Negotiating Identity and the Politics of Chinese Ethnic Assimilation in Clara Ng's Novel "Dimsum Terakhir"

Zhou Yin Lin, Wiyatmi Wiyatmi, Deng Yao

Abstract


This study aims to analyze the representation of Chinese identity in Clara Ng's novel Dimsum Terakhir. The study uses a qualitative approach with a text analysis design based on Stuart Hall's cultural identity theory and a sociological perspective of literature to uncover the construction of ethnic identity through narratives, characters, and social contexts in literary works. Data collection techniques were carried out through literature studies using the reading and note-taking method. The researcher conducted intensive and repeated readings of the text (close reading) to identify relevant data, then grouped them based on thematic categories. Data analysis refers to the stages of qualitative analysis according to Creswell (2015), including organizing data, coding, interpreting themes, and drawing interpretive conclusions by considering the social, historical, and ideological contexts of the text. The results of the study indicate that Chinese identity in the novel Dimsum Terakhir is not singular and static but rather a dynamic and continuously negotiated social construction. The representation of identity is evident through identity politics, such as changes in name, religion, and citizenship status, which reflect structural pressures and assimilation practices. In addition, discrimination and stereotypes that emerge in social interactions indicate the existence of unequal power relations. Culturally, traditions such as Chinese New Year celebrations and the consumption of dim sum are maintained despite restrictions placed on private spaces. This research confirms that the novel "Dimsum Terakhir" represents Chinese identity as a space for social, political, and psychological negotiation, while also providing implications for strengthening multiculturalism and respecting cultural diversity in Indonesia.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi identitas Tionghoa dalam novel “Dimsum Terakhir” karya Clara Ng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis teks yang didasarkan pada teori identitas budaya Stuart Hall dan perspektif sosiologi sastra untuk mengungkap konstruksi identitas etnis melalui narasi, tokoh, dan konteks sosial dalam karya sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan metode baca dan catat. Peneliti melakukan pembacaan teks secara intensif dan berulang (close reading) untuk mengidentifikasi data yang relevan, kemudian mengelompokkannya berdasarkan kategori tematik. Analisis data mengacu pada tahapan analisis kualitatif menurut Creswell (2015), meliputi pengorganisasian data, pengodean, interpretasi tema, dan penarikan simpulan secara interpretatif dengan mempertimbangkan konteks sosial, historis, dan ideologis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Tionghoa dalam novel “Dimsum Terakhir” tidak bersifat tunggal dan statis, melainkan merupakan konstruksi sosial yang dinamis dan terus dinegosiasikan. Representasi identitas tampak melalui politik identitas, seperti perubahan nama, agama, dan status kewarganegaraan, yang mencerminkan tekanan struktural serta praktik asimilasi. Selain itu, diskriminasi dan stereotip yang muncul dalam interaksi sosial menunjukkan adanya relasi kuasa yang tidak setara. Dalam aspek budaya, tradisi seperti perayaan Imlek dan konsumsi dimsum tetap dipertahankan meskipun mengalami pembatasan dalam ruang privat. Penelitian ini menegaskan bahwa novel “Dimsum Terakhir” merepresentasikan identitas Tionghoa sebagai ruang negosiasi sosial, politik, dan psikologis sekaligus memberikan implikasi bagi penguatan multikulturalisme dan penghargaan terhadap keberagaman budaya di Indonesia.

Keywords


Cultural Assimilation; Social Discrimination; Chinese Identity; Literary Representation

Full Text:

PDF

References


Arifin, E. N., Hasbullah, M. S., & Pramono, A. (2017). Chinese Indonesians: How many, who, and where? Asian Ethnicity, 18(3), 310–329. https://doi.org/10.1080/14631369.2016.1227236

Bucholtz, M., & Hall, K. (2016). Identity and interaction: A sociocultural linguistic approach. Discourse Studies, 18(2), 173–191.

Cahyaningtiyas, I. A., & Putra, C. R. W. (2020). Diskriminasi terhadap etnik Tionghoa dalam novel Entrok karya Okky Madasari. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 3(2), 220–234. https://doi.org/10.24176/kredo.v3i2.4379

Christian, S. A. (2017). Identitas budaya orang Tionghoa Indonesia. Jurnal Cakrawala Mandarin, 1(1), 11—22. https://doi.org/10.36279/apsmi.v1i1.11

Creswell, J. W. (2015). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (5th ed.). Pearson Education.

Dewi, F. K., Soebijantoro, S., & Wibowo, A. M. (2021). Akulturasi etnis Tionghoa dalam pengembangan seni budaya di Kelenteng Tri Dharma Hwie Ing Kiong di kota Madiun. Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 11(2), 218—235. https://doi.org/10.25273/ajsp.v11i2.9887

Gayatri, I. H., Adam, A. W., Kusumaningtyas, A. N., Ekawati, E., Sinaga, L. C., & Rozi, S. (2019). Tionghoa dan ke-Indonesia-an: Komunitas Tionghoa di Semarang dan Medan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Fikri , M. (2025). Dekonstruksi stereotip eksklusivitas etnis Tionghoa dalam cerpen Clara karya Seno Gumira Ajidarma. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 20(1), 91–104. https://doi.org/10.14203/jmb.v20i1.586

Foucault, M. (2019). The archaeology of knowledge. Routledge.

Hall, S. (2017). Representation: Cultural representations and signifying practices (2nd ed.). Sage.

