Simbol Lokal dalam Lagu Karya Didi Kempot: Analisis Semiotika
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitologis dari simbol-simbol lokal dalam lirik lagu Didi Kempot menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada penafsiran makna teks lirik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi lirik lagu yang mengandung simbol lokal seperti Stasiun Balapan, Cidro, Suket Teki, Sewu Kuto, dan Pamer Bojo, serta studi kepustakaan dari sumber-sumber ilmiah yang relevan dengan budaya Jawa dan teori semiotika. Analisis dilakukan dengan menelusuri unsur linguistik dalam teks lirik yang berfungsi sebagai simbol budaya Jawa melalui tiga tingkatan makna Barthes: denotasi (makna literal), konotasi (makna emosional dan kultural), dan mitos (makna ideologis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotatif, simbol-simbol tersebut menggambarkan objek konkret seperti stasiun, terminal, dan makanan tradisional. Pada tingkat konotatif, simbol-simbol ini mengandung makna emosional yang berkaitan dengan perpisahan, pengkhianatan, dan perjuangan hidup. Sedangkan pada tingkat mitos, simbol-simbol tersebut merefleksikan pandangan hidup masyarakat Jawa yang nrimo, sabar, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Achsani, F. (1953). Sastra dan Masyarakat: Fenomena Ambyar pada Lirik Lagu Didi Kempot. Estetika: Jurnal Bahasa Indonesia, 2(2), 153–170. https://doi.org/10.29240/estetik.v2i2.1192
Bahang, A. D. J., Budarsa, G., & Pravitasari, P. K. (2025). Peran Musik Kontemporer dalam Pelestarian Budaya Tradisional di Ruteng, Manggarai, Flores, NTT. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(1), 94–103. https://doi.org/10.47861/jdan.v3i1.1671
Pratiwininsih, P., Mustofa, M., & Arifin, Z. (2024). Gaya Bahasa pada Lirik Lagu Sewu Kuto Karya Didi Kempot (Kajian Stilistika). Hastapena: Jurnal Bahasa, Sastra, Pendidikan dan Humaniora, 1(2), 17–24.
Collins, S. P., Storrow, A., Liu, D., Jenkins, C. A., Miller, K. F., Kampe, C., & Butler, J. (2021). Pengubahan Bunyi dalam Lirik Lagu Bahasa Jawa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra 14(2), 167–186.
Darmawanto, E. (2016). Wuwungan Mustoko sebagai Simbol Identitas Budaya Lokal. Jurnal DISPROTEK, 7(1), 61–73.
Dewi, A. P., & Rizal, I. A. (2024). Representasi Budaya Melalui Analisis Semiotika Pada Lagu Kuda Sumedang. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora, 6(3), 234–241. https://doi.org/10.61296/jkbh.v6i3.274
Dewi, N. R. S. (2022). Konsep Simbol Kebudayaan: Sejarah Manusia Beragama dan Berbudaya. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(1), 1. https://doi.org/10.22373/arj.v2i1.12070
Erawanto, U. (2022). Makna Simbolik pada Piranti Tradisi Nyadran Bumi Desa Songowareng Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan sebagai Referensi Pendidikan Budaya Lokal. Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 14(1), 1–12. https://doi.org/10.35457/konstruk.v14i1.1963
Fitri, F., & Roselani, N. G. A. (2025). Semiotika Budaya Masyarakat Melayu dalam Lirik Lagu “Kuala Tungkal.” Kopula: Jurnal Bahasa Sastra dan Pendidikan, 7(1), 11–24. https://doi.org/10.29303/kopula.v7i1.6069
Haryanti, A. D., Ningsih, T. W. R., Ayesa, A., & Saptono, D. (2025). Visual Narrative of Ethnic Identity: Preserving Chinese Culture Through Traditional Hand-Drawn Batik Lasem. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 20(1), 148–161. https://doi.org/10.33153/dewaruci.v20i1.6483
Heriwati, S. H., & Sularso, S. (2022). Lagu Menghubungkan Masa Lalu dengan Masa Kini: Analisis Sosiolinguistik Pertunjukan Didi Kempot. Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture, 4(2), 76–84. https://doi.org/10.32585/kawruh.v4i2.2835
Hidayat, W. (2011). Aplikasi Langgam Arsitektur Melayu Sebagai Identitas. Local Wisdom, 3(2), 27–32.
