REPRESENTATIONS OF LOVE AND LOSS IN THE POEM DALAM KEMAH BY GOENAWAN MOHAMAD

Sukma Indah Purnama Sari, Nina Queena Hadi Putri, N. Ifga Gunawan

Abstract

This study aims to analyze the representations of love, loss, and emotional atmosphere in the poem Dalam Kemah by Goenawan Mohamad. The representations explored include incomplete love, symbols of transient relationships, a melancholic atmosphere, and the sense of loss depicted in the poem. A descriptive-qualitative research method was employed, with the poem Dalam Kemah serving as the data source. Data collection was conducted using the "read-and-note" technique, while data analysis followed the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Dalam Kemah portrays love as a relationship that is fleeting and not always whole. The symbol of the tent signifies a relationship that is temporary and fragile. Furthermore, the poet evokes a melancholic atmosphere through imagery involving rain, night, coldness, and the sounds of nature. The representation of loss emerges through an atmosphere of silence, a sense of restlessness, and a relationship that gradually drifts apart. The poem illustrates how human relationships can foster emotional closeness while simultaneously leaving behind a sense of loss.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi cinta, kehilangan, dan suasana emosional dalam puisi Dalam Kemah karya Goenawan Mohamad. Bentuk representasi yang dijelaskan berupa cinta yang tidak utuh, simbol hubungan sementara, suasana melankolis, serta kehilangan yang muncul dalam puisi Dalam Kemah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa puisi Dalam Kemah karya Goenawan Mohamad. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Dalam Kemah menggambarkan cinta sebagai hubungan yang singkat dan tidak selalu utuh. Simbol kemah menunjukkan hubungan yang bersifat sementara dan rapuh. Selain itu, penyair membangun suasana melankolis melalui citraan hujan, malam, dingin, dan bunyi alam. Representasi kehilangan muncul melalui suasana sunyi, rasa gelisah, serta hubungan yang perlahan menjauh. Puisi ini memperlihatkan bagaimana hubungan manusia dapat menghadirkan kedekatan emosional sekaligus meninggalkan rasa kehilangan.

Keywords

Poetry, representation of loss, love, melancholy atmosphere, Goenawan Mohamad

Full Text:

PDF

References

Armando, D., & Mufid, M. N. (2024). Representasi Kehilangan & Kesedihan Pada Puisi Bila Kau Tiada Karya Boy Candra: Sebuah Kajian Analisis Isi dan Gaya Bahasa. Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini, 1(3), 29—37. https://doi.org/10.61132/inpaud.v1i3.6

Efendi, A. (2015). Simbol Waktu dalam Kumpulan Puisi Asmaradana Karya Goenawan Mohamad. Diksi, 12(2), 312—326. https://doi.org/10.21831/diksi.v12i2.5260

Faradina, R. (2024). Kritik Objektif Terhadap Karya Sastra Puisi “Sembuh” Karya Tere Liye. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 4(3), 453–462. https://doi.org/10.58218/alinea.v4i3.1051

Hasani, Y., Ratna, A., & Sabila, R. (2025). Kajian Dalam Puisi. Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(2), 803—810.

Launjaea, L. (2024). Pengaruh Deklamasi Puisi dalam Pemahaman Makna Puisi. Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia), 14(1), 55—62. https://doi.org/10.31851/pembahsi.v14i1.14017

Nabila, U., & Hasanah, M. (2021). Metafora dalam Kumpulan Puisi Sajak-Sajak Lengkap 1961—2001 Karya Goenawan Mohamad. BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 5(2), 239—249. https://doi.org/10.17977/um007v5i22021p239-249

Permatasari, R. D., Yusriansyah, E., & Mubarok, A. (2025). Nilai Moral dalam Cerpen Percakan Singkat Tentang Cinta Karya Yetti A.KA: Kajian Resepsi Sastra. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 9(3), 593—606. http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v9i3.21692

Pujiati, H., Usia, K. F., & Herdianti, I. A. (2018). Makna Cinta dalam Kumpulan Puisi W.S Rendra. Asas Jurnal Sastra, 7(2), 34—48. https://doi.org/10.24114/ajs.v7i2.10015

Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93

Septiani, D. (2020). Majas dan Citraan dalam Puisi “Mishima” Karya Goenawan Mohamad (Kajian Stilistika). Jurnal Sasindo Unpam, 8(1), 12—24. https://doi.org/10.32493/sasindo.v8i1.12-24

Syafrial, S. (2011). Semangat Patriotis dalam Puisi Angkatan 66. Lentera: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Budaya dan Sosial, 2(4), 94—107.

Warti, A. B., & Nabila, N. Y. (2022). Simbol Penantian pada Puisi Asmaradana Karya Goenawan Mohamad dan Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono: Kajian Semiotika. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 2(4), 519–530. https://doi.org/10.17977/um064v2i42022p519-530

Wirawan, G. (2016). Analisis Struktural Antologi Puisi Hujan Lolos di Sela Jari Karya Yudhiswara. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 39–44. https://dx.doi.org/10.26737/jp-bsi.v1i2.89

Refbacks

  • There are currently no refbacks.