Women as Guardians of Nature’s Fertility in the Legend of Dewi Sri: An Ecofeminist Study

Cahni Cahni, Ari Kusmiatun, Setyawan Pujiono

Abstract


This study aims to describe the representation of women, the representation of nature, and the relationship between women and nature in the legend of Dewi Sri based on an ecofeminist analysis. This study is motivated by the importance of literary studies that explore the relationship between women and the environment in the folklore of the Indonesian archipelago. The legend of Dewi Sri was chosen because it presents women as symbols of fertility and guardians of the survival of agrarian communities. This study employs a qualitative approach using a descriptive-analytical method. The data sources consist of the text of the Dewi Sri legend obtained through literature review. Data collection was conducted using the observe-and-record technique, while data analysis utilized an interactive analysis model encompassing data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that women in the legend of Dewi Sri are represented as symbols of life, fertility, and protectors of agrarian communities. Nature is represented as a source of life, a spiritual space, and a symbol of community well-being. The relationship between women and nature in the legend of Dewi Sri demonstrates a harmonious connection built upon the values of fertility, protection, care, and the sustainability of life. The ecofeminist perspective in this legend demonstrates that women and nature are two interrelated elements crucial to maintaining the balance of life in the agrarian communities of the Nusantara. This study is expected to contribute to the development of ecofeminist studies in Indonesian oral literature, particularly in Nusantara folklore.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perempuan, representasi alam, serta relasi perempuan dan alam dalam legenda Dewi Sri berdasarkan kajian ekofeminisme. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian sastra yang mengungkap hubungan antara perempuan dan lingkungan dalam folklor Nusantara. Legenda Dewi Sri dipilih karena menghadirkan perempuan sebagai simbol kesuburan dan penjaga keberlangsungan hidup masyarakat agraris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Sumber data penelitian berupa teks legenda Dewi Sri yang diperoleh melalui studi pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam legenda Dewi Sri direpresentasikan sebagai simbol kehidupan, kesuburan, dan pelindung masyarakat agraris. Alam direpresentasikan sebagai sumber kehidupan, ruang spiritual, dan simbol kesejahteraan masyarakat. Relasi perempuan dan alam dalam legenda Dewi Sri menunjukkan hubungan harmonis yang dibangun melalui nilai kesuburan, perlindungan, kepedulian, dan keberlanjutan hidup. Perspektif ekofeminisme dalam legenda ini memperlihatkan bahwa perempuan dan alam merupakan dua unsur penting yang saling berkaitan dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat agraris Nusantara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian ekofeminisme dalam sastra lisan Indonesia, khususnya pada folklor Nusantara.

Keywords


ekofeminisme; legenda Dewi Sri; perempuan; alam; sastra lisan

Full Text:

PDF

References


Aminah, S. (2022). Ekologi dan Sastra: Perspektif Ekokritik dalam Sastra Indonesia. Jurnal Literasi, 7(2), 102–114.

Anwar, R., & Fitriani, L. (2022). Ekofeminisme dan Relasi Perempuan dengan Alam dalam Sastra Indonesia. Jurnal Kajian Gender Dan Budaya, 6(2), 88–101.

Arifin, D., Astuti, C. W., Setiawan, & A. (2025). Ekofeminisme dalam Novel Perempuan Laut Karya Usman Arrumy. LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 10–17. https://doi.org/10.60155/leksis.v5i1.544

Fauziah, N., Laksana, & B. (2024). Alam dan Spiritualitas dalam Cerita Rakyat Indonesia. Jurnal Humaniora Nusantara, 9(1), 100–112.

Fitrahayunitisna, F., Astawan, I. K. Y., & Rahman, A. S. (2022). Dewi Sri sebagai Figur Ibu Mitologis: Tinjauan Narasi dan Visual Folklor Jawa Timur. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 2(1), 17–28.

Fitriani, N., Kurniawan, & D. (2024). Tubuh Perempuan dan Alam dalam Sastra Indonesia Modern: Kajian Ekofeminisme. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 12(2), 112–124.

Gultom, E. A., Sinaga, W. A., Irawati, I., Sari, C. J., & Lubis, F. (2024). Analisis Drama “Legenda Danau Toba” Karya Tira Ikranegara dengan Menggunakan Pendekatan Ekofeminisme. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 26114–26118.

Handayani, & R. (2021). Perempuan dan Simbol Kesuburan dalam Folklor Nusantara. Jurnal Kajian Budaya, 9(1), 44–56.

Harahap, N., & Siregar, M. (2023). Perspektif Ekofeminisme dalam Sastra Lingkungan Indonesia. Jurnal Humaniora Dan Lingkungan, 9(1), 45–57.

Kurniasih, N. (2023). Ekofeminisme dalam Dekonstruksi Patriarki Melalui Sastra Hijau. Prosiding Konferensi Gender Dan Gerakan Sosial, 1(1).

Lestari, P., Putra, & A. (2023). Representasi Perempuan dalam Cerita Rakyat Nusantara. Jurnal Humaniora Indonesia, 7(2), 88–101.

Lestari, Y., Mahendra, & R. (2023). Representasi Perempuan dalam Sastra Indonesia Kontemporer. Jurnal Humaniora Dan Sastra, 8(2), 90–104.

