KETIDAKPADUAN KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL DALAM TEKS BERITA ONLINE

Diva Shinta Saswandra, Yosi Seprianti, Aditiawarman Aditiawarman, Anisa Rahmadani, Bregi Valensky Indriano

Abstract

This research is motivated by the importance of discourse coherence in news texts, particularly in the use of grammatical and lexical cohesion that helps maintain the clarity of information for readers. In practice, instances of cohesive disruption are still frequently found, which may affect readers’ comprehension of news content. Based on this issue, the research aims to describe forms of grammatical and lexical cohesion disruption in the online news discourse published by Padang Ekspres. A descriptive qualitative method with a discourse analysis approach was employed. The data consist of news texts collected through documentation techniques and analyzed using content analysis. The results show that grammatical cohesion disruption is most frequently found in the use of referential elements with unclear referents, such as demonstrative phrases like "this matter" and "this program," followed by conjunctions inconsistent with the logical relations between sentences and inappropriate ellipsis. Lexical cohesion disruption is dominated by the repetition of words or phrases occurring in close proximity without synonymous variation, which reduces the effectiveness and clarity of news sentences. These findings are expected to serve as an evaluative reference for online news writing and as supplementary material for Indonesian language instruction, particularly in discourse analysis studies.

Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterpaduan wacana dalam teks berita, terutama pada penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal yang berperan menjaga kejelasan informasi bagi pembaca. Pada praktiknya, masih banyak ditemukan ketidakpaduan kohesi yang berpotensi mengganggu pemahaman pembaca terhadap isi berita. Berdasarkan persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ketidakpaduan kohesi gramatikal dan leksikal dalam wacana berita daring pada media Padang Ekspres. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana. Data berupa teks berita yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpaduan kohesi gramatikal paling banyak ditemukan pada penggunaan referensi dengan acuan kabur, seperti frasa penunjuk “hal ini” dan “program ini”, diikuti oleh konjungsi yang tidak konsisten dengan hubungan logis kalimat serta pelesapan unsur yang kurang tepat. Adapun ketidakpaduan kohesi leksikal didominasi oleh repetisi kata atau frasa yang berjarak sangat dekat tanpa variasi sinonim, sehingga menurunkan efektivitas dan kejelasan kalimat berita. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi penulisan berita daring serta referensi tambahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada kajian analisis wacana.

Keywords

media daring; ketidakpaduan; kohesi gramatikal; kohesi leksikal; wacana berita

Full Text:

PDF

References

Arifuddin, A., Ruslan, H., & Haslinda, H. (2022). Struktur Wacana Mikro Situs Berita Online Liputan6.com. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(1), 83–100.

Ashari, A. D., Khasanah, I. M., & Hanifah, S. (2019). Analisis Kohesi Gramatikal dalam Berita Online cnnindonesia.com pada Rubrik Nasional edisi Oktober 2019. Caraka: Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya, 6(1), 105–112.

Cahyono, E. S., Waluyo, B., & Rahmat, R. (2022). Aspek Kohesi Gramatikal dan Leksikal pada Berita Berbahasa Jawa dalam Tabloid Jawacana. Sabdasastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 6(1), 51–66.

Chaer, A. (2020). Linguistik Umum. Rineka Cipta.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). Sage Publications.

Darma, Y. A. (2014). Analisis Wacana Kritis Dalam Multiperpektif. PT Refika Aditama.

Djajasudarma, T. F. (1994). Wacana: Pemahaman dan hubungan antarunsur. Eresco.

Halid, R. A. M. & E. (2024). Wacana Bahasa Indonesai. Insan Cendekia Mandiri.

Halliday, M. A. K., & Hasan, R. (1976). Cohesion in English.

Kosasih, E. (2022). Jenis-jenis Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Yrama Widya.

Mahsun. (2021). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Rajawali Pers.

Megayatma, A. D., & Pratiwi, D. R. (2022). Kohesi Gramatikal dan Leksikal Teks Berita Pembelajaran Tatap Muka pada Media Sosial Kompas.com. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 18(2), 210–222.

Moleong, L. J. (2019). Metode Penelitian Kualitatif (Revisi). Rosda.

Mulyana. (2005). Kajian Wacana: Teori, Metode, dan Aplikasi Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Tiara Wacana.

Rahayu, Z. R. (2022). Pengantar Ilmu Wacana Dan Analisis Wacana Bahasa Indonesia Suatu Tinjauan Praktis. CV. Zona Cakrawala.

Rahayu, Z. R. (2024). Gaya Bahasa Mengkritik Debat Publik Pasangan Calon Presiden Republik Indonesia. Kolita 22, 28–30.

Rani, A., Arifin, B., & M. (2013). Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian. Bayumedia Publishing.

Riyanto, S. (2015). Bentuk Pengacuan dalam Wacana Media Massa Cetak. Jurnal Penelitian Humaniora, 16(2), 70–80.

Rohana, S. (2015). Analisis Wacana. CV Samudra Alif Mim.

Sasangka, S. S. T. W. (2016). Kohesi Gramatikal dalam Ragam Bahasa Perundang-undangan. Kandai, 12(1), 71–84.

Sumarlam. (2010). Analisis Wacana: Teori dan Praktik. Pustaka Cakra.

Umaiyah, N. (2016). Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Berita di Rubrik Daerah DIY pada Situs Berita Online Sindonews.com. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(5), 1–15.

Widiatmoko, W. (2015). Analisis Kohesi dan Koherensi Wacana Berita Rubrik Nasional di Majalah Online Detik. Jurnal Sastra Indonesia, 4(1), 1–12.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.