Hall, S. (2017). The work of representation revisited. Cultural Studies, 31(1), 1–15.

Mu’in, F. (2022). Etnis Tionghoa dalam novel-novel Indonesia pasca tragedi 1998. CV. Amerta Media

Mulyanto, J. G. (2022). A contested identity: Chinese Muslim representation. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 26(1). https://doi.org/10.22146/jsp.71859

Murdianto, M. (2019). Stereotip, prasangka dan resistensinya (Studi Kasus pada Etnis Madura dan Tionghoa di Indonesia). QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 10(2), 137—160. https://doi.org/10.5281/zenodo.3559267

Murtadho, H. (2020). Etnis Tionghoa Tambak Bayan Surabaya 1966-1998. Universitas Airlangga.

Nafsichah, D., Saryono, D., & Sunoto, S. (2021). Pemertahanan kebudayaan Tionghoa Bangka melalui ritual Lok Thung dalam cerpen karya Sunlie Thomas Alexander. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 6(10), 1615—1620. https://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v6i10.15069

Ng, Clara. (2012). Dimsum terakhir. PT Gramedia Pustaka Utama.

Ningsih, T., Qian, L., & Hukmawati, H. (2024). Construction of moral value and depiction of Indonesian-Chinese folktale in Keong Mas story. Indonesian Language Education And Literature, 9(2), 340-354. http://dx.doi.org/10.24235/ileal.v9i2.14740

Putri, E. & Lia T. (2016). Pola komunikasi antarbudaya etnis Tionghoa dengan masyarakat Pribumi. Jurnal Wacana, 15(2), 86–180. https://doi.org/10.32509/wacana.v15i2.42

Ilyas, P. D. G. B. A., Nuratikah, N., & Wardana, R. (2020). Resistensi perempuan etnis Tionghoa pada masa orde baru dalam novel Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar karya Alberthiene Endah. Jurnal Education and Development, 8(4), 59-63. https://doi.org/10.37081/ed.v8i4.2059

Khotimah, N., Tleumuratov, G., & Tanasavate, K. (2025). Discrimination of Chinese female characters in the Latest Dimsum novel by Clara Ng. Journal of Language, Literature, and Educational Research, 2(1), 85-91. https://doi.org/10.37251/jolle.v2i1.1912

Karali, S. N., & Adji, A. N. (2021). Circulation of Orhan Pamuk’s Benim Adım Kırmızı [My Name is Red] in contemporary Chinese-Indonesian literature. Text, 25(63), 1—15. https://doi.org/10.52086/001c.29723

Kusumaningtyas, P., & Cohen, J. (2020). The Chinese diaspora’s 'imaginary' homeland in the novels by four Chinese-American and Chinese-Indonesian writers. Diaspora Studies, 13(2), 152—169. https://doi.org/10.1080/09739572.2019.1708154

Lixeri, V. & Simangunsong, B.A. (2022). Pewarisan makna nonverbal upacara Cheng Beng pada masyarakat Tionghoa Pontianak di Jabodetabek. Jurnal Wacana, 21(1), 65—75. https://doi.org/10.32509/wacana.v21i1.1872

Sabillah, S., & Wachidah, L. R. (2022). Diskriminasi pada etnis Tionghoa dalam novel Dimsum Terakhir karya Clara Ng. Ghancaran, 3(2), 168–183. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v3i2.5074

Sai, S. M., & Hoon, C.-Y. (2012). Chinese Indonesians Reassessed. Chinese Indonesians Reassessed, 9780203095, 1–226. https://doi.org/10.4324/9780203095362

Said, E. (2016). Orientalism. Penguin Books.

Setijadi, C. (2019). Anti-Chinese sentiment and the ‘return’ of the Pribumi discourse. In Contentious Belonging: The Place of Minorities in Indonesia (pp. 194–213). https://doi.org/10.1355/9789814843478-015

Setiyoningsih, T., Suwandi , S., Wardani, N. E., Ulya, C., & Zulianto, S. (2023). The Chinese ethnic religious system in the novel Kancing yang Terlepas by Handry TM. Lingua Cultura, 17(2), 261–272. https://doi.org/10.21512/lc.v17i2.10737

Sinaga, L. C., Kusumaningtyas, A. N., & Rozi, S. (2023). “Tionghoa” or “Cina”: Negotiating Chinese-Indonesians’ preferred identity in the post-reform era. Asian Ethnicity, 25(2), 340—366. https://doi.org/10.1080/14631369.2023.2257615

Wauran, K. J., Lamadirisi, M., & Singal, Z. H. (2021). Tradisi perayaan Imlek pada masyarakat etnis Tionghoa di Kota Manado. Jurnal Paradigma: Journal of Sociology Research and Education, 1(2), 42—45. https://doi.org/10.53682/jpjsre.v1i2.740

Yulianto, J. E. (2023). Culturally informed interventions for Chinese Indonesian people. The Lancet Psychiatry, 10(8), 584—585. https://doi.org/10.1016/S2215-0366(23)00225-0




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v15i1.8591

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

DOAJSINTAGoogle ScholarPKP IndexcrossrefDimensionsPKP IndexEBSCO Information ServicescilitMorarefSHERPA / RomeoEBSCO Information ServiceOCLC World Cat BASETROVEGARUDAColumbia University Libraries

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 

@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

View My Stats