i1.21

Garrad, G. (2004). Ecocriticism. Routledge.

Glotfelty, Cheryll dan Fromm, H. (1996). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. The University of Georgia Press.

Hanan, S. S. (2007). Pangeran telur: cerita rakyat Sulawesi Tenggara. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Hutanpedia. (2022). Sembilan Dampak Kerusakan Hutan bagi Kehidupan di Muka Bumi. https://lindungihutan.com/blog

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 1990 TENTANG PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR, (1990).

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 1999 TENTANG KEHUTANAN, (1999).

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2009 TENTANG METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA, (2009).

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESTA NOMOR I7 TAHUN 2019 TENTANG SUMBER DAYA AIR, (2019).

Kamalia, D. dan S. (2022). Analisis Pencemaran Air Sungai Akibat Dampak Limbah Industri Batu Alam di Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon. Jurnal Envi Science, 6(1). https://doi.org/https://doi.org/10.30736/6ijev.v6iss2

Kehutanan, K. L. H. dan. (2016). Perubahan Iklim, Perjanjian Paris, dan Nationally Determined Contribution. Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim.

Kinasih, Arum, Hasna Nabila Exa, Siva Anisa Amalia, & S. Y. (2022). Analisis Makna dan Nilai Moral Pada Puisi Anak Usia Sekolah Dasar Dengan Tema Lingkungan. Jurnal Ibtida: Jurnal Kajian Pendidikan Dasar, 2(1). https://ejournal.iainu-kebumen.ac.id/index.php/ibtida/article/view/569

Kusumaningtyas, R. dan I. C. (2013). Pengelolaan Hutan Dalam Mengatasi Alih Fungsi Lahan Hutan di Wilayah Kabupaten Subang. Perencanaan Wilayah Dan Kota, 13(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33772/jpw.v7i2

Layli, I. N. (2022). Pengertian Perubahan Iklim, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya. Katadata.Co.Id. https://katadata.co.id/berita/nasional/626218e810745/pengertian-perubahan-iklim-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya

Mantiri, G. J. M. dan T. H. (2020). Bentuk-Bentuk Satire Ekologis Dalam Kumpulan Puisi Suara Aanak Keerom (Tinjauan Ekokritik). Jurnal Jentera, 9(1), 1--14. https://doi.org/10.26499/jentera.v9i1.1803

Numberi, F. (2009a). Perubahan Iklim: Implikasi Terhadap Kehidupa di Laut, Pesisisr, dan Pulau-Pulau Kecil. Fortuna.

Numberi, F. (2009b). Perubahan Iklim Implikasinya Terhadap Kehidupan di Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil. Fortuna Prima Makmur.

Nurba, M. W., Yuditeha, & Raja, T. B. (Ed. . (2019). Memetik Keberanian: Kumpulan Cerita Untuk Anak-Anak. Gora Pustaka Indonesia.

Nurgiyantoro, B. (2013). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Gadjah Mada University Press.

Pandu, P. (2022). Isu Air dan Jender Fokus Perundingan COP-27 Pekan Kedua. Kompas.Com. https://www.kompas.id.

Report, I. S. (2023). Summary for Policymakers of the Intergovernmental Panel on Climate Change.

Sudewa, I. K. (2020). Memahami Dunia Anak Melalui Puisi di dalam Tabloid Lintang. Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya. https://doi.org/10.24843/pjiib.2020.v20.i01.p09

Sukmawan, S. (2016). Ekokritik Sastra. UB Press.

Suyatno. (2009). Struktur Narasi Novel Karya Anak. J.P. Book.

Tjasyono, B. (2019). 555 Tanya Jawab Cuaca, Iklim, Lingkungan, dan Bioklimatologi. Remaja Rosdakarya.

Toha-Sarumpaet, R. K. (2010). Pedoman Penelitian Sastra Anak. Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional.

Umami, R. H. (2019). BIAS GENDER DALAM SASTRA ANAK: STUDI PADA BUKU KECIL-KECIL PUNYA KARYA. Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak. https://doi.org/10.21274/martabat.2018.2.1.135-154

Wahyuni, H. dan S. (2021). Dampak Deforestasi Hutan Skala Besar terhadap Pemanasan Global di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1). https://doi.org/DOI: 10.14710/jiip.v6i1.10083

Yulisetiani, S. dan E. I. N. (2022). Kearifan Lingkungan Dalam Puisi-Puisi Arif Hidayat. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 11(1). https://doi.org/https://doi.org/10.26499/jentera.v11i1.3029

Zuliyanti, Rika Anngela, dan W. C. (2022). Analisis Pemanfaatan Air Sungai bagi Rumah Tangga di Bantaran Sungai Malawi Desa Sungai Ana Kabupaten Sintang. Geo Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Geografi Dan Pariwisata, 2(1). https://jurnal.fipps.ikippgriptk.ac.id/index.php/Geografi




DOI: https://doi.org/10.26499/jk.v21i1.8177

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Kandai

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Kandai Indexed By

PKP IndexCrossrefCrossrefDimensionsOne SearchMorarefRoadBASETroveIndex Copernicus

 

 

KANTOR BAHASA SULAWESI TENGGARA

Kantor Bahasa Sulawesi TenggaraCreative Commons License

View MyStat

 

Jalan Haluoleo, Kompleks Bumi Praja, Anduonohu, Kendari 93231

Telepon(0401) 3135289, 3135287

pos-el: kandaisultra@gmail.com