Eco-Simbolisme dalam Narasi Kaba Siti Baheram: Perspektif Ekokritik terhadap Alam dan Manusia

Ananda Putriani, Syihabuddin Syihabuddin, Destiani Destiani, Sri Wahyuni, Yusrawati Jr Simatupang, Dewi Sari Sumitro

Abstract


This research originates from the global ecological crisis and Indonesia’s alarming rate of deforestation, highlighting the need to reinterpret traditional literary works as sources of ecological awareness. Kaba Siti Baheram was chosen because it reflects the Minangkabau philosophy of alam takambang jadi guru and contains rich ecological symbolism, yet has seldom been examined through a contemporary ecocritical framework. This study aims to identify the forms of ecological symbolism in Kaba Siti Baheram, map ecological representations using Garrard’s five ecocritical themes pastoral, wilderness, dwelling, pollution, and apocalypse and analyze how natural phenomena function as narrative agents that shape conflict and plot progression. The research employs a qualitative descriptive method, using close reading and content analysis of the Kaba Siti Baheram text published by the Balai Bahasa of West Sumatra, supported by theoretical triangulation involving ecocriticism and Minangkabau ecological cosmology. The findings show that pastoral and dwelling are the most dominant themes, represented through agrarian landscapes, the rumah gadang, rice fields, fish ponds (tabek), and the nagari as ethical–ecological living spaces. Wilderness appears as a liminal zone and the site of violence that signifies the severance of human–nature relations, while pollution and apocalypse emerge through floods, damaged rice fields, and the collapse of the nagari, functioning as metaphors for ecological and social degradation caused by destructive human behavior. Overall, ecological symbolism in the kaba serves as a moral structure, a narrative driving force, and an educational medium grounded in local wisdom, contributing to cultural preservation and the strengthening of contemporary environmental awareness.

Abstrak
Penelitian ini bertolak dari krisis ekologis global dan tingginya laju deforestasi di Indonesia, serta kebutuhan membaca ulang karya tradisional sebagai sumber kesadaran ekologis. Kaba Siti Baheram dipilih karena merepresentasikan filosofi alam takambang jadi guru dan menyimpan simbolisme alam yang kuat, namun belum banyak dikaji melalui perspektif ekokritik kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk simbolisme ekologis dalam Kaba Siti Baheram, memetakan representasi ekologis berdasarkan lima tema ekokritik Garrard pastoral, wilderness, dwelling, pollution, dan apocalypse, serta menjelaskan fungsi fenomena alam sebagai agen naratif dalam pembentukan konflik dan alur cerita. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik close reading dan analisis isi terhadap teks Kaba Siti Baheram edisi Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, yang diperkuat dengan triangulasi teori ekokritik dan kosmologi ekologis Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema pastoral dan dwelling paling dominan melalui representasi lanskap agraris, rumah gadang, sawah, tabek, dan nagari sebagai ruang hidup etis-ekologis. Wilderness hadir sebagai ruang liminal dan lokasi kekerasan yang menandai pemutusan relasi manusia–alam, sedangkan pollution dan apocalypse terwujud dalam banjir, kerusakan sawah, dan runtuhnya nagari sebagai metafora kehancuran ekologis dan sosial akibat perilaku destruktif manusia. Simbolisme alam dalam kaba berfungsi sebagai struktur moral, penggerak alur, sekaligus media pendidikan ekologis berbasis kearifan lokal yang relevan bagi pelestarian budaya dan penguatan kesadaran lingkungan kontemporer.

Keywords


ecological symbolism; ecocriticism; Kaba Siti Baheram; Minangkabau

Full Text:

PDF

References


Barry, P. (2017). Beginning Theory: An Introduction to Literary and Cultural Theory. Manchester University Press.

Berutu, I. S., & Hidayat, A. A. (2023). Nilai Ekologi dalam Kearifan Lokal Masyarakat Muslim Minangkabau: Tinjauan atas Legenda Bujang Sembilan dan Tradisi Lubuk Larangan. Bulletin of Indonesian Islamic Studies, 2(2), 169–196.

Culler, J. (2011). Literary Theory: A very Short Introduction. Oxford University Press.

Endraswara, S. (2013a). Metodologi Penelitian Antropologi Sastra. Media Pressindo.

Endraswara, S. (2013b). Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, Dan Aplikasi. CAPS.

Febriani, R., & Murtinigsih, S. (2022). Kosmologi Masyarakat Minangkabau Melalui Kearifan Lokal Rimbo Larangan untuk Konservasi Lingkungan. Multikultura, 1(4), 698–704. https://doi.org/10.7454/multikultura.v1i4.1122

Febriyanti, N. E., Zulianto, S., & Setiawan, B. (2023). Kajian Ekokritik dalam Novel Sokola Rimba dalam Pembelajaran Sastra di SMA. Basastra, 11(2), 526–541. https://doi.org/10.20961/basastra.v11i2.67659

Fitriani, M. M. F. (2025a). Problem Psikologis Tokoh dalam Kaba Siti Baheram (Tinjauan Psikologi Sastra). [Skripsi]. Universitas Andalas.

Forest Watch Indonesia. (2023). Menyorot Kembali Deforestasi. Forest Watch Indonesia.

Gaard, G. (2020a). Critical Ecofeminism. Lexington Books.

