REPRESENTASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL JATINING SOBAT KARYA SAMSOEDI

Dendi Dendi, Retty Isnendes, Danan Darajat

Abstract

This study aims to analyse the representation of character education values in Samsoedi’s novel Jatining Sobat through a review of its narrative structure. The method used is a qualitative descriptive method with a literature review technique, referring to the 18 character education values according to the Ministry of Education and Culture (2010). The results of this study show that there are 15 character education values present in the novel Jatining Sobat, with the most dominant character education values appearing in the aspects of religiosity, independence, and hard work. The novelty of this novel lies in its exploration of character education values through the resilience of the main character in facing poverty and other life challenges. The absence of other character education values, such as (love of peace, a love of reading, and care for the environment), indirectly demonstrates that this novel reflects the limited access to education at that time; yet, this did not cause the protagonist to give up on pursuing knowledge, but rather to keep striving until, through all the struggles they undertook, they were finally able to attend school. This research also contributes to the development of teaching materials by providing a relevant alternative resource for literary appreciation, aimed at building students’ character based on local wisdom and imbued with noble character values.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai pendidikan karakter dalam novel Jatining Sobat karya Samsoedi melalui tinjauan struktur naratif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka, mengacu pada delapan belas nilai pendidikan karakter menurut Kemendiknas (2010). Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima belas nilai pendidikan karakter yang ada pada novel Jatining Sobat, dengan nilai pendidikan karakter yang paling dominan muncul pada aspek religius, kemandirian, dan kerja keras. Kebaruan novel ini mengungkap nilai pendidikan karakter dari sisi ketahanan karakter tokoh utama, dalam menghadapi kemiskinan dan permasalahan hidup lainnya. Nilai pendidikan karakter lainnya yang tidak muncul, seperti (cinta damai, gemar membaca, dan peduli lingkungan) secara tidak langsung membuktikan bahwa novel ini merefleksikan tekerbatasan akses pendidikan waktu itu, tidak menjadikannya menyerah dalam menuntut ilmu akan tetapi terus berusaha sampai pada ahirnya bisa bersekolah dengan segala perjuangan yang dilakukannya. Penelitian ini juga berkontribusi pada perkembangan media ajar, dengan menjadikannya sebuah alternatif bahan ajar apresiasi sastra yang relevan, untuk membangun karakter siswa berbasis kearifan lokal yang penuh dengan nilai-nilai karakter adiluhung.

Keywords

pendidikan karakter, novel, sunda jatining sobat

Full Text:

PDF

References

Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., & Chotimah, O. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul Jurnal Pendidikan, 6(1), 974—980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394

Agus, A. A. (2025). Integrasi Nilai Pancasila dalam Karakter Pendidikan: Strategi menghadapi tantangan Globalisasi. Jurnal Kajian Sosial dan Budaya, 9(3), 28–35.

Ahdar & Musyarif. (2022). Urgensi Pendidikan Karakter dalam Upaya Penanggulangan Kenakalan Remaja. AL MA’ARIEF: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 4(2), 86–91. https://doi.org/10.35905/almaarief.v4i2.3667

Alamsyah, Z., & Kosasih, D. (2020). Konflik Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Budak Teuneung Karya Samsoedi. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah serta Pengajara, 1(1), 102–114.

Alamsyah, Z., & Suherman, A. (2023). Kearifan Lokal dalam Dua Novelet Anak Karya Dadan Sutisna. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 11(2), 427–437.

Ambarwati, A. & Sudirman. (2023). Pengantar Memahami 18 Nilai Pendidikan Karakter. Literasi Nusantara Abadi Grup.

Darajat, D., Awaliah, Y. R., & Solehudin, O. (2020). The Character Education in “Ngabungbang” Tradition in Kasepuhan Ciptagelar Indigenous Community. Proceedings of the 4th International Conference on Language, Literature, Culture, and Education (ICOLLITE 2020). https://doi.org/10.2991/assehr.k.201215.021

Dewi, G. K., Ruhaliah., & Isnendes, R. (2019). Aspek Kepribadian Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Jurig Paséa jeung Nyi Karsih Karya Tini Kartini. LOKABASA, 10(2), 131–141. https://doi.org/10.17509/jlb.v10i2.21359

Haerudin, D., & Darajat, D. (2022). Muatan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Teks Panggelar Basa Sunda Untuk Siswa SMA/SMK/MA/MAK Kelas X. Jurnal Penelitian Pendidikan, 21(3), 72–84. https://doi.org/10.17509/jpp.v21i3.41293

Herlina, Y., Nurjanah, N., Isnendes, R., & Nurhuda, D. A. (2023). Kajian Sosiologi Sastra Pada Novel “Jamparing” Karya Chye Retty Isnendes. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 185—192. https://doi.org/10.26499/bahasa.v5i2.732

Isnendes, R. (2013). Masyarakat Sunda dalam Sastra: Komparasi Moralitas dan Kepribadian. LOKABASA, 4(1), 85—93. https://doi.org/10.17509/jlb.v4i1.3128

Karim, A. A., & Hartati, D. (2023). Pemanfaatan Teks Sastra sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Kakakter. KOLASE, 1(2), 56–68. https://doi.org/10.35706/jk.v1i2.8800

Kemendiknas. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional.

Koswara, D., Haerudin, D., & Permana, R. (2016). Nilai-nilai pendidikan karakter bangsa dalam khazanah sastra Sunda klasik: Transformasi dari kelisanan (orality) ke keberaksaraan (literacy) carita pantun Mundinglaya Di Kusumah (kajian struktural-semiotik dan etnopedagogi). Jurnal Penelitian Pendidikan, 14(1), 126—134. https://doi.org/10.17509/jpp.v14i2.3114

Koswara, D., Permana, R., & Suherman, A. (2020). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Anak Guha Karang Legok Pari Karya Hidayat Susanto. LOKABASA, 11(2), 127—135. https://doi.org/10.17509/jlb.v11i2.29145

Lickona, T. (2013). Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Nusa Media.

Maulidiah, R. H., Nasution, A. T., Nita, Y. S. S., Sitorus, K. A. N., & Armadhan, S. (2022). Nilai Pendidikan Karakter Pada Novel Hayya dan Implementasinya Bagi Peserta Didik. Jurnal Pena Edukasi, 9(1), 17–24.

Mulyani, N., Koswara, D., & Darajat, D. (2024). Relevansi Kosep Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Era Society 5.0. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(4), 838—846. https://doi.org/10.36418/syntaximperatif.v5i4.484

Murniasih, S., Yolanda, D. G., & Irma, C. N. (2021). Kajian Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Tapak Jejak Karya Fiersa Besari. Wanastra: Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(1). https://doi.org/10.31294/w.v13i1.9753

Nurgiantoro, B. (2004). Sastra Anak: Persoalan Genre. Humaniora, 16(2), 107–122.

Puri, L., Muhtadin, T., & Adipurwawidjana, A. J. (2021). Novel Babalik Pikir Karya Samsoedi Sebagai Bildungsroman Sunda pasa Masa Prakemerdekaan. Metahumaniora, 11(1), 1—13. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i1.31943

Rifa`i, A., Novitasari, L., & Suprayitno, E. (2023). Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya A. Dwifatma. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(2), 91—98. https://doi.org/10.60155/jbs.v10i2.323

Wisiyanti, R. A. (2024). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam di Era Globalisasi. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(1), 1965–1974.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.