ROMANTISME DALAM PUISI “KANGEN” KARYA W.S. RENDRA

Bagaskara Nur Rochmansyah, Indrya Mulyaningsih, Sultan Tirta Mujtaba

Abstract

Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek romantisme dalam puisi “Kangen” karya W. S. Rendra. Kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian sastra dengan pendekatan romantisisme. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bentuk lirisisme, individualitas emosi, dan ekspresi batin tokoh lirik yang membangun makna puisi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan dekat (close reading). Sumber data penelitian ini berupa teks puisi “Kangen” karya W. S. Rendra. Analisis dilakukan melalui dua tahap pembacaan, yaitu pembacaan heuristik untuk memahami makna literal dan pembacaan hermeneutik untuk menafsirkan makna konotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Kangen” merepresentasikan romantisme percintaan yang murung melalui dominasi citraan metaforis seperti “racun”, “pisau”, dan kiasan “tungku tanpa api”. Aspek romantisme tampak dalam sentimentalisme dan individualisme tokoh lirik yang menempatkan pengalaman batin “aku–engkau” sebagai pusat makna. Selain itu, puisi ini juga memperlihatkan paradoks kemerdekaan tanpa cinta yang mencerminkan kekosongan eksistensial dan luka batin. Dengan demikian, puisi “Kangen” menampilkan romantisme yang tidak idealistis, melainkan romantisme yang sarat dengan rasa hampa dan ketidakberdayaan emosional.
Kata Kunci: romantisme; puisi; lirisisme

Abstract
This research aims to describe the aspects of romanticism in the poem “Kangen” by W. S. Rendra. The study employs a literary approach based on romanticism theory. The purpose of this research is to reveal lyricism, emotional individuality, and the inner expression of the lyrical persona that constructs the meaning of the poem. The method used is descriptive qualitative with a close reading technique. The data source of this research is the poem “Kangen” by W. S. Rendra. The analysis is conducted through two stages: heuristic reading to understand the literal meaning and hermeneutic reading to interpret the connotative meaning. The results show that the poem “Kangen” represents a melancholic romanticism through the dominance of metaphorical imagery such as “poison,” “knife,” and the figurative expression “a hearth without fire.” Romantic aspects are reflected in sentimentality and individualism that position the inner experience of the “I–you” relationship as the center of meaning. In addition, the poem presents a paradox of freedom without love, which reflects existential emptiness and emotional wounds. Thus, “Kangen” portrays a form of romanticism characterized by emptiness and emotional vulnerability.

Keywords

romanticism; poetry; lyricism

Full Text:

PDF

References

Abdul, H. W. M. (2014). Hermeneutika Sastra Barat dan Timur. Sadra Press.

Ahyar, J. (2019). Apa Itu Sastra Jenis-Jenis Karya Sastra dan Bagaimanakah Cara Menulis dan Mengapresiasi Sastra. Deeppublish.

Alfin, J. (2014). Apresiasi Sastra Indonesia. Surabaya: UIN Sunan Ampel Press.

Anggraini, N. & Aulia, N. (2020). Analisis Struktural pada Puisi Malu Aku Jadi Orang

Apandi, G. R., Nuraini, R., & Hartati, D. (2021). Perbandingan Pandangan Feminis pada Puisi Theoresia Rumthe dan Rupi Kaur. Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 117—130.

Artika, I. W. (2015). Teori dalam Pengajaran Sastra. PRASI, 10(19), 18—27.

Bowie, A. (2002). From Romanticism to Critical Theory. Taylor & Francis e-Library.

Bright, M. H. (1979). English Literary Romanticism and the Oxford Movement. Journal of the History of Ideas, 40(3), 385—404.

Damono, S. D., Budianta, M., Saini, K. M., Sumardjo, J., Zaidan, A. R., & Wasono, S. (2025). Membaca Romantisme Indonesia. Pusat Departemen Pendidikan Nasional.

Efsa, N. W. (2015). Manifestasi Ideologi Romantik Dalam Puisi-Puisi Acep Zamzam Noor. LITERA, 14(1),187—204.

Fatimah & Nafilah, I. (2014). Teori Sastra. Tangerang: Pustaka Mandiri.

Fauzi, A. Q., Sundari, A. Y., & Fauzia, D. S. (2018). Analisis Penggunaan Majas pada Puisi Berjudul Memoir Hitam, Lagu Hitam, dan Selembar Daun Karya Soni Farid Maulana. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 1(6), 951—956.

Handayani, R., & Tricahyono, D. (2022). Perempuan dalam Iklan Media Massa di Jawa Tahun 1930-an: Sebuah Analisis Wacana Multimodal. Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 12(2), 139. https://doi.org/10.25273/ajsp.v12i2.10800

Hasan, K. (2025). Kajian Romantisme pada Novel Garis Luka Karya. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 14(1), 101–109. https://doi.org/10.26418/jppk.v14i.81060

Juniar, Harliyana, I., & Maulidawati. (2023). Analisis Nilai-Nilai Moral dalam Novel Cinta yang Tak Biasa Karya Natta Reza dan Wardah Maulina. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 59–72.

