Simbol Lokal dalam Lagu Karya Didi Kempot: Analisis Semiotika

Ayunda Putri Nazarrina, Dzarna Dzarna, Yerry Mijianti

Abstract


This study aims to analyze the denotative, connotative, and mythological meanings of local symbols in Didi Kempot's song lyrics using Roland Barthes' semiotic approach. The method used is descriptive qualitative with a focus on interpreting the meaning of the lyric text. Data collection techniques were carried out through documentation of song lyrics containing local symbols such as Stasiun Balapan, Cidro, Suket Teki, Sewu Kuto, and Pamer Bojo, as well as literature studies from scientific sources relevant to Javanese culture and semiotic theory. The analysis was carried out by tracing linguistic elements in the lyric text that function as symbols of Javanese culture through Barthes's three levels of meaning: denotation (literal meaning), connotation (emotional and cultural meaning), and myth (ideological meaning). The results of the study show that at the denotative level, the symbols depict concrete objects such as stations, terminals, and traditional foods. At the connotative level, these symbols contain emotional meanings related to separation, betrayal, and life's struggles. Meanwhile, at the mythical level, these symbols reflect the Javanese people's view of life, which is receptive, patient, and upholds human values.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitologis dari simbol-simbol lokal dalam lirik lagu Didi Kempot menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada penafsiran makna teks lirik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi lirik lagu yang mengandung simbol lokal seperti Stasiun Balapan, Cidro, Suket Teki, Sewu Kuto, dan Pamer Bojo, serta studi kepustakaan dari sumber-sumber ilmiah yang relevan dengan budaya Jawa dan teori semiotika. Analisis dilakukan dengan menelusuri unsur linguistik dalam teks lirik yang berfungsi sebagai simbol budaya Jawa melalui tiga tingkatan makna Barthes: denotasi (makna literal), konotasi (makna emosional dan kultural), dan mitos (makna ideologis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotatif, simbol-simbol tersebut menggambarkan objek konkret seperti stasiun, terminal, dan makanan tradisional. Pada tingkat konotatif, simbol-simbol ini mengandung makna emosional yang berkaitan dengan perpisahan, pengkhianatan, dan perjuangan hidup. Sedangkan pada tingkat mitos, simbol-simbol tersebut merefleksikan pandangan hidup masyarakat Jawa yang nrimo, sabar, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Keywords


Javanese culture; local symbols; popular music; Roland Barthes; semiotics

Full Text:

PDF

References


Achsani, F. (1953). Sastra dan Masyarakat: Fenomena Ambyar pada Lirik Lagu Didi Kempot. Estetika: Jurnal Bahasa Indonesia, 2(2), 153–170. https://doi.org/10.29240/estetik.v2i2.1192

Bahang, A. D. J., Budarsa, G., & Pravitasari, P. K. (2025). Peran Musik Kontemporer dalam Pelestarian Budaya Tradisional di Ruteng, Manggarai, Flores, NTT. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(1), 94–103. https://doi.org/10.47861/jdan.v3i1.1671

Pratiwininsih, P., Mustofa, M., & Arifin, Z. (2024). Gaya Bahasa pada Lirik Lagu Sewu Kuto Karya Didi Kempot (Kajian Stilistika). Hastapena: Jurnal Bahasa, Sastra, Pendidikan dan Humaniora, 1(2), 17–24.

Collins, S. P., Storrow, A., Liu, D., Jenkins, C. A., Miller, K. F., Kampe, C., & Butler, J. (2021). Pengubahan Bunyi dalam Lirik Lagu Bahasa Jawa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra 14(2), 167–186.

Darmawanto, E. (2016). Wuwungan Mustoko sebagai Simbol Identitas Budaya Lokal. Jurnal DISPROTEK, 7(1), 61–73.

Dewi, A. P., & Rizal, I. A. (2024). Representasi Budaya Melalui Analisis Semiotika Pada Lagu Kuda Sumedang. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora, 6(3), 234–241. https://doi.org/10.61296/jkbh.v6i3.274

Dewi, N. R. S. (2022). Konsep Simbol Kebudayaan: Sejarah Manusia Beragama dan Berbudaya. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(1), 1. https://doi.org/10.22373/arj.v2i1.12070

Erawanto, U. (2022). Makna Simbolik pada Piranti Tradisi Nyadran Bumi Desa Songowareng Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan sebagai Referensi Pendidikan Budaya Lokal. Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 14(1), 1–12. https://doi.org/10.35457/konstruk.v14i1.1963

Fitri, F., & Roselani, N. G. A. (2025). Semiotika Budaya Masyarakat Melayu dalam Lirik Lagu “Kuala Tungkal.” Kopula: Jurnal Bahasa Sastra dan Pendidikan, 7(1), 11–24. https://doi.org/10.29303/kopula.v7i1.6069

Haryanti, A. D., Ningsih, T. W. R., Ayesa, A., & Saptono, D. (2025). Visual Narrative of Ethnic Identity: Preserving Chinese Culture Through Traditional Hand-Drawn Batik Lasem. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 20(1), 148–161. https://doi.org/10.33153/dewaruci.v20i1.6483

Heriwati, S. H., & Sularso, S. (2022). Lagu Menghubungkan Masa Lalu dengan Masa Kini: Analisis Sosiolinguistik Pertunjukan Didi Kempot. Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture, 4(2), 76–84. https://doi.org/10.32585/kawruh.v4i2.2835

Hidayat, W. (2011). Aplikasi Langgam Arsitektur Melayu Sebagai Identitas. Local Wisdom, 3(2), 27–32.

