Tanda basa Baduy adalah tuturan yang diucapkan masyarakat Baduy dalam durasi waktu tertentu pada satu acara ritual adat, di antaranya acara lamaran dan bercocok tanam. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam Tanda Basa Baduy. Analisis data dilakukan dengan metode struktur. Struktur yang diteliti adalah struktur yang berhubungan dengan nilai moral dalam Tanda Basa Baduy. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Tanda Basa digunakan untuk menanamkan perilaku dan moral pada masyarakat Baduy. Hasil pembahasan juga memaparkan ada tujuh nilai moral yang dapat diambil dari Tanda Basa Baduy: (1) sopan dan santun, (2) efektif, (3) jujur dan damai, (4) sederhana, (5) religius, (6) mengikuti ajaran nenek moyang, serta (7) mengakui kesalahan.
Darma, B. (1984). Sejumlah Esai Sastra. Jakarta: Penerbit Unipress Djoewisno, M.S. (1987). Potret Kehidupan Masyarakat Baduy. Jakarta: Cipta Pratama
Hakim, L. (2012). Baduy dalam Selubung Rahasia. Serang: Biro Humas Pemprov Banten
Huripan, S.S. (1991). Mutiara yang Terlupakan. Surabaya: HISKI Komisariat Jawa Timur
Kosasih, E. (2013). Nilai-nilai Moral dalam Karya Sastra Melayu Klasik Islam: Kajian terhadap hikayat Raja Khaibar, hikayat Saif Zulyazan, serta hikayat Mariam Zanariah dan Nurdin Masri. Jurnal Susurgalur, 1(1): 11-26.
Magnis-Suseno, F. (2000). Kuasa dan moral. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Seha, N, et al. (2015). Sastra lisan Baduy. Serang: Kantor Bahasa Provinsi Banten
Semi, A. (1993). Metode penelitian sastra. Bandung: Angkasa
Saputra, S. (1950). Naskah Baduy 11 (Agama). Bandung: naskah tidak diterbitkan
Wellek,R & Austin W. (1995). Teori kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.