Kamilah, S., Gunatama, G., & Sutresna, I. B. (2016). Puisi Siswa Kelas VIII A MTs Al-Khairiyah Tegallinggah: Sebuah Analisis Struktur Fisik dan Batin Puisi. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNDIKSHA, 4(2).

Khasanah, E. F., Ichsan, Y., Terawati, E., Muslikhah, A. H., & Anjar, Y. M. (2022). Nilai-Nilai Keislaman pada Tembang Lir-Ilir Karya Sunan Kalijaga. Ta’dib: Jurnal Penidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, 20(2), 13–25.

Khoerunnisa, N., Rizqina, A. A., Setyaningsih, A. O., Imani, A. N., & Suryanto, E. (2023). Analisis Romantisme dalam Empat Kumpulan Sajak Kakawin Kawin Karya Ws Rendra. Simpati, 1(3), 86–97. https://doi.org/10.59024/simpati.v1i3.223

Lanyi, G. (1980). Debates of the Definition of Romanticism in Literary France (1921—30). Journal of the History of Ideas, 41(1), 141—150.

Mabruri, Z. K. (2015). Majas dan Citraan dalam Kumpulan Puisi Blues untuk Bonnie Karya W.S. Rendra dan Pemakaiannya. Culture, 2(1), 133—150.

Mahyudi, J. (2015). Jejak Wordsworth, Coleridge, dan Shelley pada Sejumlah Sajak Chairil Anwar yang Dilengkapi Nama Wanita. LINGUA, 12(1),71—84.

Mahyudi, J., Intiana, S. R. H, & Agusman. (2021) Omantisme Feminis Lansia dalam Film the Notebook dan Love in the Time of Cholera. Jurnal Lingue Bahasa, Budaya, dan Sastra, 3(1), 1—13.

Mawarida, H., & Abshor, M. U. (2022). Romantisme Melankolis Puisi Al-Masa’ Karya Khalil Muthran (Aliran Romantisme dalam Sastra Arab) Hanim. AR ROSYAD Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora, 1(1), 1–17.

Mirantin, A. (2018). Analisis Makna Heuristik dan Hermeunitik Teks Puisi dalam Buku Syair-Syair Cinta Karya Khalil Gibran. Caraka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Bahasa Daerah, 7(1), 29–37.

Mulyaningsih, I. (2015). Memahami Sajak-Sajak W. S. Rendra. Jakarta: Pusat Publisher.

Rochmansyah, B. N., Supriyanto, R. M. T., & Doyin, M. (2023). Transmission of Environmental Values in Wawacan Sulanjana for Majalengka Community. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa dan Sastra, 12(1), 9–18.

Saragih, F. (2011). Ciri-ciri Aliran Romantik. Diakses pada tanggal 4 September 2021 dari https://www.sigodangpos.com/2011/08/ciri-ciri-aliranromantik.html

Sehandi, Y. (2018). Mengenal 25 Teori Sastra. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Septiani, E. (2021). Analisis Unsur Intrinsik dalam Kumpulan Puisi Goresan Pena Anak Matematika. Jurnal Pujangga, 7(1), 96—114.

Slamet, Y. B. M. (2018). Fungsi dan Peran Karya Sastra dari Masa ke Masa. Jurnal PRAXIS, 1(1). 24—40.

Srineni, S., & Sulastri, A. (2023). Makna Romansa pada Antologi Puisi-Puisi Cinta Karya W.S. Rendra dengan Pendekatan Semiotika. Literature Research Journal, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.51817/lrj.v1i1.367

Stone, A. (2021). Bettina von Arnim’s Romantic Philosophy in Die Günderode. Cambridge University Press, 1—24. https://doi.org/10.1017/hgl.2021.19.

Suarta, I. M. & Dwipayana, I. K. A. (2014). Teori Sastra. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Teeuw, A. (2003). Sastera dan Ilmu Sastera. Bandung: PT Kiblat Buku Utama.

Tania, I. (2019). Romantisisme dalam Kesusastraan Dunia: Victor Hugo dan Romantisisme. UNPAD PRESS.

Vogler, T. A. (1986). Romanticism and Literary Periods: The Future of the Past. JSTOR New German Critique, 131— 160.

Wellek, R. (1949). The Concept of “Romanticism” in Literary History II. The Unity European Romanticism. JSTOR Comparative Literature, 1(2), 147—172. https://doi.org/10.2307/1768457

Wilianti, R., Mursalim, & Arifin, S. (2018). Analisis Diksi Puisi Wajah Negeri Kita Karya M. Anwar M. H. Jurnal Ilmu Budaya, 2(3), 286—292.

Yusuf, M. A., & Nibrosa, W. N. (2022). Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce dalam Novel “Titip Rindu ke Tanah Suci” Karya Aguk Irawan. Al-I’lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 6(1), 44–53. https://doi.org/10.31764/jail.v6i1.11143

Refbacks

  • There are currently no refbacks.