Irawati, E. (2020). Transmisi, Musik Lokal-Tradisional, dan Musik Populer. Panggung, 30(3), 392–410. https://doi.org/10.26742/panggung.v30i3.893
Ismail, F. D., Sudiyana, B., & Saptomo, S. W. (2020). Citraan Personifikasi dalam Lirik Lagu-Lagu Campursari Didi Kempot. Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 121–133. https://doi.org/10.32585/edudikara.v5i3.183
Loane, I., & Jyldyz, T. (2023). Unveiling the Influence of Cultural Symbols on Character Relationships and Emotions in Literature. Studies in Art Architecture, 2(4), 12–19. https://doi.org/10.56397/SAA.2023.12.02
Indrawati, M., & Sari, Y. I. (2024). Memahami Warisan Budaya dan Identitas Lokal. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 1(18), 40–48.
Maharani, P. U., & Sodiq, I. (2025). Perkembangan Musik Campursari di Yogyakarta Tahun 1990-2019: Dari Manthous hingga Didi Kempot. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(1), 672–690. https://doi.org/10.55606/inovasi.v4i1.4388
Mutia, F., Andari, N. P., & Khairunnisa, K. N. (2023). Pemaknaan Konsep Nrimo Ing Pandum pada Pedagang Tradisional di Pasar Legi Surakarta. Jurnal Ilmu Budaya, 10(1), 75–81.
Putra, N. S., Nurrohim, N., Nuryana, I., & Pramudi, Y. T. C. (2022). Didi Kempot’s Campursari Songs: the Existence and the Effects of Communication Media. Lite, 18(1), 12–26. https://doi.org/10.33633/lite.v18i1.5386
Rachmatdana, A., Chawa, A. F., & Anas, M. (2021). Pemaknaan Komunitas Sobat Ambyar Terhadap Lagu Didi Kempot Sebagai Nilai-Nilai Penguatan Karakter. WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 5(2), 101–116.
Ramadhani, L. C. (2023). Pergeseran Makna Maskulinitas dalam Lirik Lagu (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Lagu “Cidro” oleh Didi Kempot). The Commercium, 7(1), 24–31.
Rochimansyah, R., Ramadhanti, I. W., & Aryanto, A. (2021). Makna dalam Syair Lagu Campursari Album Kasmaran Didi Kempot. Jurnal IKADBUDI, 9(2), 12. https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v9i0.38208
Rosita, A. T., Dzarna, & Vardani, E. N. A. (2019). Representasi dalam Lirik Lagu Perempuan Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Jurnal Bastra, 4(2), 268–283.
Sabaliauskiene, D. (2024). Constructing and Negotiating Identity: The Evolution of Identity as a Power Structure and its Ethnic, Cultural, and Situational Dimensions. Advances in Social Sciences Research Journal, 11(10), 341–353. https://doi.org/10.14738/assrj.1110.17794
Sánchez-climent, Á. (2024). Materiality and Immateriality: Exploring Material Culture in the Construction of Cultural Meanings. Lifescienci Global, 3, 116–125. https://doi.org/10.6000/2817-2310.2024.03.13
Setiawan, I., Tallapessy, A., & Subaharianto, A. (2020). Poskolonialitas Jawa dalam Campursari: Dari Era Orde Baru hingga Reformasi. Panggung, 30(2), 251–276.
Ulfah, R., & Rosmiati, A. (2024). Analisis Visual Representasi Identitas Budaya Lokal pada Ilustrasi Karya Renata Owen. CITRAWIRA: Journal of Advertising and Visual Communication, 5(1), 47–74. https://doi.org/10.33153/citrawira.v5i1.4831
Yogi, Y., Nugroho, T., & Dukut, E. M. (2022). Pengaruh Negosiasi Budaya Pada Gamelan Soepra Terhadap Generasi Centennial. Musikolastika, 4(2), 85–103.
DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i2.8417
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)
@2017
Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti
Pusat Pengembangan dan Pelindungan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur





