Gaard, G. (2020b). New Ecocriticisms: Narrative, Affective, Empirical and Mindful. Ecozon@: European Journal of Literature, Culture and Environment, 11(2), 224–233. https://doi.org/10.37536/ecozona.2020.11.2.3520

Garrard, G. (2004). Ecocriticism. Routledge.

Garrard, G. (2012). Ecocriticism (2nd ed.). Routledge.

Garrard, G., Aparicio, M., & Salvador, U. (2012a). Ecocriticism (2nd ed.). Routledge.

Glotfelty, C. (1996). Ecocriticism: Literary Studies in an Age of Environmental Crisis. In Interconnections between human and ecosystem health (pp. 229–236). Springer.

Glotfelty, C., & Fromm, H. (1996a). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. University of Georgia Press.

Glotfelty, C., & Fromm, H. (1996c). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology (C. Glotfelty & H. Fromm, Eds.). University of Georgia Press.

Goodbody, A. H., Flys-Junquera, C., & Oppermann, S. (2020). Introduction. Ecozon@: European Journal of Literature, Culture and Environment, 11(2), 1–7. https://doi.org/10.37536/ecozona.2020.11.2.4027

Hidayat, R., S. N., & D. M. (2023). Evaluasi Implementasi Perda KTR di Kota Pariaman: Tinjauan hukum dan Sosial. Jurnal Otonomi Daerah, 10(1), 88–100.

KLHK. (2025). Laporan kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2024. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An introduction to Its Methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Kusyani, D., & Kartika, R. (2025). Analisis Ekokritik dalam Cerita Rakyat Sumatera Utara Asal Mula Pohon Aren. Jurnal Lumbung Aksara, 5(2), 60–65.

Larasati, M. M. B., & Manut, A. M. (2022). Kajian Ekokritik Sastra: Representasi Lingkungan dan Alam Dalam 50 Cerpen Tani Karya E. Rokajat Asura dkk. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 8(2), 715–720.

Malik, C. (2023). Ekologi Masyarakat Minangkabau pada Lagu Sosoh dalam Upacara Tabuik di Pariaman, Sumatra Barat. Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi, 23(1), 59–70. https://doi.org/10.33153/keteg.v23i1.5167

Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muzakki, B., Cahyono, R. A., Fauziah, K., & Muzaki, S. R. (2023). Ekokritik dalam Folklor Nusantara dan Visualisasi Kampanye Hijau Melalui Komik Strip. Jurnal Humaniora Nusantara, 9(2), 239–251.

Navis, A. A. (1984a). Alam Takambang Jadi Guru: Adat dan kebudayaan Minangkabau. Grafiti Press.

Nofrahadi, N., Andayani, A., Suyitno, S., & Wardani, N. E. (2022a). Representation of Functions of Natural Environment Settings in the Kaba Minangkabau: An Ecocritical Study. GEMA Online Journal of Language Studies, 22(4), 214–231. https://doi.org/10.17576/gema-2022-2204-12

Nofrahadi, N., Andayani, A., Suyitno, S., & Wardani, N. E. (2022b). Kaba Minangkabau: An Ecocritical Study. https://doi.org/10.4108/eai.8-12-2021.2322592

Nofrahadi, Suyitno, A., & Wardani, N. E. (2021a). Kaba Minangkabau: An Ecocritical Study. Proceedings of the 1st International Conference of Humanities and Social Science, 1–6. https://doi.org/10.4108/eai.8-12-2021.2322592

Oktriva, D. (2025). Tinjauan Desain Komunikasi Visual Terhadap Simbol dan Abstrak. Jurnal Adat, Jurnal Seni, Desain & Budaya Dewan Kesenian Tangerang Selatan, 7, 56–65.

Rahmi, A. A. (2025a). Motion Comic Kaba Cindua Mato untuk Meningkatkan Literasi Cerita Rakyat Minangkabau. Jurnal Sains Informatika Terapan, 4(2), 258–265. https://doi.org/10.62357/jsit.v4i2.560

Ratna, N. K. (2020). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.

Sullivan, H. I. (2020). The Dark Pastoral: Material Ecocriticism in the Anthropocene. Ecocene: Cappadocia Journal of Environmental Humanities, 1(2), 19–31. https://doi.org/10.46863/ecocene.16

UNESCO. (2003). Convention for The Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. UNESCO. https://ich.unesco.org/en/convention

United Nations. (2015). Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. https://sdgs.un.org/2030agenda

Utama, A. W., & Suryanto, E. (2025). Ekokritik Cerita Bunga Rampai Sragen: Integrasi Lingkungan, Kearifan Lokal dan Upaya Konservasi. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 135–150.

Widyaningtyas, P. (2020). Isu Lingkungan dalam Cerpen Koran Indonesia Tahun 2018 [Tesis Magister]. Universitas Negeri Yogyakarta.

Wiemar, R. (2024). Representasi Kosmologi Sosok Bundo Kanduang pada Karakter Ruang Rumah Gadang di Wilayah Sungai Puar dalam Konteks Relasi Gender. [Disertasi doktor]. Institut Teknologi Bandung. Perpustakaan Digital ITB. https://digilib.itb.ac.id/




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v14i2.8423

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

DOAJSINTAGoogle ScholarPKP IndexcrossrefDimensionsPKP IndexEBSCO Information ServicescilitMorarefSHERPA / RomeoEBSCO Information ServiceOCLC World Cat BASETROVEGARUDAColumbia University Libraries

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 

@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

View My Stats