Irawati, E. (2020). Transmisi, Musik Lokal-Tradisional, dan Musik Populer. Panggung, 30(3), 392–410. https://doi.org/10.26742/panggung.v30i3.893

Ismail, F. D., Sudiyana, B., & Saptomo, S. W. (2020). Citraan Personifikasi dalam Lirik Lagu-Lagu Campursari Didi Kempot. Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 121–133. https://doi.org/10.32585/edudikara.v5i3.183

Loane, I., & Jyldyz, T. (2023). Unveiling the Influence of Cultural Symbols on Character Relationships and Emotions in Literature. Studies in Art Architecture, 2(4), 12–19. https://doi.org/10.56397/SAA.2023.12.02

Indrawati, M., & Sari, Y. I. (2024). Memahami Warisan Budaya dan Identitas Lokal. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 1(18), 40–48.

Maharani, P. U., & Sodiq, I. (2025). Perkembangan Musik Campursari di Yogyakarta Tahun 1990-2019: Dari Manthous hingga Didi Kempot. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(1), 672–690. https://doi.org/10.55606/inovasi.v4i1.4388

Mutia, F., Andari, N. P., & Khairunnisa, K. N. (2023). Pemaknaan Konsep Nrimo Ing Pandum pada Pedagang Tradisional di Pasar Legi Surakarta. Jurnal Ilmu Budaya, 10(1), 75–81.

Putra, N. S., Nurrohim, N., Nuryana, I., & Pramudi, Y. T. C. (2022). Didi Kempot’s Campursari Songs: the Existence and the Effects of Communication Media. Lite, 18(1), 12–26. https://doi.org/10.33633/lite.v18i1.5386

Rachmatdana, A., Chawa, A. F., & Anas, M. (2021). Pemaknaan Komunitas Sobat Ambyar Terhadap Lagu Didi Kempot Sebagai Nilai-Nilai Penguatan Karakter. WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 5(2), 101–116.

Ramadhani, L. C. (2023). Pergeseran Makna Maskulinitas dalam Lirik Lagu (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Lagu “Cidro” oleh Didi Kempot). The Commercium, 7(1), 24–31.

Rochimansyah, R., Ramadhanti, I. W., & Aryanto, A. (2021). Makna dalam Syair Lagu Campursari Album Kasmaran Didi Kempot. Jurnal IKADBUDI, 9(2), 12. https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v9i0.38208

Rosita, A. T., Dzarna, & Vardani, E. N. A. (2019). Representasi dalam Lirik Lagu Perempuan Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Jurnal Bastra, 4(2), 268–283.

Sabaliauskiene, D. (2024). Constructing and Negotiating Identity: The Evolution of Identity as a Power Structure and its Ethnic, Cultural, and Situational Dimensions. Advances in Social Sciences Research Journal, 11(10), 341–353. https://doi.org/10.14738/assrj.1110.17794

Sánchez-climent, Á. (2024). Materiality and Immateriality: Exploring Material Culture in the Construction of Cultural Meanings. Lifescienci Global, 3, 116–125. https://doi.org/10.6000/2817-2310.2024.03.13

Setiawan, I., Tallapessy, A., & Subaharianto, A. (2020). Poskolonialitas Jawa dalam Campursari: Dari Era Orde Baru hingga Reformasi. Panggung, 30(2), 251–276.

Ulfah, R., & Rosmiati, A. (2024). Analisis Visual Representasi Identitas Budaya Lokal pada Ilustrasi Karya Renata Owen. CITRAWIRA: Journal of Advertising and Visual Communication, 5(1), 47–74. https://doi.org/10.33153/citrawira.v5i1.4831

Yogi, Y., Nugroho, T., & Dukut, E. M. (2022). Pengaruh Negosiasi Budaya Pada Gamelan Soepra Terhadap Generasi Centennial. Musikolastika, 4(2), 85–103.




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i2.8417

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

DOAJSINTAGoogle ScholarPKP IndexcrossrefDimensionsPKP IndexEBSCO Information ServicescilitMorarefSHERPA / RomeoEBSCO Information ServiceOCLC World Cat BASETROVEGARUDAColumbia University Libraries

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 

@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

View My Stats