Maulana, F., & Rahmah, S. (2024). Perempuan, Alam, dan Krisis Ekologi dalam Kajian Sastra Ekofeminisme. Jurnal Bahasa Dan Sastra Nusantara, 11(2), 120–134.

Maulidina, F., Fadilah, & N. (2023). Perempuan dan Krisis Ekologi dalam Novel Indonesia Kontemporer. Jurnal Sastra Nusantara, 5(3), 134–145.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Purbandani, A. M., & Mahaswa, R. (2022). Ekofeminisme Kritis: Menelaah Ulang Gender, Keadilan Ekologi, dan Krisis Iklim. Jurnal Perempuan, 27(3), 227–239.

Putri, V., & Ramadhan, H. (2025). Ekofeminisme dan Pelestarian Lingkungan dalam Sastra Berbasis Budaya Lokal. Jurnal Pendidikan Dan Humaniora, 14(1), 33–47.

Rahman, A., Setyowati, & D. (2022). Sastra sebagai Representasi Kehidupan Sosial dan Lingkungan. Jurnal Bahasa Dan Kebudayaan, 10(1), 33–45.

Rahmawati, D., Nugroho, & A. (2023). Sastra dan Kesadaran Ekologis dalam Perspektif Ekokritik. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 11(2), 67–79.

Rumidjah, & Jumeiri. (1984). Dewi Sri: Ceritera Rakyat dari Daerah Surakarta, Jawa Tengah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sari, D. P., Triaviranda, T., Wsilah, A., Munthe, E. Y., Samosir, J. S., Nasution, & J. (2025). Simbol Alam dan Perempuan dalam Puisi “Sungai”: Kajian Ekofeminisme Karya Sapardi Djoko Damono. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2).

Sari, M., & Kusuma, R. (2022). Citra perempuan dalam cerita rakyat Sumatra: Kajian feminisme sastra. Jurnal Sastra Dan Budaya, 6(1), 41–53.

Setiawan, H., Putri, & N. (2024). Tokoh Perempuan dalam Cerita Rakyat Nusantara: Perspektif Ekofeminisme. Jurnal Kajian Sastra Indonesia, 6(1), 55–68.

Setiyawan, R., & Wahyuni, H. I. (2023). Gender dan Ekologi dalam Pendidikan Indonesia Masa Orde Baru dan Pasca Reformasi: Perspektif Ekofeminisme. Humanis, 27(1), 75–89.

Shiva, V., & Mies, M. (2021). Ecofeminism. Zed Books.

Simanjuntak, M. A. P., & Lubis, F. (2022). Hubungan Perempuan dan Alam dalam Film Dokumenter Tanah Ibu Kami: Kajian Ekofeminisme. Jurnal Sastra Indonesia (SASINDO), 11(1).

Siregar, & F. (2025). Perempuan dan Kesadaran Ekologis dalam Sastra Kontemporer Indonesia. Jurnal Literasi Humaniora, 5(1), 44–58.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Sugiyono, Simanjuntak, M. A. P., Lubis, F., Purbandani, A. M., Mahaswa, R., Gultom, E. A., Sinaga, W. A., Irawati, I., Sari, C. J., Lubis, F., Kurniasih, N., Zulfikar, R., Amelia, P, Maulidina, F., Fadilah, N, Fitrahayunitisna, F., Astawan, I. K. Y., … Pratiwi, D. (2022). Metode Penelitian Kepustakaan. Jurnal Ilmu Budaya, 8(1), 88–101.

Sulastri, Y., Wijaya, & H. (2022). Nilai Ekologis dalam Sastra Lisan Nusantara. Jurnal Kebudayaan Dan Sastra, 6(1), 21–33.

Syahputra, R., & Amelia, N. (2023). Relasi Perempuan dan Alam dalam Perspektif Ekofeminisme Sastra. Jurnal Sastra Dan Kebudayaan Indonesia, 8(3), 92–106.

Syarif, N. A. (2022). Kearifan Lingkungan Desa dalam Novel Indonesia Mutakhir: Kajian Ekokritik Sastra. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 13(1), 10–28.

Ulifia, E. F. (2024). The Meaning of Dewi Sri in the Perspective of Spiritual Ecologism in the Indigenous Peoples of Kampung Naga and Kampung Cireundeu. Socio Politica: Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi, 14(2), 43–56.

Wulandari, S., Hidayat, & M. (2022). Ekofeminisme dan Kritik Lingkungan dalam Sastra Indonesia. Jurnal Ilmu Budaya, 10(3), 201–214.

Zulfikar, R., Amelia, & P. (2023). Kajian Ekokritik dan Ekofeminisme dalam Sastra Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Humaniora, 12(1), 66–79.




DOI: https://doi.org/10.26499/jentera.v15i1.8615

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JENTERA: Jurnal Kajian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Jentera Indexed By

DOAJSINTAGoogle ScholarPKP IndexcrossrefDimensionsPKP IndexEBSCO Information ServicescilitMorarefSHERPA / RomeoEBSCO Information ServiceOCLC World Cat BASETROVEGARUDAColumbia University Libraries

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Jentera: Jurnal Kajian Sastra diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurna Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 

@2017 

Gedung Darma, Lantai 3, Ruang Peneliti

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur

View My Stats